Breaking News:

dr. Tan Shot Yen Jelaskan Lingkar Pinggang Berlebih Tak Kalah Bahaya dari Obesitas

Ahli gizi komunitas menyebut obesitas dan central obesity sama bahanyanya untuk kesehatan

kompas.com
ilustrasi lingkar pinggang berlebih 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter, Filsuf, dan Ahli Gizi Komuntias, dr. Tan Shot Yen menjelaskan bahaya central obesity.

Kondisi ini tak kalah berbahaya dibanding obesitas pada umumnya.

dr. Tan Shot Yen menjelaskan central obesity adalah kondisi di mana kondisi lingkar pinggang melebihi batas medis.

"Jadi kalau laki-laki (Asia Pasifik) itu 85 cm. Itu udah mentok."

"Kalau perempuan tidak lebih dari 80 cm," dr Tan memaparkan kriteria central obesity.

Ahli gizi komunitas itu mengatakan lingkar pinggang yang berlebih menunjukkan adanya masalah kesehatan tertentu.

Hanya saja memang belum terasa dan belum muncul indikasinya.

"Tetapi itu sudah merupakan tanda-tanda dari antropometri kita. Jadi ukur-ukuran badan yang bisa jadi pertanda sebelum gejalany nongol," tandas dr Tan.

Patokan obesitas

ilustrasi obesitas
ilustrasi obesitas (kompas.com)

Baca juga: Tak Hanya Pola Makan Buruk, Obesitas Bisa Dipicu Kurangnya Aktivitas Fisik hingga Masalah Genetik

Baca juga: Hamil saat Obesitas Punya Bahaya, Studi Sebut Anak yang Terlahir Lebih Berisiko Terkena Kanker Usus

Berbeda dengan central obesity, yang menjadi patokan untuk menentukan obesitas pada umumnya adalah body mass index, atau indeks massa tubuh.

"Nah kebetulan index massa tubuh kita itu ada beberapa kriteria."

Terkait hal ini, ada dua patokan yakni dari WHO dan pedoman Asia-Pasifik.

Kendati demikian, dr Tan cenderung menggunakan pedoman Asia-Pasifik karena lebih cocok dengan postur orang Indonesia.

"Sebab kalau WHO itu kadang-kadang kita bandingkan juga dengan ras Kaukasian, ras Afrika, dan sebagainya."

ilustrasi obesitas
ilustrasi obesitas (tribunnews.com)

Baca juga: Gula, Garam, dan Lemak Menjadi Penyebab Utama Terjadinya Obesitas, Begini Ulasan dr. Tan Shot Yen

Baca juga: Bukan Makan Ayam Ras, dr. Tan Shot Yen Ingatkan Makanan Kemasan Bisa Jadi Penyebab Obesitas

"Tetapi kita khusus untuk orang Asia," papar dr. Tan.

Rumusnya adalah berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m) kuadrat.

"Jadi misal nih Mas Alfin berat badannya 58 kg, tingginya 1,6. Jadi 58 per 1,6 dikuadratkan."

Lalu berapa patokan idealnya?

dr Tan menuturkan orang index massa tubuh orang Asia normalnya berada di angka 18,5-22,9.

Jika di bawah angka tersebut, bisa diasumsikan berat badannya kurang.

Dan apabila melebihi batas normal, maka bisa disebut overweight atau praobesitas (23-27,49).

Kemudian untuk kriteria obesitas ada di angka lebih dari 27,5.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved