Breaking News:

Gula, Garam, dan Lemak Menjadi Penyebab Utama Terjadinya Obesitas, Begini Ulasan dr. Tan Shot Yen

Menurut Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum konsumsi makanan tinggi gula memicu rusaknya pembuluh darah dengan segala akibatnya termasuk terjadinya stroke.

kompas.com
Ilustrasi obesitas, menurut Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum mengkonsumsi gula berlebih, tentu saja berisiko mengalami obesitas 

TRIBUNHEALTH.COM - Banyak orang berpikir bahwa gula dibutuhkan dalam tubuh agar tubuh tidak terasa lemas.

Bahkan seringkali dijumpai orang yang sedang lemas atau pingsan diberikan air dengan campuran gula yang tinggi.

Menurut dr. Tan, gula memang menghasilkan kalori.

Dilansir oleh Tribunhealth.com Ahli Gizi Komunitas, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum menjelaskannya dalam tayangan YouTube Tribun Health edisi 16 September 2021.

Baca juga: Dokter Kecantikan, dr. Vivi Indrayanti Sebut Perbedaan Antara Tanam Benang dan Foxy Eyes Treatment

Akan tetapi dengan catatan, kalori tersebut memiliki nilai gizi nol.

Inilah mengapa seringkali disebut sebagai kalori kosong.

Ilustrasi penderita obesitas, menurut Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum
Ilustrasi penderita obesitas, menurut Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum sebenarnya kita bisa memproduksi gula sendiri (tribunnews.com)

Dokter mengatakan jika sebenarnya kita bisa memproduksi gula sendiri.

Gula ini berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat.

Sehingga selain mendapatkan gula, tubuh juga mendapatkan makanan yang utuh.

Seperti nasi, kentang, ubi, dan singkong.

Makanan tersebut adalah karbohidrat yang kemudian dipecah menjadi gula di dalam tubuh manusia.

Dokter tegaskan jika yang berbahaya adalah gula rafinasi.

Menurut dr. Tan gula yang terbaik adalah yang berasal dari makanan utuh.

Baca juga: Tekanan dalam Pekerjaan Membuat Overthinking, Begini Solusi dari Ahli Psikolog, Adib Setiawan, S.Psi

Sementara gula dibagi menjadi dua.

Ada yang kompleks dan ada yang berasal dari makanan berserat tinggi.

Seperti yang terkandung dalam buah-buahan.

Buah-buahan mengandung gula yang biasa disebut fruktosa.

Namun karea seratnya tinggi, sehingga lambat dicerna.

Kacang-kacangan dan sayuran juga mengandung gula.

Dr.dr.Tan Shot Yen, M.Hum.
Dr.dr.Tan Shot Yen, M.Hum. (KOMPAS.COM)

Apabila mengkonsumsi gula berlebih, maka tentu saja dapat berisiko mengalami obesitas.

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved