Breaking News:

Apa yang Membuat Seseorang Bertahan dalam Hubungan Tidak Sehat? Begini Menurut Kacamata Psikolog

Tanpa disadari banyak hubungan yang tidak sehat disekitar kita. Seseorang tersebut cenderung memilih bertahan didalam hubungan yang todak sehat.

freepik.com
ilustrasi pasangan yang berada didalam hubungan tidak sehat 

TRIBUNHEALTH.COM - Kekerasan dalam hubungan ataupun rumah tangga sudah bukan hal yang asing didengar.

Terkadang korban dan pelaku kekerasan tidak menyadari apabila tindakan tersebut sudah memasuki ranah kekerasan.

Jika suatu hubungan atau rumah tangga sudah menandakan adanya kekerasan, berarti hubungan dan rumah tangga tersebut tidak sehat atau disebut dengan toxic.

Dalam hubungan suami istri atau rumah tangga, terdapat banyak hal yang akhirnya korban merasa bahwa "jika mengalami hal seperti ini, baik-baik saja atau tidak? atau hanya lebai saja".

Alasan paling klise dan utama yaitu biasanya adalah anak.

Banyak korban yang memiliki pemikiran "jika keluar dari hubungan ini, nanti anak akan bagaimana?" selain itu terdapat beberapa korban yang berpikir "jika saya tidak memiliki suami/istri bagaimana kata orang?"

ilustrasi pasangan yang berada didalam hubungan tidak sehat
ilustrasi pasangan yang berada didalam hubungan tidak sehat (freepik.com)

Baca juga: Proses Pergantian Gigi Bervariasi Setiap Orang, Keterlambatan Erupsi Beresiko Dialami Anak

Pendapat orang atau pendapat lingkungan tentang status pernikahan sangat mempengaruhi.

Prita Pratiwi, S.Psi menyampaikan bahwa status janda tidak mudah dipegang oleh seorang perempuan.

Diketahui selama ini masih banyak masyarakat yang berpikir "karena status janda, maka sangat wajar jika mengalami suatu masalah".

Oleh karena itu, status janda dianggap sebagai status yang negatif, padahal tidak seperti itu.

2 dari 2 halaman

Terdapat berbagai hal dan alasan yang pada akhirnya seorang perempuan menyandang status tersebut.

Terkadang kekhawatiran-kekhawatiran itulah yang membuat wanita rela bertahan dalam rumah tanga yang tidak sehat demi hubungan yang dianggap lebih baik dibandingan hubungan ketika terjadi suatu perceraian.

Baca juga: Mengenal Sosok Ibu Ike, Pejuang Eliminasi Tuberkulosis (TBC) dari Tanjung Priok

Gagal dalam berumah tangga dan bercerai, stigma masyarakat yang menganggap bahwa janda ataupun duda adalah seorang yang bermasalah tentu akan mengganggu psikologis seseorang.

Selain itu terdapat beberapa ibu rumah tangga yang memiliki pemikiran "nanti anak saya mau makan apa, sekolahnya bagaimana, bisa mendapat uang atau biaya hidup darimana", ketika sudah lagi tidak memiliki pasangan tidak ada tempat untuk berbagi cerita.

Prita Pratiwi, S.Psi menyampaikan bahwa pemikiran tersebut malah semakin memperkeruh perasaan.

Akhirnya seseorang ini menjadi bingung masalah mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu dan mana yang menjadi tujuan hidupnya.

Sehingga seseorang dengan pemikiran tersebut seperti menerima semua perlakukan yang diberikan oleh lingkungan.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Jabar bersama dengan Prita Pratiwi, S.Psi., M.Psi. Seorang psikolog. Rabu (5/1/2022)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved