Breaking News:

Waspada, Usia Remaja Beresiko Lebih Besar Mengalami Infeksi Menular Seksual

Infeksi menular seksual seringkali ditularkan melalui hubungan seksual. Penyebabnya yakni sering berganti pasangan dan tidak menggunakan pelindung.

kompas.com
ilustrasi infeksi menular seksual 

TRIBUNHEALTH.COM - Penyakit menular seksual biasanya disebut dengan infeksi menular seksual.

Penyakit menular seksual ditularkan melalui hubungan seksual.

Sering berganti-ganti pasangan dan tidak menggunakan pelindung beresiko mengalami penyakit menular seksual.

Berdasarkan rentang usia dari remaja ke dewasa, memiliki resiko yang lebih besar mengalami infeksi menular seksual.

dr. Putri menyampaikan bahwa seseorang remaja bisa mengalami infeksi menular seksual karena banyak keingintahuan mereka, dan coba-coba.

Karena keingintahuan dan coba-coba tersebut, sehingga remaja sangat rentan tertular penyakit menular seksual.

ilustrasi infeksi menular seksual
ilustrasi infeksi menular seksual (kompas.com)

Baca juga: Simak Beberapa Faktor-faktor Kerusakan Skin Barrier yang Jarang Disadari

Jika seseorang sudah berusia dewasa, biasanya lebih mengerti dan bisa mawas diri agar tidak mengalami infeksi menular seksual.

dr. Putri mengatakan bahwa pelindung yang digunakan saat berhubungan seksual 98% melindungi dari infeksi menular skesual, tetapi 2% masih tetap beresiko tertular.

Meskipun menggunakan pelindung saat berhungungan intim, resiko tertular infeksi menular seksual dikarenakan gesekan yang menbabkan pelindung tersebut robek atau dikarenakan pelindung yang memiliki pori-pori tidak rapat.

Perlu diketahui bahwa makanan yang dikonsumsi akan berpengaruh terhadap daya tahan tubuh kita.

Mengonsumsi makanan yang bergizi dan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh.

Baca juga: Ahli Gizi Beberkan Aturan Makan dan Camilan yang Tepat bagi Penderita GERD

Untuk pencegahan infeksi menular sangat sulit hanya dari konsumsi makanan yang bergizi saja.

Infeksi menular seksual karena adanya virus seperti kutil kelamin, maka daya tahan tubuh harus tinggi.

Begitupun dengan herpes pada kelamin, pasien harus memiliki daya tahan tubuh yang cukup tinggi.

Apabila daya tahan tubuh semakin lemah, maka virus akan berkembang semakin pesat.

dr. Putri menyampaikan bahwa pasien dengan kutil kelamin yang memiliki daya tahan tubuh cukup bagus dan pasien yang memiliki daya tahan tubuh rendah akan berbeda klinisnya.

Awalnya kutil kelamin hanya tumbuh saru tetapi akan berkembang menjadi banyak.

Baca juga: Pentingnya Memahami Penularan dan Masa Inkubasi Penyakit Menular Seksual

Pasien dengan daya tahan tubuh lemah akan memiliki kutil dalam jumlah banyak, tetapi pasien dengan daya tahan tubuh bagus jumlah kutil cukup sedikit.

Perlu diketahui bahwa kutil kelamin pada wanita hamil, perkembangan kutil akan lebih tinggi.

Ini didampaikan pada channel YouTube Tribun Lampung bersama dengan dr. Putri Anitasari, Sp.KK. Seorang dokter spesialis penyakit kulit & kelamin. Jumat (24/7/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved