Breaking News:

Minuman yang Perlu Dihindari selama Kehamilan, Termasuk Alkohol dan Minuman Berkafein

Minuman berkafein yang perlu dihindari tak hanya kopi, melainkan meliputi minuman energi dan beberapa minuman lain

Pixabay
Ilustrasi minuman berkafein perlu dihindari selama kehamilan 

TRIBUNHEALTH.COM - Asupan makanan dan minuman sangat penting untuk ibu hamil.

Pasalnya setiap hal yang dikonsumsi akan 'diteruskan' ke janin untuk menunjang perkembangannya.

Sementara beberapa makanan dan minuman diperlukan dalam jumlah lebih, beberapa lainnya justru harus dihindari selama kehamilan.

Misalnya saja alkohol yang harus dihindari sama sekali.

Meski bersumber dari bahan yang sama, cara pengolahan dan penyajian juga berpengaruh.

Misalnya saja buah-buahan utuh lebih disarankan dibanding jus buah.

Dilansir Tribunhealth.com dari whattoexpect, berikut ini uraian mengenai 4 minuman yang perlu dihindari ibu hamil.

Alkohol

Ilustrasi konsumsi alkohol
Ilustrasi konsumsi alkohol (Pixabay)

Alkohol termasuk salah satu minuman 'terlarang' selama kehamilan.

Alkohol memasuki aliran darah bayi dan ibu dalam konsentrasi yang sama.

2 dari 4 halaman

Selain itu, alkohol membutuhkan waktu dua kali lebih lama untuk diproses.

Jadi apa pun yang Anda minum, bayi Anda juga meminumnya.

Baca juga: Tak Hanya Air Putih, Jahe dan Sederet Hal Ini Juga Baik Diminum selama Kehamilan

Bagaimana jika terlanjur minum satu atau dua gelas sesaat sebelum mengetahui bahwa Anda hamil?

Cobalah untuk tidak khawatir.

Itu terjadi pada banyak ibu, dan tidak perlu dikhawatirkan.

Terlalu banyak kafein

Ilustrasi - terlalu banyak konsumsi kafein dalam kopi
Ilustrasi - terlalu banyak konsumsi kafein dalam kopi (Pexels)

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengganti setidaknya beberapa minuman berkafein dengan yang tanpa kafein.

Sementara beberapa cangkir kecil kopi sehari baik-baik saja selama kehamilan, Anda harus menargetkan tidak lebih dari 200 miligram (mg) kafein dalam sehari.

Terlalu banyak kafein juga dapat mengganggu kemampuan tubuh ibu hamil untuk menyerap zat besi (yang dapat menyebabkan anemia).

Selain mengurangi kafein, Anda juga harus memperhatikan asupan soda dan minuman berenergi.

Baca juga: 5 Dampak Konsumsi Kafein Terlalu Banyak, Sebabkan Pusing, Cemas, hingga Lekas Marah

3 dari 4 halaman

Pasalnya minuman berenergi kerap kali mengandung kafein dalam dosis yang tinggi.

Dan ingatlah untuk memperhatikan sumber kafein lainnya seperti cokelat, teh hitam atau hijau, batangan energi, dan kopi.

Pastikan tidak makan makanan penutup seperti es krim dan yogurt melewati batas 200 mg.

Jus dan susu yang tidak dipasteurisasi.

Ilustrasi susu
Ilustrasi susu (Pixabay)

Baca juga: Daftar Makanan yang Perlu Dihindari saat Sembelit, Termasuk Produk Olahan Susu hingga Gorengan

Pasteurisasi merupakan salah satu metode sterlisasi makanan dan minuman untuk menghilangkan mikroba di dalamnya.

Mengonsumsi jus dan susu yang tidak dipasteurisasi tidak disarankan selama kehamilan.

Mereka bisa menampung bakteri penyebab penyakit.

Jus

ilustrasi jus buah
ilustrasi jus buah (tribunnews.com)

Tidak apa-apa untuk memiliki sedikit jus buah 100 persen

Tetapi perlu diingat, jus tidak mengandung serat sebanyak buah utuh atau smoothie.

4 dari 4 halaman

Serat tersebut bermanfaat bagi tubuh, misalnya dapat membantu mengatasi sembelit dan kembung kehamilan.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved