Breaking News:

Kesehatan Sistem Reproduksi Terganggu Akibat Terlalu Sering Konsumsi Ayam Negeri, Ketahui Alasannya

Menurut dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS saat anak perempuan terlalu banyak konsumsi ayam negeri bisa menyebabkan estrogen dalam tubuh semakin banyak.

lifestyle.kompas.com
Ilustrasi konsumsi ayam negeri, dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS jelaskan dampak terlalu banyak konsumsi ayam negeri terhadap kesehatan reproduksi 

TRIBUNHEALTH.COM – Ayam merupakan salah satu jenis lauk yang paling banyak dikonsumsi.

Ayam termasuk salah satu sumber lemak yang baik untuk tubuh.

Meskipun ayam mengandung lemak jenuh, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan daging merah.

Mengingat daging ayam menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan, namun ada pula jenis ayam yang memiliki dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering, salah satunya adalah ayam negeri.

Baca juga: Kenali Tiga Kategori Sariawan Mulai dari yang Bersifat Tak Ganas Hingga Ganas, Begini Kata Dokter

Ayam negeri cenderung mengalami proses penyuntikan hormon dan antibiotik untuk membuatnya tetap sehat dan tumbuh besar secara buatan.

Akibatnya apabila Anda terlalu banyak mengonsumsi ayam yang disuntikkan hormon bisa mengganggu kesehatan sistem reproduksi.

Ilustrasi olahan ayam negeri
Ilustrasi olahan ayam negeri, dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS tak sarankan terlalu sering konsumsi ayam negeri (kompas.com)

Hal ini lantaran hormon yang disuntikkan berupa steroid, estrogen, progesterone, dan testosterone seringkali tidak sesuai dengan aturan.

Sehingga jika dikonsumsi terlalu banyak bisa mengacaukan kerja hormon alami tubuh dan meningkatkan berbagai risiko penyakit.

Untuk membahas mengenai kesehatan seksual, kita bisa bertanya langsung dengan dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS.

dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS merupakan  seorang Medical Sexologist.

Baca juga: dr. Hermawan Sebut Gejala Nyeri Dada Setiap Orang Berbeda, Tergantung dari Penyebabnya

2 dari 4 halaman

Ia bekerja di klinik RMC Depok, MMAC Jakarta Selatan.

Selain itu, dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS juga praktik di Renata Medical Clinic Bogor, Telp: 0813-8231-7586.

dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS seringkali menjadi narasumber program Edukasi Seksual yang tayang di kanal YouTube Tribunnews.

Profil dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS
Profil dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS (Dok. Pribadi dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS)

Hingga kini dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS menjadi Medical Sexologist di beberapa klinik.

dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS akan menjawab segala pertanyaan terkait kesehatan seksual sebagai berikut.

Pertanyaan:

Dok berdasarkan beberapa sumber yang saya baca, terlalu sering konsumsi ayam negeri bisa memengaruhi kesehatan sistem reproduksi.

Benarkah demikian?

Mengapa hal ini bisa terjadi dok?

Nilam, Tinggal di Klaten.

Baca juga: Pahami Faktor Internal dan Faktor Eksternal yang Mampu Merusak Kondisi Skin Barrier

3 dari 4 halaman

Medical Sexologist, dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS Menjawab:

Apabila anak suka makan ayam fast food atau fried chicken di mana diketahui jika ayam tersebut merupakan ayam negeri.

Ayam negeri ini ternyata dipanen dengan cara dimasukkan hormon yang namanya estrogen.

Dapat kita bayangkan, kasus atau insiden saat anak perempuan makan ayam negeri terlalu banyak maka over estrogen dalam tubuh dia semakin banyak.

Ilustrasi penyakit kista pada ovarium, menurut dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS terlalu banyak konsumsi ayam negeri berisiko alami kista ovarium
Ilustrasi penyakit kista pada ovarium, menurut dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS terlalu banyak konsumsi ayam negeri berisiko alami kista ovarium (Tribunnews.com)

Sehingga berisiko munculnya kista ovarium yang paling besar pada tubuh anak-anak perempuan sedari dini usia SD maupun SMP.

Sementara pada pria akan muncul mikropenis karena hormone testosteronnya di blok oleh hormon estrogen.

Hal ini akan menimbulkan kesulitan pada waktu dia akil baligh, pubertas sampai dia dewasa.

Baca juga: Kerap Diabaikan Kesehatannya, Skin Barrier Memiliki Fungsi Penting. Simak Penjelasan dr. Agung

Bisa dibayangkan jika telurnya tidak bisa tumbuh dengan sempurna, indung telur tidak bisa membuat telur yang baik.

Pada akhirnya akan menjadi infertile atau kemandulan.

(Tribunhealth.com/Dhianti)

4 dari 4 halaman

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved