Breaking News:

Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi Sebut Pemberian Pola Asuh Perlu Disesuaikan dengan Usia Anak

Menurut Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi sebagai orang tua, memberikan arahan kepada anak adalah hal yang tak kalah penting.

lifestyle.kompas.com
Ilustrasi pola asuh yang baik, menurut Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi harus diajarkan sejak dini 

TRIBUNHEALTH.COM - Mengasuh anak bukanlah perkara yang mudah dilakukan.

Oleh sebab itu, orang tua harus memiliki kesabaran ekstra dan mampu mengontrol diri agar tidak melampiaskan kekesalan pada anak.

Sebagai orang tua, memberikan arahan kepada anak adalah hal yang tak kalah penting.

Hal ini baik untuk masa depan anak dan juga perkembangannya di kemudian hari.

Larangan disertai penjelasan membuat anak berlatih untuk membedakan mana yang benar dan mana yang tidak.

Anak yang tidak diajarkan sejak dini akan menyebabkan orang tua merasa kesulitan dalam mengarahkan anaknya di kemudian hari.

Baca juga: dr. Harsono Salimo, Sp.A(K): Setelah Memberikan MPASI Tak Boleh Memberi Air Putih, Ketahui Alasannya

Pernyataan ini disampaikan oleh Psikolog Keluarga dan Pendidikan Anak, Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 28 Mei 2022.

Ilustrasi pola asuh yang diterapkan pada anak, menurut Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi
Ilustrasi pola asuh yang diterapkan pada anak, menurut Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi larangan disertai penjelasan membuat anak berlatih untuk membedakan mana yang benar dan mana yang tidak (lifestyle.kompas.com)

Baca juga: Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) Tegaskan jika Pemberian MPASI Harus Sejak Berusia 6 Bulan

Apabila sudah sejak dini diarahkan, nantinya pada usia 3 tahun sampai 6 tahun akan jauh lebih mudah untuk diberi arahan.

Psikolog Keluarga dan Pendidikan Anak, Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi menerangkan jika dalam pemberian pola asuh perlu disesuaikan dengan usia anak.

"Ya contoh usia-usia 3 tahun yang minta makan misalnya tetapi habis itu nggak dimakan, nah ini kan anak harus diajarkan bagaimana dia harus bertanggung jawab terhadap apa yang dia pilih, seperti itu," terangnya.

2 dari 3 halaman

"Kalau dia mengambil makanan ya harus dimakan, seperti itu misalnya. Artinya pola-pola perilaku anak harus diperhatikan. Jadi kalau anak misalnya nggak mau makan ya jangan di kasih dahulu, apa yang dia minta misalnya," tuturnya.

"Kalau dia memang benar-benar butuh baru di kasih makan sehingga habis, seperti itu," ucapnya.

Psikolog Keluarga dan Pendidikan Anak, Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi anjurkan agar orang tua terlibat dalam melatih keterampilan ataupun skill yang dikuasai anak.

"Keterampilan atau skill itukan banyak, mulai dari berbicara. Artinya orang tua sama anak sering berkomunikasi," kata Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi.

Baca juga: drg. Ardiansyah S. Pawinru, Sp.Ort(K) Beberkan Prosedur Penggunaan Headgear, Begini Ulasannya

ilustrasi pola asuh yang tepat untuk anak, menurut Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi komunikasi antara orang tua dan anak sangat penting
ilustrasi pola asuh yang tepat untuk anak, menurut Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi komunikasi antara orang tua dan anak sangat penting (pixabay.com)

Baca juga: Bolehkah Penderita Penyakit Autoimun Melakukan Treatment Dagu Berlipat? dr. Caryn Miranda Menjawab

Menjalin komunikasi adalah hal yang tak boleh terlewatkan antara orang tua dan anak.

"Kemudian melatih skill-skill tertentu yang sekiranya anak perlu kuasai. Misalnya skill motorik, misalnya keterampilan melemparkan bola, menangkap bola, keterampilan bersepeda misalnya," sambungnya.

"Nah ini kan orang tua bisa terlibat bersepeda bersama anak atau orang tua melatih anaknya main sepeda. Jangan sampai orang tua sampai anaknya sudah SD tapi belum bisa naik sepeda karena takut jatuh," pungkasnya.

Ini menunjukkan jika orang tua terlalu menerapkan pola asuh permisif.

Pola asuh permisif ialah jenis gaya pengasuhan yang ditandai oleh tuntutan rendah dengan responsif tinggi.

Orang tua yang permisif cenderung sangat mencintai, akan tetapi memberikan sedikit panduan dan aturan.

3 dari 3 halaman

Pola asuh permisif kerap dikenal dengan pola asuh yang memanjakan karena ditandai dengan kebebasan dan keterbukaan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya.

Baca juga: Apa Benar Penderita Vitiligo Tak Disarankan Melakukan Perawatan Dagu Berlipat? Begini Ulasan Dokter

Ilustrasi pola asuh dengan hal-hal positif, menurut Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi orang tua harus terlibat dalam perkembangan keterampilan anak
Ilustrasi pola asuh dengan hal-hal positif, menurut Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi orang tua harus terlibat dalam perkembangan keterampilan anak (lifestyle.kompas.com)

Baca juga: Pentinya Peran Pola Asuh Orangtua pada Kehidupan Anak, Simak Adib Setiawan, S. Psi, M. Psi.

Penjelasan Psikolog Keluarga dan Pendidikan Anak, Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 28 Mei 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved