Breaking News:

Ciri Utama Anda Alami Jerawat Conglobata, Ketahui dari dr. Desidera Husadani, Sp.DV

Berikut ini simak penjelasan dr. Desidera Husadani, Sp.DV mengenai tanda jerawat conglobata

health.kompas.com
Ilustrasi jerawat-simak penjelasan dr. Desidera Husadani, Sp.DV mengenai tanda jerawat conglobata 

TRIBUNHEALTH.COM - Jerawat adalah masalah umum yang timbul pada kulit wajah.

Bahkan tak hanya pada wajah, jerawat juga bisa timbul pada area badan.

Normalnya jerawat timbul berbentuk seperti lingkaran kecil yang memerah dan tanpa menimbulkan gejala yang berbahaya.

Baca juga: dr. Veronica Lia Sebut Seseorang yang Miliki Kulit Berminyak Cenderung Mudah Berjerawat

Namun pada jenis jerawat lain, bisa jadi tanda yang muncul harus mendapatkan penangana ekstra.

Adalah jerawat conglobata, yakni jenis jerawat yang paling parah terjadi.

Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Lampung News Video, dr. Desidera Husadani, Sp.DV mengungkapkan tanda-tanda dari jerawat ini diikuti dengan:

Ilustrasi komedo pada wajah
Ilustrasi komedo pada wajah (batam.tribunnews.com)

- Timbul komedo secara rapat dan besar

- Benjolan merah berisi nanah

- Benjolan lebih besar dan dalam

Baca juga: dr. Carmelita Himbau untuk Tidak Menyentuh Jerawat Agar Tidak Membentuk Jerawat Baru dan Acne Scar

- Jerawat bisa bersatu

2 dari 4 halaman

- Timbul rasa sangat sakit.

Penyebaran jerawat conglobata ini tidak hanya di wajah saja, melainkan juga pada daerah:

- Dada

Ilustras jerawat pada punggung
Ilustras jerawat pada punggung (shopping.tribunnews.com)

- Punggung

- Lengan bagian atas

- Pantat.

Baca juga: Kenali Penyebab Xerotis Cutis, Keluhan Kulit Kering yang Disampaikan dr. Mira Trisna Murti Sp.KK

Diketahui, prevalensi jenis kelamin yang mengalami jerawat conglobata lebih banyak dialami oleh laki-laki dibanding perempuan.

Meski demikian, kata Desidera, kasus jerawat conglobata ini cukup jarang ditemukan.

Penyebab Jerawat Conglobata

Ilustrasi acne conglobata
Ilustrasi acne conglobata (pixabay.com)

Jenis acne conglobata ini bisa dialami karena faktor genetik.

3 dari 4 halaman

Namun biasanya faktor pencetusnya bisa disebabkan oleh penggunaan obat kelenjar tiroid dan terekspos bahan-bahan kimia yang mengandung pelarut atau insektisida.

Baca juga: Sering Alami Jerawat? Kenali Faktor Penyebab hingga Cara Mengatasinya, Berikut Ulasan dr. Carmelita

Bisa juga berisiko dialami oleh pria yang suka fitnes dan mengonsumsi obat steroid.

"Nah itu berbahaya, bisa mencetuskan acne conglobata ini," ucap Desidera.

Penyebab Nanah Timbul

Salah satu tanda umum dari jerawat conglobata adalah mengeluarkan nanah.

Nanah ini diketahui berasal dari reaksi peradangan yang sangat hebat.

Ilustrasi jerawat
Ilustrasi jerawat (freepik.com)

Akhirnya membentuk sel-sel radang hingga memunculkan nanah.

Selain itu, kata Desidera, akibat parahnya jerawat ini maka jarak di antara 2 jerawat bisa sampai terbentuk terowongan.

Terowongan di bawah kulit ini bernama sinus.

Baca juga: Penderita Sinus Sering Keluhkan Hidung Mampet Akibat Adanya Faktor Alergi dan Menimbulkan Peradangan

"Misalnya ada 1 di pipi atas dan 1 lagi di pipi bawah, di bawah kulit ternyata mereka tersambung."

4 dari 4 halaman

"Akhirnya membengkak dan meradang, jika pecah bisa keluar nanah," katanya menerangkan.

Nanah ini biasanya akan mengeluarkan bau yang tidak enak.

Ilustrasi pentumbatan pori-pori yang menyebabkan jerawat
Ilustrasi pentumbatan pori-pori yang menyebabkan jerawat (sehatq)

Akhirnya penderita jerawat conglobata akan merasa minder, tidak berani keluar rumah, dan bersosialisasi.

Karena itu, selain penanganan dokter perlu konsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Mengatasi Jerawat Conglobata saat Keluar Nanah

Salah satu tanda dari adanya jerawat conglobata adalah ketika jerawat sedang matang maka akan pecah lalu mengeluarkan nanah.

Kemudian membekas menjadi seperti koreng pada kulit.

Baca juga: dr. Veronica Lia Sebut Seseorang yang Miliki Kulit Berminyak Cenderung Mudah Berjerawat

Untuk menghadapi keluhan ini, Desidera memberikan cara yang tepat untuk mengatasinya.

Yakni dengan cara mengompres area kulit yang terkena dengan tujuan membersihkan dan mendinginkan kulit.

Selain itu, pasien bisa mendapatkan obat oles yang diresepkan oleh dokter.

Ilustrasi back acne atau jerawat punggung yang mengganggu penampilan
Ilustrasi back acne atau jerawat punggung yang mengganggu penampilan (freepik.com)

Dalam hal ini, obat oleh yang digunakan tidak iritatif.

"Jadi bisa dikasih obat oles dengan obat minumnya secara bersamaan," kata Desidera.

Datang ke Dokter

Seseorang yang mengalami jerawat conglobata harus segera datang ke dokter spesialis kulit.

"Jangan menunda-nunda dan mencoba untuk mengobati sendiri," imbau Desidera.

Anjuran ini perlu diperhatikan, mengingat jika salah langkah bisa membuat kondisi jerawat semakin parah.

Baca juga: 7 Makanan dan Minuman Berikut Perlu Dihindari saat Menstruasi, Termasuk Kopi dan Makanan Pedas

Selain itu bila sudah sembuh akan meninggalkan bekas luka seperti keloid.

Dalam penanganannya, pengobatan yang digunakan lebih agresif.

Yakni melalui obat yang diminum yang bisa dikonsumsi secara jangka panjang.

Ilustrasi keloid
Ilustrasi keloid (jatim.tribunnews.com)

"Itu bisa kita berikan dengan kombinasi antibiotik lalu diberi obat yang paling ampuh untuk jerawat," tambah Desidera.

Selanjutnya untuk menangani radang, dokter juga akan meresepkan obat anti radang.

Meski demikian dalam konsumsinya, perlu dalam pengawasan dokter.

Baca juga: Facial Tools Berfungsi Memperlancar Aliran Darah, Bukan Membentuk Wajah V-Shape

Jangan sekali-kali mencoba untuk mengulang obat sendiri tanpa arahan dokter.

Mengingat obat yang diberikan memiliki efek samping yang cukup berbahaya.

"Jadi nggak boleh sembarangan," tutur Desidera.

Jangan Gunakan Laser saat Berjerawat

Lebih lanjut, jangan terburu-buru melakukan perawatan laser saat berjerawat.

Tunggulah sampai jerawat mulai mereda, barulah laser bisa dilakukan.

ilustrasi laser wajah
ilustrasi laser wajah (journal.sociolla.com)

Karena penggunaan laser lebih efektif setelah timbul bekas jerawat. Seperti adanya keloid atau bopeng.

"Jika sudah ada bekas seperti keloid atau bopeng akibat si acne conglobata, laser baru lebih bermanfaat disitu."

"Tetapi kalau awal penanganan yang lebih perlu adalah obat minum," terang Desidera.

Penjelasan Dokter Spesialis Dermatologi & Venereologi, Desidera Husadani, ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Jabar Video.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved