Breaking News:

Hamil saat Obesitas Punya Bahaya, Studi Sebut Anak yang Terlahir Lebih Berisiko Terkena Kanker Usus

Keturunan dari ibu hamil yang mengalami obesitas berisiko kanker usus pada masa mendatang

freepik.com
ilustrasi ibu hamil dengan obesitas 

TRIBUNHEALTH.COM - Obesitas merupakan salah satu kondisi yang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, tak terkecuali pada ibu hamil.

Menurut sebuah penelitian, hamil saat mengalami obesitas memiliki risiko tersendiri ketika anak terlahir.

Penelitian menyebut anak yang lahir lebih berisiko terkena kanker usus di kemudian hari, dilansir TribunHealth.com dari The Guardian.

Temuan ini, tambah para peneliti, dapat membantu menjelaskan mengapa insiden kanker usus meningkat di kalangan orang muda di Eropa dan kawasan negara maju lainnya.

“Mengingat tren populasi dalam obesitas ibu, yang telah berlipat ganda dalam prevalensi hampir enam sejak tahun 1960-an, kita mungkin melihat beban yang meningkat dari serangan awal [kanker usus] selama beberapa dekade yang akan datang,” tulis tim tersebut.

Baca juga: dr. Muhammad Fiarry Fikaris Sebut Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil yang Alami Hipertensi

Baca juga: Benarkah Konsumsi Kalsium Selama Hamil Sebabkan Natal atau Neonatal Teeth? Begini Kata drg. Munawir

Ilustrasi pemeriksaan ibu hamil oleh dokter kandungan
Ilustrasi pemeriksaan ibu hamil oleh dokter kandungan (kompas.com)

Menulis di jurnal Gut, para peneliti di AS melaporkan bagaimana mereka menganalisis data yang dikumpulkan dari wanita yang menerima perawatan prenatal antara tahun 1959 dan 1966 di Oakland, California.

Informasi diperoleh dari catatan medis mereka dalam enam bulan sebelum mereka hamil hingga mereka memberikan kelahiran.

Tim kemudian melacak kesehatan lebih dari 18.000 keturunan mereka hingga 2019, melihat ada tidaknya kasus kanker usus setelah mereka menjadi dewasa.

Hasilnya mengungkapkan bahwa 68 anak-anak mengembangkan kanker usus saat dewasa, dimana setengahnya didiagnosis sebelum individu mencapai usia 50 tahun.
Sekitar 20% dari mereka yang mengembangkan kanker usus memiliki riwayat penyakit dalam keluarga.

Baca juga: Data Pemerintah Inggris Tunjukkan Vaksinasi Covid-19 Aman untuk Ibu Hamil

Baca juga: dr. Sigit Setiaji Sp.OG: Yoga Ibu Hamil Bisa Meningkatkan Fleksibilitas Tubuh dan Kekuatan Ibu

ilustrasi ibu hamil
ilustrasi ibu hamil (freepik.com)

Setelah mempertimbangkan ras dan etnis, tim menemukan keturunan dewasa dari wanita yang mengalami obesitas saat hamil memiliki risiko sekitar 2,5 kali lebih besar terkena kanker usus dibandingkan dengan ibu yang memiliki berat badan kurang atau berat badan yang sehat.

Kelebihan berat badan atau obesitas diketahui meningkatkan risiko kanker usus, menyebabkan sekitar 11% kasus menurut Cancer Research UK.

Sementara itu, penelitian juga menemukan anak-anak dari orang tua yang obesitas lebih cenderung menjadi gemuk daripada anak-anak lain.

Namun, penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan, termasuk tidak melacak BMI keturunannya hingga dewasa, atau memperhitungkan bahwa orang tua dan anak-anak sering berbagi pola makan yang sama dan mungkin memiliki kumpulan mikroba usus yang serupa.

Baca juga: Didiagnosis Glaukoma saat Hamil? dr. Rini Sulastiwaty, Sp.PM Jelaskan Risikonya ketika Persalinan

Baca juga: dr. Ekawaty Yasinta Larope Sebut Alergi pada Anak Bisa Dicegah Sejak Masa Kehamilan

Ilustrasi kanker usus
Ilustrasi kanker usus (solo.tribunnews.com)

Tim juga tidak dapat mengeksplorasi apakah diabetes gestasional pada wanita mungkin berperan.

Keith Godfrey, seorang profesor epidemiologi dan perkembangan manusia di University of Southampton yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan sulit untuk memberikan bukti pasti apakah obesitas ibu memiliki efek jangka panjang pada kesehatan keturunannya.

"Umumnya mereka sendiri mengalami pengaruh setelah lahir yang membuat mereka lebih mungkin untuk menambah berat badan daripada yang sehat," katanya.

Tapi, kata Godfrey, hubungan antara obesitas ibu dan risiko kanker usus pada keturunan dewasa masuk akal.

“Jika temuan ini dikonfirmasi, mereka akan menambah kasus yang sudah kuat untuk mendukung calon orang tua untuk mencapai berat badan yang sehat sebelum mencoba untuk memiliki bayi."

"Ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pola makan dan gaya hidup prakonsepsi untuk kesehatan dan peluang hidup. keturunannya,” ujarnya.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved