Breaking News:

Brokoli Punya Sederet Manfaat Kesehatan, Lancarkan Pencernaan hingga Cegah Penyakit Kardiovaskuler

Brokoli dapat membantu melancarkan pencernaan, mengurangi peradangan, hingga cegah penyakit jantung

Pexels
Ilustrasi brokoli, sangat bermanfaat untuk kesehatan 

TRIBUNHEALTH.COM - Brokoli merupakan bahan makanan yang sangat bergizi dan bermanfaat untuk kesehatan.

Sayuran ini dapat membantu melancarkan pencernaan, mengurangi peradangan, hingga mengurangi risiko diabetes.

Bahkan, brokoli juga disebut bisa bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Dilansir TribunHealth.com dari Medical News Today (MNT) berikut ini sederet manfaat brokoli untuk kesehatan.

Membantu pencernaan

Serat makanan dapat membantu meningkatkan keteraturan, mencegah sembelit, menjaga saluran pencernaan yang sehat, dan menurunkan risiko kanker usus besar.

Pada tahun 2015, uji coba penyaringan menemukan bahwa orang yang mengonsumsi serat tinggi lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan kanker kolorektal daripada mereka yang makan sedikit serat.

Secangkir 76 g brokoli menyediakan 5,4 persen hingga 7,1 persen dari kebutuhan harian individu untuk serat.

Ilustrasi manfaat brokoli untuk kesehatan
Ilustrasi manfaat brokoli untuk kesehatan ()

Mengurangi peradangan

Ketika sistem kekebalan diserang, peradangan dapat terjadi.

2 dari 4 halaman

Peradangan bisa menjadi tanda infeksi yang lewat, tetapi juga bisa terjadi dengan kondisi autoimun kronis seperti radang sendi dan diabetes tipe 1.

Orang dengan sindrom metabolik juga mungkin memiliki tingkat peradangan yang tinggi.

Brokoli mungkin memiliki efek anti-inflamasi, menurut sebuah studi tahun 2014.

Baca juga: 6 Sumber Vitamin C Alami, Kandungan dalam Brokoli Ternyata Setara Buah Jeruk

Para ilmuwan menemukan bahwa efek antioksidan sulforaphane dalam brokoli membantu mengurangi penanda peradangan dalam tes laboratorium.

Oleh karena itu mereka menyimpulkan bahwa nutrisi dalam brokoli dapat membantu melawan peradangan.

Dalam sebuah studi 2018, 40 orang sehat dengan kelebihan berat badan mengonsumsi 30 g kecambah brokoli per hari selama 10 minggu.

Pada akhir masa studi, para peserta memiliki tingkat peradangan yang jauh lebih rendah.

Mengurangi resiko diabetes

ilustrasi tipe kencing manis atau diabetes
ilustrasi tipe kencing manis atau diabetes (pontianak.tribunnews.com)

Penelitian dari 2017 menyarankan bahwa makan brokoli dapat membantu penderita diabetes tipe 2 mengelola kadar gula darah mereka. Ini karena kandungan sulforaphane-nya.

Juga, satu ulasan 2018 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan berserat tinggi cenderung tidak memiliki diabetes tipe 2 daripada mereka yang makan sedikit serat.

Baca juga: 4 Manfaat Konsumsi Brokoli, Cegah Kanker dan Baik untuk Kesehatan Kulit

3 dari 4 halaman

Serat juga dapat membantu mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes.

Makanan apa yang baik untuk penderita diabetes? Dapatkan beberapa tips di sini.

Melindungi dan menjaga kesehatan jantung

Ilustrasi detak jantung normal
Ilustrasi detak jantung normal (Pexels)

Serat, potasium, dan antioksidan dalam brokoli dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskuler atau CVD.

Sebuah studi populasi 2018 menunjukkan bahwa wanita yang lebih tua yang dietnya kaya akan sayuran memiliki risiko aterosklerosis yang lebih rendah.

Ini adalah kondisi yang mempengaruhi arteri yang dapat mengakibatkan serangan jantung atau stroke.

Baca juga: Hati-hati, Dua Suplemen Ini Berisiko Sebabkan Stroke jika Diminum Bersamaan

Manfaat ini mungkin karena kandungan antioksidan dari sayuran silangan, dan khususnya sulforaphane.

The American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk meningkatkan asupan kalium sambil menambahkan lebih sedikit natrium ke makanan.

Ini melemaskan pembuluh darah dan menurunkan risiko tekanan darah tinggi, yang dapat menyebabkan aterosklerosis dan masalah kardiovaskular lainnya.

Ilustrasi brokoli untuk kesehatan paru-paru
Ilustrasi brokoli untuk kesehatan paru-paru (jakarta.tribunnews.com)

Secangkir brokoli menyediakan hampir 5 persen dari kebutuhan harian seseorang akan potasium.

4 dari 4 halaman

Satu ulasan 2017 menemukan bahwa orang yang makan serat paling banyak memiliki risiko CVD lebih rendah dan kadar lipid darah (lemak) lebih rendah daripada mereka yang mengonsumsi sedikit serat.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved