Breaking News:

Batuk Akut Bisa Disebabkan Sederet Hal Berikut: Covid-19, ISPA, hingga Rhinitis Alergi

Di masa pandemi saat ini, batuk kering yang merupakan gejala Covid-19 mungkin menjadi perhatian sebagian orang

freepik.com
ilustrasi seseorang yang mengalami batuk akut, bisa disebabkan Covid-19, ISPA, hingga rhinitis alergi 

TRIBUNHEALTH.COM - Batuk merupakan kondisi kesehatan yang biasa dialami oleh siapa saja.

Batuk umumnya menjadi gejala dari berbagai kondisi medis tertentu, mulai dari Covid-19, ISPA, rhinitis alergi, dan lain-lain.

Dari durasi dan kemunculannya, batuk bisa digolongkan menjadi dua, yakni batuk akut dan batuk kronis.

Batuk akut adalah batuk yang datang tiba-tiba dan berlangsung hingga 3 minggu, dilansir dari Medical News Today (MNT).

Sementara batuk kronis adalah adalah batuk yang berlangsung lebih dari 8 minggu.

Dalam artikel kali ini, TribunHealth.com membahas mengenai berbagai penyebab batuk akut.

Berikut ini adalah beberapa penyebab umum batuk akut, dihimpun MNT.

Covid-19

ilustrasi pasien covid-19
ilustrasi pasien covid-19 (kompas.com)

Di masa pandemi saat ini, batuk kering yang merupakan gejala Covid-19 mungkin menjadi perhatian sebagian orang.

Ini adalah penyakit yang disebabkan oleh novel coronavirus SARS-CoV-2.

2 dari 4 halaman

Gejala utama Covid-19 adalah:

  • batuk kering
  • demam
  • sesak napas

Kebanyakan orang yang tertular SARS-CoV-2 akan mengalami gejala ringan.

Baca juga: Apakah Pemicu Psikotik Pasien Covid-19 yang Tidak Memiliki Riwayat Gangguan Kejiwaan?

Namun, beberapa mungkin mengalami gejala yang parah dan bahkan mengancam jiwa.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan orang untuk mencari perawatan medis darurat jika mereka mengembangkan salah satu gejala berikut:

  • sulit bernafas
  • tekanan terus-menerus atau rasa sakit di dada mereka
  • kebingungan atau ketidakmampuan untuk membangkitkan
  • perubahan warna biru pada bibir atau wajah, atau sianosis

Infeksi saluran pernapasan atas

Ilustrasi pilek dan flu
Ilustrasi pilek dan flu (Pexels)

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) adalah infeksi virus atau bakteri dari satu atau lebih dari berikut ini:

  • hidung
  • sinus
  • faring, yang merupakan bagian tenggorokan yang berada di belakang mulut dan rongga hidung
  • laring, atau kotak suara

Baca juga: Flu Juga Bisa Sebabkan Nyeri Otot, Tak Hanya Demam dan Batuk-batuk

Beberapa contoh ISPA meliputi:

  • flu biasa
  • radang dlm selaput lendir
  • tonsilitis
  • faringitis
  • radang tenggorokan

Batuk adalah gejala ISPA yang umum.

Baca juga: Wajar Masih Alami Lelah meski Gejala Flu Sudah Sembuh, Perlu Beberapa Hari untuk Pulih

Gejala umum lainnya termasuk:

  • sakit tenggorokan
  • sakit kepala
  • hidung tersumbat, atau pilek
  • bersin
  • demam ringan
  • nyeri otot

Infeksi saluran pernapasan bawah

ilustrasi penyakit pneumonia
ilustrasi penyakit pneumonia (tribunnews.com)
3 dari 4 halaman

Infeksi saluran pernapasan bawah (LRTI) mempengaruhi saluran udara besar paru-paru.

Beberapa contoh LRTI termasuk bronkitis dan pneumonia.

Bronkitis adalah infeksi pada bronkus, saluran udara utama paru-paru.

Gejala utama bronkitis adalah batuk kering atau produktif.

Batuk produktif dapat menghasilkan lendir berwarna hijau, kuning, atau bercampur darah.

Baca juga: Jika Termasuk Kelompok Berisiko, Simak Tips NHS Berikut Ini Agar Terhindar dari Pneumonia

Gejala lain termasuk:

  • sakit tenggorokan
  • dada yang sakit
  • mengi
  • sakit kepala
  • pegal-pegal
  • kelelahan

Baca juga: Mengenal Penyakit Pneumonia, Gejala Hingga Pengobatannya

Sementara itu, pneumonia adalah infeksi pada salah satu atau kedua paru-paru.

Biasanya menyebabkan batuk kering atau produktif.

Beberapa gejala umum pneumonia lainnya meliputi:

  • pernapasan cepat dan dangkal
  • sesak napas, bahkan saat istirahat
  • nyeri dada yang memburuk saat bernapas atau batuk
  • detak jantung yang cepat
  • demam dan menggigil
  • kehilangan nafsu makan.

Rinitis alergi

Ilustrasi rhinitis alergi
Ilustrasi rhinitis alergi (Pexels)
4 dari 4 halaman

Rinitis alergi, atau demam, terjadi ketika sistem kekebalan seseorang bereaksi berlebihan terhadap sesuatu di lingkungan.

Pemicu alergi lingkungan yang umum, atau alergen, meliputi:

  • serbuk sari
  • spora jamur
  • tungau debu
  • rambut atau bulu hewan peliharaan
  • kecoak

Baca juga: Selain Virus dan Bakteri, Alergi juga Bisa Sebabkan Konjungtivitis, Mata Jadi Tampak Merah

Orang dengan rinitis alergi mungkin mengalami batuk kering karena menghirup alergen.

Beberapa gejala potensial lain dari rinitis alergi meliputi:

  • hidung tersumbat
  • bersin
  • mata, hidung, mulut, atau tenggorokan gatal
  • kelopak mata bengkak

Menghirup iritan

Ilustrasi menghirup iritan sebabkan batuk
Ilustrasi menghirup iritan sebabkan batuk (Pixabay)

Seseorang dapat mengalami batuk akut setelah menghirup iritan lingkungan tertentu.

Contohnya meliputi:

  • asap rokok
  • asap diesel
  • parfum atau cologne

Menghirup iritan dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan rinitis alergi.

Baca berita tentang kesehatan umum lainnya di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved