Breaking News:

3 Makanan Berikut Dapat Tingkatkan Risiko Terkena Kanker, Termasuk Makanan Ultraproses

Sebuah studi mengidentifikasi orang yang mengonsumsi makanan ultraproses lebih berpeluang mengembangkan kanker di masa mendatang

Pixabay
Ilustrasi produk makanan ultraproses 

TRIBUNHEALTH.COM - Makanan ultraproses, daging dan olahan daging, serta kebiasaan minum alkohol dianggap dapat meningkatkan peluang seseorang terkena kanker. 

Memang, studi belum membuktikan bahwa ada hubungan yang kuat antara makanan tertentu dan apakah itu dapat meningkatkan atau menurunkan peluang seseorang terkena kanker.

Sulit untuk menemukan hubungan langsung antara risiko kanker dan makanan tertentu.

Pasalnya setiap orang makan berbagai macam makanan dan memasak serta menyiapkannya dengan berbagai cara.

Dengan demikian, mungkin tidak mudah untuk menentukan makanan mana yang benar-benar berpengaruh terhadap kanker.

Namun, bagaimanapun beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan makanan tertentu dapat mengubah risiko kanker seseorang. 

Beberapa makanan dapat menurunkan risikonya, sementara beberapa lainnya dapat meningkatkan risikonya.

Dilansir TribunHealth.com dari Medical News Today (MNT), berikut ini berbagai makanan yang meningkatkan risiko kanker.

Makanan ultraproses

Ilustrasi produk makanan ultraproses
Ilustrasi produk makanan ultraproses (Pixabay)

Sebuah studi pada 2018 melibatkan lebih dari 100.000 orang.

2 dari 3 halaman

Studi itu menyimpulkan bahwa ada hubungan antara mengkonsumsi makanan ultraproses dan peningkatan yang signifikan (lebih dari 10 persen) dalam mengembangkan beberapa jenis kanker.

Baca juga: Penelitian Terbaru Ungkap Konsumsi Makanan Ultraproses Tingkatkan Risiko Terkena Kanker

Para penulis melihat konsumsi makanan olahan, termasuk:

  • roti dan roti kemasan
  • camilan manis atau asin kemasan
  • soda
  • minuman manis
  • produk daging olahan, seperti bakso kemasan atau hot dog
  • sup instan
  • makanan siap saji
  • produk makanan yang sebagian besar terbuat dari gula, minyak, dan lemak
  • produk makanan dengan minyak terhidrogenasi, pati termodifikasi, dan isolat protein

Daging merah dan daging olahan

ilustrasi daging
ilustrasi daging (kompas.com)

Beberapa daging dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

Penulis meta-analisis dari beberapa penelitian menyarankan bahwa konsumsi daging olahan secara teratur dapat menyebabkan risiko kanker kandung kemih yang lebih tinggi. 

Para penulis tidak menemukan hubungan antara konsumsi daging merah yang tidak diproses dan kanker kandung kemih.

Baca juga: Vegetarian Punya Risiko Kanker Lebih Rendah Dibanding Orang yang Makan Daging Teratur

Menurut American Institute for Cancer Research, secara teratur makan daging olahan dalam jumlah berapa pun meningkatkan risiko kanker perut dan kanker kolorektal.

Daging olahan antara lain:

  • irisan kalkun
  • bologna
  • daging babi asap
  • daging
  • hot dog
  • daging deli lainnya

Penelitian lain menemukan bahwa mengonsumsi lebih dari 18 ons, atau tiga porsi, daging merah per minggu, meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kolorektal, atau kanker yang mempengaruhi usus besar atau rektum.

Alkohol

ilustrasi penyakit kanker
ilustrasi penyakit kanker (lifestyle.kompas.com)
3 dari 3 halaman

Ada bukti kuat bahwa minum alkohol dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker di area tubuh tertentu, termasuk:

  • mulut
  • faring (tenggorokan)
  • laring (kotak suara)
  • hati
  • kerongkongan
  • dada
  • kolorektum

Baca juga: Minuman yang Perlu Dihindari selama Kehamilan, Termasuk Alkohol dan Minuman Berkafein

Meski para ahli belum mengetahui secara pasti mengapa alkohol meningkatkan risiko kanker, bisa jadi karena bahan kimia dalam alkohol yang merusak DNA atau melemahkan kemampuan tubuh untuk memproses dan menyerap nutrisi.

The American Institute for Cancer Research (AICR) menyatakan bahwa konsumsi alkohol mungkin lebih berbahaya jika seseorang juga merokok.

Mereka merekomendasikan untuk tidak minum sama sekali atau minum tidak lebih dari dua gelas per hari untuk pria dan satu gelas per hari untuk wanita.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved