Breaking News:

Tak Cuma Kerusakan Gigi, Konsumsi Gula Berlebih juga Bisa Picu Sederet Kondisi Lain, Termasuk kanker

Konsumsi gula bisa membuat hidup bakteri di rongga mulut yang bisa merusak gigi

Pixabay
Ilustrasi konsumsi gula berlebih 

TRIBUNHEALTH.COM - Gula merupakan makanan yang bisa berdampak buruk jika dikonsumsi berlebih.

Misalnya saja, gula bisa memicu kerusakan gigi, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari Medical News Today.

Gula memberi makan bakteri yang hidup di mulut.

Ketika bakteri mencerna gula, mereka menciptakan asam sebagai produk limbah.

Asam ini dapat mengikis email gigi, yang pada akhirnya menyebabkan gigi berlubang.

Orang yang sering makan makanan manis atau minuman manis, lebih mungkin mengalami kerusakan gigi, menurut Action on Sugar, bagian dari Wolfson Institute di Preventive Medicine di Inggris.

Masalah lain akibat gula berlebih

ilustrasi dokter melakukan tindakan pemeriksaan gigi
ilustrasi dokter melakukan tindakan pemeriksaan gigi (pixabay.com)

Baca juga: Durasi Menyikat Gigi yang Dianjurkan oleh Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti

Baca juga: Sebaiknya Menggunakan Dental Floss Sebelum Menyikat Gigi, Begini Alasannya Menurut drg. Anastasia

Namun tak hanya masalah kesehatan gigi dan mulut.

Gula juga bisa menjadi penyebab kondisi lain yang lebih umum sebagai berikut.

Jerawat

Sebuah studi tahun 2018 terhadap mahasiswa di China menunjukkan bahwa mereka yang minum minuman manis tujuh kali seminggu atau lebih cenderung mengembangkan jerawat sedang atau parah.

Selain itu, sebuah studi tahun 2019 menunjukkan bahwa menurunkan konsumsi gula dapat menurunkan faktor pertumbuhan seperti insulin, androgen, dan sebum, yang semuanya dapat menyebabkan jerawat.

Kenaikan berat badan dan obesitas

ilustrasi obesitas
ilustrasi obesitas (kompas.com)

Baca juga: Obesitas Menjadi Faktor Utama Tingginya Angka Diabetes pada Anak, Berikut Ulasan dr. Andi Nanis

Baca juga: dr. Tan Shot Yen Jelaskan Lingkar Pinggang Berlebih Tak Kalah Bahaya dari Obesitas

Gula dapat mempengaruhi hormon dalam tubuh yang mengontrol berat badan seseorang.

Hormon leptin memberi tahu otak bahwa seseorang sudah cukup makan.

Namun, menurut penelitian hewan tahun 2008, diet tinggi gula dapat menyebabkan resistensi leptin.

Ini mungkin berarti, bahwa seiring waktu, diet tinggi gula mencegah otak mengetahui kapan seseorang sudah cukup makan.

Namun, para peneliti belum menguji ini pada manusia.

Diabetes dan resistensi insulin

Sebuah artikel 2013 di PLOS ONE, menunjukkan bahwa kadar gula yang tinggi dalam makanan dapat menyebabkan diabetes tipe 2 dari waktu ke waktu.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved