Breaking News:

Kabar Baik, Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Menunjukkan Pelandaian

Menurut Prof. Wiku Adisasmito pertambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia hariannya konsisten rendah.

tribunnews.com
Ilustrasi Covid-19 di Indonesia, Prof. Wiku Adisasmito sebut kasus Covid-19 harian konsisten rendah 

TRIBUNHEALTH.COM - Prof. Wiku Adisasmito paparkan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia pada tanggal 02 Juni 2022.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga seperti yang diketahui bersama, saat ini kasus Covid-19 terus menunjukkan pelandaian.

Ia menambahkan jika pertambahan kasus positif Covid-19 hariannya konsisten rendah.

Prof. Wiku Adisasmito mengatakan jika ini adalah pencapaian yang sangat baik.

Terlebih dalam beberapa bulan terakhir telah banyak diselenggarakan kegiatan berskala internasional yang turut berkontribusi dalam peningkatan mobilitas dan kegiatan masyarakat baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Baca juga: Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi Sebut Pemberian Pola Asuh Perlu Disesuaikan dengan Usia Anak

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Covi-19, Prof. Wiku Adisasmito yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 02 Juni 2022.

Ilustrasi perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, menurut Prof. Wiku Adisasmito
Ilustrasi perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, menurut Prof. Wiku Adisasmito kasus Covid-19 terus menunjukkan pelandaian(health.grid.id)

Baca juga: dr. Harsono Salimo, Sp.A(K): Setelah Memberikan MPASI Tak Boleh Memberi Air Putih, Ketahui Alasannya

Terselenggaranya kegiatan-kegiatan berskala internasional tanpa adanya kenaikan kasus yang signifikan menunjukkan resiliensi bangsa Indonesia dalam beradaptasi dengan Covid-19 dan tetap mampu melaksanakan kegiatan dengan tetap aman Covid-19.

Tentunya hal ini tidak lepas dari peran seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah yang disiplin dan terus menerapkan protokol kesehatan meskipun masa kritis pandemi telah kita lewati.

Persentase kasus aktif

Jika dilihat dari persentase kasus aktif per total kumulatif kasus positif dibandingkan dengan beberapa negara lainnya di Asia Tenggara dan Australia, saat ini Indonesia merupakan negara yang terendah yaitu 0,05%.

Di negara Vietnam bahkan kasus aktifnya masih sebesar 11,44%.

Disusul kasus aktif yang masih tinggi juga, ditemui di Singapura yaitu 6,01%.

Filipina memiliki kasus aktif yang rendah, yaitu 0,07% namun masih lebih tinggi daripada Indonesia.

Ini adalah prestasi yang patut di apresiasi mengingat Indonesia mampu bersaing dan menunjukkan bahwa dengan karakteristik negara yang terdiri dari berbagai pulau, suku bangsa dan karakteristik masyarakat yang berbeda-beda dan sempat mengalami berbagai keterbatasan sumber daya dalam penanganan pandemi kita tetap mampu memanfaatkan dan menggerakkan seluruh komponen bangsa untuk terus berkontribusi dalam menekan laju Covid-19.

Baca juga: Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) Tegaskan jika Pemberian MPASI Harus Sejak Berusia 6 Bulan

Ilustrasi kasus Covid-19 yang terkendali pasca libur panjang, menurut Prof. Wiku Adisasmito kasus aktif di Indonesia
Ilustrasi kasus Covid-19 yang terkendali pasca libur panjang, menurut Prof. Wiku Adisasmito kasus aktif di Indonesia paling rendah (health.grid.id)

Baca juga: Apa Benar Penderita Vitiligo Tak Disarankan Melakukan Perawatan Dagu Berlipat? Begini Ulasan Dokter

Tentunya hal ini terus dipertahankan mengingat pandemi ini secara global belum usia.

Artinya tetap ada kemungkinan untuk di waktu yang akan datang terjadi kembali kenaikan kasus.

Terlebih masih ada ancaman munculnya varian-varian baru Covid-19.

Selain mempertahankan kedisiplinan protokol kesehatan, upaya pencegahan juga penting di maksimalkan dari segi vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat.

Sayangnya, jika dibandingkan dengan negara lain cakupan vaksinasi dosis lengkap dibandingkan dengan total penduduk Indonesia baru mencapai 62% lebih rendah dari negara-negara lainnya.

Cakupan vaksinasi dosis 2 yang tinggi terdapat di Singapura yaitu 91%, Australia 84%, Malaysia 83%, Vietnam 80%, dan Thailand 75%.

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved