Breaking News:

Perbanyak Makan Buah dan Sayur Jadi Kunci Cegah Kanker, Berikut Ini Berbagai Pilihannya

Beberapa buah yang bisa mencegah kanker termasuk beri dan apel, simak uraiannya berikut ini

Pexels
Ilustrasi makanan kaya akan sayuran 

TRIBUNHEALTH.COM - Apa yang biasa dikonsumsi turut berpengaruh terhadap kanker.

Beberapa makanan diketahui meningkatkan risiko kanker, sementara beberapa lainnya justru bisa menurunkan risiko kanker.

Bukti terkuat untuk pencegahan kanker adalah dalam diet kaya buah-buahan dan sayuran, dilansir TribunHealth.com dari Medical News Today (MNT) pada Sabtu (10/9/2022).

Meskipun para ahli tidak mengetahui alasan pasti untuk efek ini, mereka berspekulasi bahwa fitonutrien yang ada dalam makanan nabati ini dapat membantu hal-hal berikut:

  • mengatur hormon, seperti estrogen, yang dapat menyebabkan kanker tertentu
  • memperlambat pertumbuhan sel kanker
  • mencegah peradangan, yang dapat menyebabkan kanker dan penyakit lainnya
  • menghindari kerusakan dari oksidan, yang mengubah DNA tubuh.

Baca juga: 3 Makanan Berikut Dapat Tingkatkan Risiko Terkena Kanker, Termasuk Makanan Ultraproses

ilustrasi penyakit kanker
ilustrasi penyakit kanker (lifestyle.kompas.com)

Perubahan pola makan tidak dapat mencegah semua jenis kanker, tetapi makan banyak buah dan sayuran yang kaya nutrisi dapat membantu mencegah jenis kanker tertentu.

American Institute for Cancer Research (AICR) merekomendasikan:

  • acai berry
  • apel
  • kacang dan kacang polong
  • blackberry
  • bluberi
  • wortel
  • ceri
  • cabai
  • kopi
  • cranberry
  • sayuran berdaun hijau tua, seperti bayam, kangkung, dan lobak swiss
  • biji rami, digiling daripada biji utuh untuk penyerapan yang lebih baik
  • bawang putih
  • jeruk bali
  • anggur
  • raspberi
  • teh
  • kenari
  • biji-bijian, seperti beras merah, oatmeal, barley, millet, dan roti

Banyak makanan dalam daftar ini kaya serat.

Serat sangat penting untuk pencernaan yang sehat dan dapat membantu menurunkan risiko kanker usus besar.

Makanan yang perlu diwaspadai

ilustrasi daging
ilustrasi daging (kompas.com)

Daging merah dan daging olahan

Beberapa daging dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

Penulis meta-analisis dari beberapa penelitian menyarankan bahwa konsumsi daging olahan secara teratur dapat menyebabkan risiko kanker kandung kemih yang lebih tinggi. 

Para penulis tidak menemukan hubungan antara konsumsi daging merah yang tidak diproses dan kanker kandung kemih.

Menurut American Institute for Cancer Research, secara teratur makan daging olahan dalam jumlah berapa pun meningkatkan risiko kanker perut dan kanker kolorektal.

Baca juga: Diet DASH Dapat Turunkan Hipertensi, Perbanyak Makan Buah & Sayur, Kurangi Daging Merah

Makanan ultraproses

Ilustrasi produk makanan ultraproses
Ilustrasi produk makanan ultraproses (Pixabay)

Sebuah studi pada 2018 melibatkan lebih dari 100.000 orang.

Studi itu menyimpulkan bahwa ada hubungan antara mengkonsumsi makanan ultraproses dan peningkatan yang signifikan (lebih dari 10 persen) dalam mengembangkan beberapa jenis kanker.

Baca juga: Penelitian Terbaru Ungkap Konsumsi Makanan Ultraproses Tingkatkan Risiko Terkena Kanker

Alkohol

Ada bukti kuat bahwa minum alkohol dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker di area tubuh tertentu, termasuk:

  • mulut
  • faring (tenggorokan)
  • laring (kotak suara)
  • hati
  • kerongkongan
  • dada
  • kolorektum

Meski para ahli belum mengetahui secara pasti mengapa alkohol meningkatkan risiko kanker, bisa jadi karena bahan kimia dalam alkohol yang merusak DNA atau melemahkan kemampuan tubuh untuk memproses dan menyerap nutrisi.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved