Breaking News:

dr. Andreas: Gangguan Tidur Microsleep Menyebabkan Sebagian Otak Tertidur dan Sebagain Otak Terjaga

Menurut dr. Andreas Prasadja, microsleep termasuk gangguan tidur dan sangat tidak wajar.

otomotif.kompas.com
Ilustrasi seorang wanita mengalami microsleep saat sedang mengemudi, menurut dr. Andreas Prasadja hal ini sangat berbahaya 

TRIBUNHEALTH.COM - Microsleep merupakan salah satu jenis gangguan tidur.

Microsleep bisa diartikan sebagai tidur ringan yang terjadi dalam durasi singkat yang umumnya sekitar 5-10 detik saja.

Dokter menuturkan jika sebenarnya yang lebih berbahaya adalah penyebab microsleep.

"Kalau udah ketiduran kan bahaya, nah ketidurannya aja beda-beda loh. Ada yang lagi nyetir terantuk-antuk beberapa detik," pungkasnya.

"Tapi ada juga yang buka mata tapi tak sadar tertidur beberapa detik, 5 menit 10 menit ke belakang tuh lupa," tambahnya.

Baca juga: Ketahui Manfaat Perawatan HIFU, dr. Connie Calista Tham: Bisa Mengencangkan Kulit yang Kendur

Ilustrasi gangguan tidur microsleep
Ilustrasi gangguan tidur microsleep, dr. Andreas Prasadja sebut seseorang tertidur dalam durasi singkat (kompas.com)

Hal ini disampaikan oleh Dokter Praktisi Kesehatan Tidur, dr. Andreas Prasadja yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 13 Januari 2022.

Dokter menambahkan jika kondisi ini bisa terjadi dimana sebagian otak tertidur dan sebagian otak terjaga.

Kondisi ini tentu sangat berbahaya, karena begitu dilakukan tes terdapat halangan secara mendadak, maka menyebabkan seseorang tidak mampu menghindar.

Di Indonesia kesehatan tidur memang belum populer atau diperhatikan.

Dokter tegaskan jika hal ini termasuk gangguan tidur dan sangat tidak wajar.

2 dari 2 halaman

Hal ini lantaran segala sesuatu yang membuat kantuk itu tidak wajar.

Baca juga: Mengatasi Rahang Bengkok melalui Rekonstruksi Rahang, Simak Penjelasan drg. A. Tajrin Sp.BM (K)

Ilustrasi wanita alami gangguan tidur, begini penjelasan
Ilustrasi wanita alami gangguan tidur, begini penjelasan dr. Andreas Prasadja (Freepik.com)

Sesuatu yang dianggap sehat adalah ketika terbangun merasa segar dan pada siang hari tidak merasa ngantuk.

Sepanjang masih merasakan kantuk artinya masih ada yang kurang.

Sayangnya masyarakat Indonesia mengetahui gangguan tidur hanyalah kondisi insomnia atau tidak bisa tidur, dimana tengah malam terbangun dan susah tidur kembali.

Padahal terdapat penyakit-penyakit tidur yang menyebabkan orang merasakan ngantuk secara terus-menerus yang biasa disebut hyperinsomnia atau kondisi kantuk berlebihan.

Baca juga: Ahli Gizi Anjurkan Konsumsi Makanan Ini sebagai Pengganti Suplemen Pemutih Kulit

Ilustrasi pria mengantuk karena gangguan tidur, begini ulasan
Ilustrasi pria mengantuk karena gangguan tidur, begini ulasan dr. Andreas Prasadja (Pixabay)

Baca juga: Sejumlah Tips dalam Mengantisipasi dan Mengatasi Gangguan Tidur dari dr. Andreas Prasadja

Penjelasan Dokter Praktisi Kesehatan Tidur, dr. Andreas Prasadja dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 13 Januari 2022.

(Tribunhealth.com/Dhianti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved