Breaking News:

Menyusui Bermanfaat Bagi Ibu, Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Tak hanya untuk buah hati, menyusui ternyata memberikan dampak positif bagi ibu

kompas.com
ilustrasi ibu menyusui 

TRIBUNHEALTH.COM - Menyusui ternyata juga berdampak positif bagi ibu, bahkan bisa menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung.

Manfaat ASI untuk bayi telah lama diketahui dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan risiko penyakit.

Tetapi sekarang para peneliti di Austria mengklaim bahwa menyusui juga dapat memberikan peningkatan kesehatan yang signifikan bagi ibu baru, dilansir TribunHealth.com dari Daily Mail, Rabu (12/1/2021).

Delapan penelitian terhadap 1,2 juta ibu menemukan bahwa mereka yang menyusui 14 persen lebih kecil kemungkinannya terkena penyakit jantung dibandingkan wanita yang tidak pernah menyusui dan tetap menggunakan susu formula.

Kajian tersebut juga menemukan bahwa mereka 12 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menderita stroke.

Baca juga: Apakah Suntik Botox Boleh Dilakukan oleh Wanita Hamil atau Menyusui? Begini Ulasan dr. Cristine

Baca juga: R. Radyan Yaminar, S.Gz Ungkap Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui untuk Mencukupi Nutrisi ASI dan Tubuh Ibu

ilustrasi ibu yang sedang menyusui
ilustrasi ibu yang sedang menyusui (health.kompas.com)

Tim tersebut tidak mengungkapkan lama waktu optimal bagi perempuan untuk menyusui untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan perempuan untuk menyusui bayi baru lahir secara eksklusif selama enam bulan.

Namun, peneliti tidak mengidentifikasi mekanisme yang dianggap berada di balik penurunan risiko di antara ibu menyusui,.

Ini berarti faktor gaya hidup lain mungkin berperan.

Peneliti utama Dr. Peter Willeit mengatakan dia berharap lebih banyak wanita akan memilih untuk menyusui karena tahu itu bisa menguntungkan mereka juga.

Dr. Willeit, seorang ahli epidemiologi di Medical University of Innsbruck, mengatakan masyarakat harus 'mendorong dan mendukung' perempuan dengan menciptakan ruang kerja yang ramah ibu menyusui.

Meskipun kampanye Pemerintah tanpa henti mempromosikannya, Inggris memiliki salah satu tingkat menyusui terburuk di Eropa.

Hanya satu dari 100 ibu baru yang menyusui anaknya secara eksklusif selama enam bulan pertama.

Sebagai perbandingan, para peneliti mengatakan seperempat bayi di AS disusui selama enam bulan pertama.

Baca juga: Studi Ungkap Manfaat Vaksinasi untuk Ibu Menyusui, Antibodi Juga Terbentuk dalam ASI

Baca juga: Banyak yang Beranggapan bahwa Menyusui Sama dengan Diet, Berikut Ulasan Dr. dr. Tan Shot Yen

Ilustrasi pekan menyusui sedunia
Ilustrasi pekan menyusui sedunia (Tribunnews.com)

Sebuah studi terpisah oleh Swansea University menemukan delapan dari 10 ibu berhenti menyusui karena rasa sakit, sikap publik, dan kurangnya dukungan.

Untuk anak-anak, menyusui telah terbukti mengurangi tingkat infeksi pernapasan, telinga, dada dan usus, dan kematian akibat penyakit menular.

Dan penelitian telah menemukan ibu yang menyusui memiliki risiko lebih rendah dari diabetes tipe dua, kanker ovarium, dan kanker payudara.

Tetapi penelitian sebelumnya yang menghubungkan menyusui dengan penurunan tingkat penyakit jantung dan stroke di kalangan ibu tidak konsisten.

Untuk studi terbaru mereka, para peneliti memeriksa studi yang dilakukan antara 1986 dan 2009 di Australia, Cina, Norwegia, Jepang, AS dan internasional.

Mereka meneliti bagaimana menyusui berdampak pada risiko kardiovaskular ibu.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved