Breaking News:

Pentingnya Memahami Penularan dan Masa Inkubasi Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual bisa ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit ini bisa terjadi karena sering berganti pasangan tanpa alat kontrasepsi.

nationalgeographic.grid.id
ilustrasi penyakit menular seksual 

TRIBUNHEALTH.COM - Penyakit menular seksual biasanya disebut dengan infeksi menular seksual.

Penyakit menular seksual ditularkan melalui hubungan seksual.

Sering berganti-ganti pasangan dan tidak menggunakan kontrasepsi beresiko mengalami penyakit menular seksual.

Gejala-gejala penyakit kulit kelamin mengalami masa inkubasi masing-masing.

Penyakit gonorhoe termasuk penyakit yang paling cepat masa inkubasinya sekitar 2-5 hari.

Pada penyakit Sifilis masa inkubasi sedikit lebih lama, sekitar 10-90 hari setelah berhubungan.

ilustrasi penyakit menular seksual
ilustrasi penyakit menular seksual (nationalgeographic.grid.id)

Baca juga: drg. Anastasia Sebut Penambalan Gigi Dapat Memicu Kejadian Trauma Jaringan Lunak Rongga Mulut

Penyakit kulit kelamin mengalami masa inkubasi sekitar 1-8 bulan.

Penyakit Herpes genital pada perempuan atau laki-laki bisa terjadi sekitar 1-8 hari masa inkubasi.

Semua penyakit menular seksual mengalami masa inkubasi tergantung dari penyebab dan gejala.

Pada penyakit menular seksual seperti kutil kelamin, 2% bisa disebabkan oleh faktor eksternal seperti penggunaan toilet umum.

dr. Putri berpesan bahwa kita harus berhati-hati terhadap penularan kutil kelamin.

Baca juga: Bagian Bibir Atas yang Tidak Rapat Bisakah Dikatakan Sumbing? Simak Penjelasan drg. Yossi

Terutama pada perempuan yang sering buang air kecil di toilet umum cenderung lebih riskan, hanya saja akan sangat sulit sekali terjangkit kutil kelamin selain hubungan seksual.

Keputihan pada perempuan bisa disebabkan karena adanya jamur ataupun bakteri.

Perempuan bisa mengalami keputihan karena penggunaan toilet umum, penggunaan pantyliner secara terus menerus dan penggunaan sabun-sabun untuk daerah kewanitaan.

Keputihan merupakan hal yang normal bagi wanita, tetapi terdapat keputihan yang mengindikasikan adanya penyakit.

Baca juga: Sariawan Merupakan Efek Samping Setelah Dilakukan Penambalan Gigi? Begini Ulasan drg. Anastasia

dr. Putri menyampaikan bahwa pasien mengeluh keluar cairan dan perlu diketahui warna dari cairan tersebut untuk mengetahui indikasi yang tepat.

Jika cairan tersebut seperti lendir bening, tidak berwarna dan tidak berbau masih tergolong normal.

Cairan yang keluar sebelum atau sesudah haid masih bisa dikatakan normal.

Tetapi cairan keputihan yang berbentuk menggumpal seperti susu, berwarna kehijauan, keabuan dan berbau amis disertai rasa gatal perlu pemeriksaan lebih lanjut kontak seksualnya.

Jika telah melakukan kontak seksual bisa jadi keluhan tersebut diakibatkan oleh kontak seksual.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Lampung bersama dengan dr. Putri Anitasari, Sp.KK. Seorang dokter spesialis penyakit kulit & kelamin. Jumat (24/7/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved