Breaking News:

dr. Harsono Salimo, Sp.A(K): Setelah Memberikan MPASI Tak Boleh Memberi Air Putih, Ketahui Alasannya

Menurut Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) tidak boleh memberikan makanan terus-menerus kepada anak, begini penjelasannya.

lifestyle.kompas.com
Ilustrasi ibu memberikan MPASI kepada si kecil, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) beberkan tips pemberian MPASI 

TRIBUNHEALTH.COM - Makanan Pendamping ASI alias MPASI biasanya diberikan ketika bayi berusia 6 bulan atau lebih.

Pemberian MPASI bertujuan agar tumbuh kembang bayi menjadi lebih optimal lantaran pemberian ASI saja tidak cukup.

Tujuan utama pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi pada bayi.

Perkembangan otak, penambahan berat ataupun tinggi badan, serta daya tahan tubuh harus diperoleh dalam jumlah yang cukup dari Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Untuk memperkenalkan makanan padat kepada anak, awali dengan memberikannya sedikit demi sedikit, setidaknya 3 kali sehari.

Jangan terlalu memaksa apabila anak tidak mau mengonsumsi makanan yang diberikan.

Perlunya menghindari memaksa anak untuk mengonsumsi dan menghabiskan makanannya.

Baca juga: Mengenal Penyakit Cacar Monyet yang Bisa Menular pada Manusia, Simak Gejala dan Penyebabnya

Ilustrasi anak diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI)
Ilustrasi anak diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI), Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) imbau untuk tidak memaksa anka jika tidak mau (lifestyle.kompas.com)

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 21 Mei 2022.

Baca juga: drg. Ardiansyah S. Pawinru, Sp.Ort(K) Beberkan Prosedur Penggunaan Headgear, Begini Ulasannya

Jika anak belum tertarik dengan suatu makanan, bukan berarti anak tidak tertarik untuk mengonsumsi makanan tersebut seterusnya.

Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) menuturkan jika tidak boleh memberikan makanan terus-menerus kepada anak.

2 dari 3 halaman

"Tidak boleh (memberikan makanan terus-menerus). Jadi kalau antara jarak antara memberi susu dan makanan selanjutnya adalah 2 jam," ungkap Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

"Kalau susu kan lebih cepat dicerna, tapi kalau habis memberi makan, akan memberi makan lainnya jaraknya 3 jam. Karena kalau makanan padat nasi tim ataupun nasi lemes itu 3 jam kemudian baru bisa dicerna, baru habis, baru perutnya kosong," sambungnya.

"Kalau perutnya kosong, secara refleks akan timbul rasa laparnya. Nah, berarti kalau setelah habis makan 3 jam kemudian baru boleh diberi minum susunya atau memberi makanan yang berikutnya begitu," tuturnya.

Baca juga: Apa Benar Penderita Vitiligo Tak Disarankan Melakukan Perawatan Dagu Berlipat? Begini Ulasan Dokter

Ilustrasi pemberian MPASI, begini penuturan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K)
Ilustrasi pemberian MPASI, begini penuturan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) (kompas.com)

Baca juga: Bolehkah Penderita Penyakit Autoimun Melakukan Treatment Dagu Berlipat? dr. Caryn Miranda Menjawab

Hal ini lantaran setelah anak konsumsi makanan yang berat tentu saja perutnya terasa kenyang sehingga anak tidak mau langsung diberi susu setelah makan berat.

Apabila setelah konsumsi makanan berat anak masih mau untuk mengonsumsi susu, artinya anak masih belum kenyang.

"Jadi berikutnya makannya bisa ditambah lagi, jadi betul-betul kenyang sehingga dia sudah tidak doyan lagi (tidak mau lagi) waktu diberi minum susu," pungkasnya.

"Jadi sekali lagi untuk anak-anak, terutama 2 tahun ya sekali lagi tidak boleh diberi minum air putih itu. Air putihnya sudah dimasukkan ke dalam makannya," kata Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

"Jadi kalau membuat nasi tim, itu berasnya itu dicampur dengan air putih sebanyak 200 cc. Jadi pada waktu makan nasi tim, anak tersebut sudah secara tidak langsung sudah minum air putih," tambahnya.

"Sehingga setelah selesai makan nasi tim, tidak boleh diberi minum air putih lagi karena air putihnya sudah dicampurkan pada waktu membuat masakan nasi timnya," lanjutnya.

Baca juga: Dra. Hj. Listyaningati, M.Psi. Jelaskan Cara Menyikapi dan Mengelola Stres Akibat Hilang Pekerjaan

Ilustrasi makanan pendamping ASI (MPASI), Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) imbau untuk tidak memberikan air putih setelah diberikan MPASI
Ilustrasi makanan pendamping ASI (MPASI), Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) imbau untuk tidak memberikan air putih setelah diberikan MPASI (pixabay.com)

Baca juga: Benarkah Sariawan Menimbulkan Rasa Sakit dan Nyeri? Simak Penjelasan drg. Erni Marliana

Penjelasan Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 21 Mei 2022.

3 dari 3 halaman

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved