Breaking News:

drg. R. Ngt. Anastasia Benarkan jika Defisiensi Nutrisi Bisa Memengaruhi Proses Erupsi Gigi

Menurut drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati defisiensi protein, vitamin D, kalsium dan fosfor bisa menyebabkan terlambatnya erupsi gigi.

sehatq
Ilustrasi gangguan erupsi gigi anak, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati paparkan beberapa hal yang memengaruhi 

TRIBUNHEALTH.COM - Salah satu tonggak perkembangan bayi yang penting adalah tumbuhnya gigi.

Gigi pertama bayi biasanya tumbuh di usia sekitar enam bulan.

Akan tetapi, setiap bayi berbeda-beda.

Ada yang tumbuh gigi lebih dahulu, ada pula yang terlambat.

Akan tetapi apabila bayi belum menunjukkan tanda-tanda tumbuh gigi hingga usianya menginjak 15 bulan, ada gangguan kesehatan yang harus mendapatkan perhatian khusus.

drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati mengatakan jika produksi hormon paratiroid kurang dan ada gangguan pada hormonal terkait maka akan terjadi penurunan ion kalsium sehingga mengganggu proses kalsifikasi gigi yang pada gilirannya juga mengganggu proses erupsi dari gigi.

Baca juga: Pengguna Behel Disarankan Melakukan Pembersihan Karang Gigi Setiap 6 Bulan Sekali

Ilustrasi terlambat erupsi gigi, menurut drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati bisa dipengaruhi oleh faktor nutrisi
Ilustrasi terlambat erupsi gigi, menurut drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati bisa dipengaruhi oleh faktor nutrisi (kompasiana.com)

Hal ini disampaikan oleh Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribunnews program Sapa Dokter edisi 18 Maret 2022.

Baca juga: Kenali 6 Anomali yang Dapat Terjadi Akibat Permasalahan Gigi Bungsu, Berikut Ulasan drg. Anastasia

Selain itu hypopituitarism yang berkaitan dengan kelenjar tuitari yang terkait hipotalamus otak yang mengendalikan sistem endokrin.

Apabila produksinya kurang maka bisa memicu gangguan pertumbuhan dimana juga terkait erupsi gigi.

Pada kasus yang parah, gigi susu bisa tidak tererupsi.

2 dari 3 halaman

Padahal pada proses erupsi pergantian gigi susu ke gigi permanen penggantinya resorpsi akar gigi susu atau gigi desisui sangat penting sekali.

Pada gangguan untuk kasus ini, bisa memicu kejadian dimana gigi susu tidak tererupsi baik ada gigi penggantinya maupun gigi permanen penggantinya tidak ada.

"Kalau misalkan gigi permanen penggantinya tidak ada, maka gigi permanen ini akan tetap tertahan di dalam tulang rahang," terang drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati.

Tetapi apabila gigi permanen penggantinya tidak ada maka giginya sampai dewasa adalah gigi desidui atau gigi susu.

Baca juga: Keriput dan Kulit Kendur Merupakan Dua Hal Berbeda, Begini Penjelasan dr. Desidera Husadani Sp.DV

ilustrasi anak yang mengalami terlambat erupsi gigi, begini penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati
ilustrasi anak yang mengalami terlambat erupsi gigi, begini penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati (tribunnews.com)

Baca juga: Ketahui Beragam Manfaat Hydrafacial, Perawatan Wajah Tanpa Menimbulkan Rasa Sakit

Tak hanya itu saja, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati menambahkan jika gangguan nutrisi termasuk faktor yang memengaruhi defisiensi nutrisi.

Dalam hal ini adalah defisiensi protein, vitamin D, kalsium dan fosfor.

Berkaitan dengan hal ini harus diperhatikan dengan benar asupan gizi, dimana biasanya jenis makanan yang mengandung protein, vitamin D, kalsium dan fosfor yang tinggi adalah daging unggas, jerohan, susu, beras, oatmeal, seafood, kedelai, biji-bijian termasuk biji bunga matahari dan biji labu baik untuk dikonsumsi.

"Misalkan seseorang , terutama cikal buah hati kita dalam tubuhnya ada gangguan atau defisiensi protein maka biasanya ukuran dari gigi gerahamnya menjadi kecil, lebih kecil dari kondisi idealnya," tuturnya.

Pada beberapa kasus jika kekurangan protein terjadi pada rentang usia tertentu, maka gigi permanen yang harusnya erupsi atau terbentuk pada fase tersebut itu terganggu ukurannya.

Hal ini bisa juga memicu kejadian keterlambatan dari perkembangan rahang bawah atau mandibula termasuk keterlambatan erupsi gigi.

Baca juga: Treatment Laser Lips Bisa Membuat Bibir Tampak Merah, dr. Satya Perdana Sebut Aman Dilakukan

Ilustrasi anak terlambat tumbuh gigi, simak ulasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati
Ilustrasi anak terlambat tumbuh gigi, simak ulasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati (kompas.com)

Baca juga: Kapankah Seseorang Boleh Melakukan Laser Lips? dr. Satya Perdana Menjawab

3 dari 3 halaman

Penjelasan Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribunnews program Sapa Dokter edisi 18 Maret 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved