Breaking News:

Menurut Kajian Kementerian Kesehatan, Situasi Covid-19 di Indonesia Masuk Level 2

Berdasarkan penuturan dr. Reisa Broto Asmoro prediksi kenaikan kasus Covid-19 telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada bulan Juni 2022.

tribunnews.com
Ilustrasi Covid-19 di Indonesia, begini situasinya menurut dr. Reisa Broto Asmoro 

TRIBUNHEALTH.COM - Prediksi kenaikan kasus Covid-19 telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada bulan Juni 2022.

Dimana puncak kenaikan kasus diperkirakan terjadi pada minggu ke 3 atau minggu ke 4 bulan Juli 2022 dengan jumlah kasus diprediksi mencapai 20.000 kasus baru per harinya.

"Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah terlebih dahulu. Tetap harus selalu waspada. Karena kita masih berada dalam rentang waktu tersebut. Tentu kita belajar banyak selama pandemi ini dengan kemampuan untuk menilai risiko yang ada di lingkungan sekitar kita," terang dr. Reisa Broto Asmoro.

Agar situasi tetap terus terkendali, maka dengan mengikuti standar dari WHO atau badan kesehatan dunia, transmisi komunitas atau penularan dan masyarakat harus kurang dari 20 kasus per 100.000 penduduk per minggunya.

Baca juga: Begini Tindakan yang Dilakukan Dokter Gigi Apabila Gigi Taring Alami Impaksi

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah, dr. Reisa Broto Asmoro yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 15 Juli 2022.

Ilustrasi kasus Covid-19 di Indonesia, simak ulasan dr. Reisa Broto Asmoro
Ilustrasi kasus Covid-19 di Indonesia, simak ulasan dr. Reisa Broto Asmoro (health.grid.id)

Baca juga: Ini yang Perlu Dilakukan Jika Terlanjur Mengalami Gangguan Kejiwaan Skizofrenia

Untuk rawat inap jarus kurang dari 5 kasus per 100.000 penduduk per minggunya.

Sementara untuk kematian, kurang dari 1 per 100.000 penduduk per minggunya.

Maka apabila melihat data kajian Kementerian Kesehatan per 13 Juli 2022, maka situasi Indonesia masuk ke dalam level 2.

Dimana transmisi komunitas kasus di Indonesia yaitu di angka 6,70 per 100.000 penduduk per minggu dengan rawat inap di rumah sakit, 0,57 per 100.000 penduduk per minggu dan kematian 0,01 per 100.000 penduduk per minggu.

Pada tanggal 13 Juli 2022, terlihat adanya kenaikan yang membuat positivity rate harian Indonesia menjadi 5,88 persen dan positivity rate 1 pekan terakhir adalah 5,72 persen.

Artinya, saat ini Indonesia harus kembali masuk ke negara yang harus diperhatikan karena telah melebihi standar WHO dimana positivity rate sebaiknya tidak lebih dari 5 persen.

Dengan adanya peningkatan positivity rate, artinya adanya peningkatan risiko untuk terinfeksi ketika kita beraktivitas dalam lingkungan.

Baca juga: Manfaat Siwak bagi Kesehatan Gigi dan Mulut, Ini Penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

ilustrasi virus Covid-19, simak penjelasan dr. Reisa Broto Asmoro
ilustrasi virus Covid-19, simak penjelasan dr. Reisa Broto Asmoro (kompas.com)

Baca juga: Adib Setiawan S.Psi Sebut Trust Issue ialah Kondisi Traumatic yang bisa Menyebabkan Penyakit Mental

Ketika risiko penularan menjadi tinggi kembali, tentu akan ada beberapa penyesuaian peraturan dan imbauan yang akan disesuaikan dengan kondisi dan situasi.

Ini merupakan hal yang logis dan sangat wajar, tentu kita tidak ingin penyakit ini menyebar luas kembali dan mengakibatkan banyak korban.

Oleh karena itu, kerjasama yang baik oleh semua pihak harus dioptimalkan kembali.

Kita pernah berhasil menekan jumlah kasus sebelum muncul sub varian baru ini.

"Ingat, apapun variannya pencegahannya tetap sama. Oleh karena itu mari ingat kembali cara kita menjaga diri agar tidak terinfeksi," kata dr. Reisa Broto Asmoro.

Penggunaan masker sangat penting ketika kita berinteraksi dengan orang lain yang kita tidak ketahui dengan pasti kondisi kesehatannya.

Baca juga: dr. Andini S. Natasari Ungkap Gejala dan Langkah Awal saat Mengetahui Mengalami Autoimun

Ilustrasi kenaikan kasus Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro berikan pesan
Ilustrasi kenaikan kasus Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro berikan pesan (nasional.kompas.com)

Baca juga: Begini Komplikasi Infeksi Telinga yang Disampaikan dr. Debby Septiana Sp.THT-KL

Maka dari itu, himbauan penggunaan masker dengan baik dan benar ketika kita beraktivitas terutama di tempat-tempat yang berisiko tinggi harus diketatkan kembali.

Penjelasan Juru Bicara Pemerintah, dr. Reisa Broto Asmoro dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 15 Juli 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved