Breaking News:

Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) Tegaskan jika Pemberian MPASI Harus Sejak Berusia 6 Bulan

Menurut Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) sebelum bayi berusia 6 bulan, enzim-enzim yang berperan dalam sistem pencernaan belum ada.

tribunnews.com
Ilustrasi pemberian MPASI, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) sebut harus diberikan sejak berusia 6 bulan 

TRIBUNHEALTH.COM - Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah salah satu periode penting bagi tumbuh kembang bayi.

Saat periode ini, bayi mulai belajar mengenal bentuk dan rasa makanan selain Air Susu Ibu (ASI)

Makanan Pendamping ASI (MPASI) sebaiknya tidak diberikan sebelum bayi berusia 6 bulan.

Hal ini karena pada usia tersebut bayi lebih berisiko mengalami alergi makanan.

Perlu menjadi informasi jika pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) sebelum bayi berusia 4 bulan juga bisa meningkatkan risiko bayi tersedak.

Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) menegaskan jika pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) harus sejak bayi berusia 6 bulan.

Karena sebelum berusia 6 bulan, sistem pencernaan atau enzim-enzim yang berperan belum ada.

Baca juga: drg. Ardiansyah S. Pawinru, Sp.Ort(K) Beberkan Prosedur Penggunaan Headgear, Begini Ulasannya

Ilustrasi makanan pendamping ASI (MPASI), menurut Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) perlunya jadwal pemberian MPASI
Ilustrasi makanan pendamping ASI (MPASI), menurut Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) perlunya jadwal pemberian MPASI (pixabay.com)

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 21 Mei 2022.

Baca juga: Apa Benar Penderita Vitiligo Tak Disarankan Melakukan Perawatan Dagu Berlipat? Begini Ulasan Dokter

"Sebelum umur 6 bulan sistem pencernaannya, enzim-enzim itu belum ada yang untuk mencerna makanan-makanan yang lainnya itu," terangnya.

"Jadi yang ada di dalam sistem pencernaan bayi sampai umur 6 bulan itu hanya enzim-enzim untuk mengolah makanan-makanan dari minuman ASI saja," papar Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

2 dari 3 halaman

"Belum bisa mengolah makanan lainnya, sehingga kalau diberi makanan lainnya nanti makanan itu tidak bisa dicerna dengan baik. Akhirnya bisa diare dan lain sebagainya," imbuhnya.

Berdasarkan penuturan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) harus ada jadwalnya.

"Harus menunggu supaya anak itu betul-betul lapar pada waktu dia maem (makan). Jadi harus ada jarak antara pemberian makan atau pemberian susu sebelumnya dengan makanan yang akan diberikan," ucap dr. Harsono.

Menurutnya, jarak waktu pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) paling sedikit adalah antara 2 sampai 3 jam.

Baca juga: Bolehkah Penderita Penyakit Autoimun Melakukan Treatment Dagu Berlipat? dr. Caryn Miranda Menjawab

ilustrasi MPASI, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) sebut jarak pemberian MPASI adalah 2 sampai 3 jam
ilustrasi MPASI, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) sebut jarak pemberian MPASI adalah 2 sampai 3 jam (kompas.com)

Baca juga: Waspada Peradangan Gusi yang Kerap Dianggap Sepele dan Tidak Dipahami Penyebabnya

"Jadi misalkan ya jam 6 bangun tidur diberi susu, habis diberi susu kan dia kenyang. 2 jam kemudian dia lapar, nah setelah 2 jam baru dia diberi maemnya," tambahnya.

"Kedua juga timingnya. Kalau jam 6 dia bangun tidur misalkan masih ogah-ogahan, masih malas ya jangan diberi makan. Diberi aja minum susunya atau di tetekin (pemberian ASI) jadi biar dia agak semangat dulu, ogah-ogahannya sudah hilang baru jam 8 dia diberi maem (makan)," sambungnya.

Itulah tips yang diberikan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) agar saat anak diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) bisa makan dengan lahap.

Untuk memperkenalkan makanan padat kepada anak, awali dengan memberikannya sedikit demi sedikit, setidaknya 3 kali sehari.

Jangan terlalu memaksa apabila anak tidak mau mengonsumsi makanan yang diberikan.

Perlunya menghindari memaksa anka untuk mengonsumsi dan menghabiskan makanannya.

3 dari 3 halaman

Jika anak belum tertarik dengan suatu makanan, bukan berarti anak tidak tertarik untuk mengonsumsi makanan tersebut seterusnya.

Baca juga: Benarkah Sariawan Menimbulkan Rasa Sakit dan Nyeri? Simak Penjelasan drg. Erni Marliana

ilustrasi pemberian MPASI, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) berikan tips pemberian MPASI
ilustrasi pemberian MPASI, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) berikan tips pemberian MPASI (grid.id)

Baca juga: Dra. Hj. Listyaningati, M.Psi. Jelaskan Cara Menyikapi dan Mengelola Stres Akibat Hilang Pekerjaan

Penjelasan Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 21 Mei 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved