Breaking News:

dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk: Kanker Payudara Tak Sama Artinya dengan Kehilangan Payudara

Menurut dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk saat ini beredar mitos bahwa pengidap kanker payudara harus kehilangan payudaranya.

aceh.tribunnews.com
Ilustrasi penyakit kanker payudara, menurut Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid, MARS kanker sangat berhubungan dengan waktu 

TRIBUNHEALTH.COM - Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti.

Para pakar memperkirakan bahwa sekitar 5-10% angka kejadian kanker payudara dikaitkan dengan mutasi gen yang diturunkan secara genetik.

Dokter memaparkan jika kanker sangat berhubungan dengan waktu, semakin cepat penanganannya tentu akan semakin lebih baik.

Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid, MARS mengungkapkan jika tidak bisa juga diartikan harus segera dilakukan operasi.

Menurutnya, pada kasus-kasus emergency atau darurat tentu memerlukan waktu.

Baca juga: Diabetes Bisa Sebabkan Lingkaran Hitam di Area Mata, Kulit Jadi Tampak Kendur dan Bengkak

Hal ini disampaikan oleh Chairman of Eka Tjipta Widjaja Cancer Center, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid, MARS dan Konsultan Bedah Onkologi Eka Hospital BSD, dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Sehat edisi 23 April 2022.

ilustrasi seseorang yang mengaami kanker payudara, menurut Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid, MARS semakin cepat penanganannya akan semakin lebih baik
ilustrasi seseorang yang mengaami kanker payudara, menurut Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid, MARS semakin cepat penanganannya akan semakin lebih baik (kompas.com)

Baca juga: Punya Double Chin Akibat Kelebihan Berat Badan, Berikut Kemungkinan Terburuk terhadap Kesehatan

"Kalau kita sudah dikatakan kemungkinan ada kanker, batasan yang boleh kita coba untuk diskusi atau bahkan mencari opini-opini lain kalau bisa jangan sampai lewat 4 minggu," ujar Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid, MARS.

"Ini sudah batasan yang cukup toleransi, apalagi kalau udah lebih dari 2 atau 3 bulan. Mungkin sudah agak terlambat," sambungnya.

"Jadi kalau bisa sih dalam rentang waktu 4 minggu kita dapat tangani, termasuk biopsi," imbuhnya.

"Jadi kalau sekarang di biopsi nih, ternyata positif kanker. Nah itu sebaiknya memang lebih cepat. Tapi tetep boleh kalau mau konfirmasi tapi maksimal 4 minggu," tutur dr. Sonar.

2 dari 3 halaman

Namun apabila pasien masih pada stadium 0 hal ini tergantung juga, menurut dr. Sonar stadium 0 ditentukan oleh keadaan kanker.

"Jadi bisa saja saat ini di biopsi, positif. Nah itukan belum tahu stadium berapa," terangnya.

Pasien pada tahap stadium 0 jika kanker yang di dapat adalah tipe in situ.

In situ adalah kanker stadium awal yang ditandai dengan kanker belum menyebar ke jaringan sekitarnya.

Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid, MARS membenarkan jika kanker in situ masih di titik tersebut saja dan belum menyebar.

Akan tetapi pada kenyaataannya, banyak pasien yang datang sudah pada stadium lanjut.

Jika pasien sudah menderita kanker pada stadium lanjut umumnya lebih susah untuk disembuhkan.

"Walaupun sudah di stadium lanjut yang jangan di tunda-tunda lagi. Apalagi kalau semakin lanjut, perjalanan kanker semakin cepat," tambah dr. Sonar pada tayangan Bincang Sehat (22/04/2022).

Baca juga: Banyak Anggapan Pasangan Bisa Berubah ketika Sudah Menikah, Begini Penjelasan Prita Pratiwi, S.Psi

Antisipasi kanker payudara, menurut Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid, MARS pada stadium lanjut umumnya sulit untuk disembuhkan
Antisipasi kanker payudara, menurut Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid, MARS pada stadium lanjut umumnya sulit untuk disembuhkan (jateng.tribunnews.com)

Baca juga: Apa yang Membuat Seseorang Bertahan dalam Hubungan Tidak Sehat? Begini Menurut Kacamata Psikolog

Apabila sudah diketahui jika seseorang mengidap kanker, sebaiknya segera melakukan pengobatan.

Konsultan Bedah Onkologi Eka Hospital BSD, dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk menuturkan jika di Eka Hospital mampu memberikan pelayanan terbaik untuk kanker payudara.

3 dari 3 halaman

"Mulai dari proses diagnosisnya, mendeteksi adanya tumor-tumor kecil sampai ke tahap terapinya, pemberian pelayanan operasi, bagaimana melakukan pelayanan operasi tanpa mengangkat payudara," kata Konsultan Bedah Onkologi Eka Hospital BSD, dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk.

Menurutnya saat ini beredar mitos bahwa pengidap kanker payudara harus kehilangan payudaranya.

dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk Tegaskan jika hal ini salah, kanker payudara tidak sama artinya dengan kehilangan payudara.

Dokter mampu melakukan pelayanan operasi dengan tetap mempertahankan payudara.

Namun sudah pasti dengan syarat dan keadaan tertentu, khususnya pada pasien-pasien stadium awal.

Bahwa semakin awal pasien datang akan semakin banyak pilihan terapi.

Baca juga: Menkes Pantau Lonjakan Kasus Covid-19 hingga 30 Hari Pasca Lebaran dan Selidiki Kasus Hepatitis Akut

ilustrasi kanker payudara, dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk sebut dokter mampu memberikan pelayanan tanpa mengangkat payudara
ilustrasi kanker payudara, dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk sebut dokter mampu memberikan pelayanan tanpa mengangkat payudara (Kompas.com)

Baca juga: Apa Itu Pembengkakan Jantung, Ini Kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Renan Sukmawan

Penjelasan Chairman of Eka Tjipta Widjaja Cancer Center, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk., M.Epid, MARS dan Konsultan Bedah Onkologi Eka Hospital BSD, dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Sehat edisi 23 April 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved