Breaking News:

Diet DASH Dapat Turunkan Hipertensi, Perbanyak Makan Buah & Sayur, Kurangi Daging Merah

Penelitian mengungkap diet DASH juga bisa mencegah hipertensi bertambah parah ke stadium lanjutan

pixabay.com
ilustrasi memperbanyak konsumsi sayur 

TRIBUNHEALTH.COMDietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) merupakan pendekatan diet untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Perubahan pola makan dalam diet DASH diketahui memiliki dampak signifikan pada tekanan darah tinggi, terutama pada pasien muda dan setengah baya dengan hipertensi stadium satu.

Data temuan tersebut telah dipresentasikan di Sesi Ilmiah Hipertensi American Heart Association.

Dilansir TribunHealth.com dari berita Express.co.uk pada Kamis (8/9/2022), berikut ini fakta-fakta mengenai diet DASH.

Apa yang termasuk dalam diet DASH?

ilustrasi sayur dan buah untuk turunkan hipertensi
ilustrasi sayur dan buah untuk turunkan hipertensi (pixabay.com)

Diet DASH sangat menekankan pada konsumsi buah-buahan, sayuran, sumber daging tanpa lemak, kacang-kacangan, serta dan biji-bijian.

Diet ini juga menekankan pada pengurangan konsumsi daging merah, garam, gula, dan minuman yang dimaniskan dengan gula.

Diyakini diet ini dapat membantu mencegah pasien hipertensi stadium satu pindah ke stadium dua dan menghadapi peningkatan risiko konsekuensi kardiovaskular yang serius.

Baca juga: Atasi Kelelahan dengan Mengatur Pola Makan, Pilih Sederet Buah dan Sayur Berikut

Apa itu hipertensi stadium satu dan stadium dua?

ilustrasi seseorag yang sedang melakukan cek tekanan darah
ilustrasi seseorag yang sedang melakukan cek tekanan darah (sains.kompas.com)

Tahapan hipertensi ditentukan oleh seberapa tinggi tekanan darah seseorang, semakin tinggi angkanya maka semakin tinggi pula stadium hipertensi yang telah dicapai seseorang.

Co-lead dalam studi tersebut, Dr. Kendra Sims menjelaskan tentang penelitian tersebut.

“Hampir sembilan juta orang dewasa muda dan setengah baya dengan hipertensi stadium 1 yang tidak diobati mewakili beban signifikan yang akan datang untuk sistem perawatan kesehatan."

“Hasil kami memberikan bukti kuat bahwa modifikasi perilaku sehat skala besar dapat mencegah penyakit jantung di masa depan, komplikasi terkait, dan biaya perawatan kesehatan berlebih.”

Baca juga: 4 Penyebab Hipertensi pada Ibu Hamil, Termasuk Terjadinya Preeklamsia yang Bahayakan Janin

Meskipun menurunkan tekanan darah tinggi adalah kuncinya, yang juga penting adalah memahami berbagai jenis tekanan darah dan apa artinya.

Ada dua jenis tekanan darah yang membentuk pembacaan, sistolik dan diastolik.

Ketika tekanan darah diukur, tekanan sistolik adalah angka di atas dan tekanan diastolik adalah angka di bawah.

Apa arti kedua angka tersebut?

ilustrasi hipertensi
ilustrasi hipertensi (health.kompas.com)

Tekanan darah sistolik adalah kekuatan di mana jantung memompa darah ke seluruh tubuh.

Sementara tekanan darah diastolik adalah resistensi terhadap aliran darah di pembuluh darah, yakni ketika jantung beristirahat atau di antara dua detak.

Keduanya diukur dalam milimeter air raksa, direpresentasikan pada tes sebagai mmHg.

Baca juga: Diabetes dan Hipertensi Dapat Sebabkan Penyakit Ginjal Kronis, Gejalanya Termasuk Urine Berdarah

Halaman
12
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved