Breaking News:

dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk Tegaskan jika Tak Semua Kanker Payudara Harus di Kemoterapi

Menurut dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk dokter akan membuat desain pelayanan yang berbeda untuk setiap pasien kanker payudara.

Kompas.com
ilustrasi kanker payudara, dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk ungkap semakin awal pengobatan maka semakin baik 

TRIBUNHEALTH.COM - Saat ini tengah beredar mitos bahwa pengidap kanker payudara harus kehilangan payudaranya.

dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk menegaskan jika hal ini salah, kanker payudara tidak sama artinya dengan kehilangan payudara.

Dokter mampu melakukan pelayanan operasi dengan tetap mempertahankan payudara pasien.

Namun sudah pasti dengan syarat dan keadaan tertentu, khususnya pada pasien-pasien stadium awal.

Perlu dipahami bahwa semakin awal pasien datang akan semakin banyak pilihan terapi.

Baca juga: dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk: Kanker Payudara Tak Sama Artinya dengan Kehilangan Payudara

Hal ini disampaikan oleh Chairman of Eka Tjipta Widjaja Cancer Center, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid, MARS dan Konsultan Bedah Onkologi Eka Hospital BSD, dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Sehat edisi 23 April 2022.

ilustrasi kanker payudara, menurut dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk tidak semua pengobatan harus melakukan pengangkatan payudara
ilustrasi kanker payudara, menurut dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk tidak semua pengobatan harus melakukan pengangkatan payudara (kompas.com)

Baca juga: Menurut dr. Satya Perdana Faktor Genetik Sangat Memengaruhi Warna Bibir

"Jadi pilihan terapi kita misalnya apakah pasien ingin tetap mempertahankan payudara, bisa," ungkap dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk.

"Apakah pasien misalnya tidak ingin melakukan kemoterapi, nah ini saya perbaiki juga bahwa tidak semua kanker payudara harus di kemoterapi," terangnya.

"Jadi apakah dia harus di kemoterapi atau tidak, tergantung dari karakteristik kankernya," tegasnya.

"Itu harus kita lakukan pemeriksaan terlebih dahulu, di Eka Hospital kita bisa melakukan itu," kata dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk.

2 dari 3 halaman

Jadi mitos yang mengatakan bahwa pasien kanker payudara harus diangkat, dikemoterapi, maupun diradiasi itu belum tentu.

Menurut dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk pelayanan ini diberikan secara indiviualistik.

Dimana dokter akan mengamati dan melakukan pemeriksaan kepada pasien secara individual sehingga bisa ditentukan terapi yang tepat.

Baca juga: Merasakan Nyeri saat Dilakukan Penarikan Kawat Gigi? Begini Penjelasan drg. Ardiansyah S. Pawinru

Ilustrasi radioterapi untuk kanker payudara, menurut dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk  setiap pasien memiliki pengalaman terapi yang berbeda
Ilustrasi radioterapi untuk kanker payudara, menurut dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk setiap pasien memiliki pengalaman terapi yang berbeda (Freepik)

Baca juga: Sakit Kepala dan Mata Tegang Bisa Jadi Tanda Seseorang Perlu Kacamata, Segera Konsultasi Dokter

dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk menuturkan jika dokter akan membuat desain pelayanan yang berbeda untuk setiap pasien.

Di sini pasien akan mengalami pengalaman yang berbeda dalam terapi yang dilakukan.

"Kita tidak akan mengeneralisir semua pasien wah ini kanker payudara, terapinya seperti ini, tidak," tegasnya.

Berdasarkan penuturan dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk, dokter akan membuat desain pelayanan khsusus untuk setiap pasien sesuai dengan karakteristik kanker payudara yang diidapnya.

dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk menambahkan jika untuk diagnosis kanker payudara bisa menggunakan ultrasonografi (USG), mammografi, MRI, atau biopsi.

  • Ultrasonografi (USG)

Ultrasonografi (USG) mammae untuk mengetahui apakah benjolan di payudara berupa struktur padat atau kista yang berisi cairan.

  • Mammografi

Mammografi atau rontgen payudara untuk mengetahui apakah benjolan di payudara bersifat jinak atau ganas.

  • MRI
3 dari 3 halaman

MRI untuk mendapatkan gambaran struktur payudara yang lebih jelas daripada hasil yang didapatkan dari tes mammografi atau USG.

  • Biopsi

Sementara biopsi atau pengambilan sampel jaringan dari benjolan di payudara untuk mengetahui apakah sel pada benjolan bersifat kanker atau tidak.

Pasalnya setelah pasien didiagnosis menderita kanker payudara, dokter akan menentukan stadium atau tingkat keparahan kondisi.

Baca juga: Punya Double Chin Akibat Kelebihan Berat Badan, Berikut Kemungkinan Terburuk terhadap Kesehatan

ilustrasi seorang wanita yang mengalami penyakit kanker payudara, dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk  paparkan
ilustrasi seorang wanita yang mengalami penyakit kanker payudara, dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk paparkan cara diagnosis kanker payudara (freepik.com)

Stadium ini dikategorikan berdasarkan seberapa luas area penyebaran kanker payudara.

Klasifikasi ini akan membantu dokter menentukan jenis pengobatan yang tepat sesuai kondisinya.

Baca juga: Diabetes Bisa Sebabkan Lingkaran Hitam di Area Mata, Kulit Jadi Tampak Kendur dan Bengkak

Penjelasan Chairman of Eka Tjipta Widjaja Cancer Center, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid, MARS dan Konsultan Bedah Onkologi Eka Hospital BSD, dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Sehat edisi 23 April 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved