Breaking News:

Sariawan Merupakan Efek Samping Setelah Dilakukan Penambalan Gigi? Begini Ulasan drg. Anastasia

Masalah gigi berlubang biasanya diatasi dengan tambal gigi agar lubang tersebut tidak melebar. Pada tindakan penambalan sering mengakibatkan trauma.

pixabay.com
ilustrasi dokter melakukan tindakan penambalan gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Saat penambalan gigi dokter akan menggunakan beberapa alat seperti kaca mulut atau alat-alat lain untuk mendorong jaringan lunak.

Pada kondisi tersebut, kadangkala pada pasien yang jaringan lunaknya cukup sensitif bisa mengalami proses efek lanjut berupa munculnya sariawan.

Pasien yang mengalami area jaringan lunak terasa kering, sehingga memicu atau memudahkan kejadian trauma pada jaringan lunak, dan akan muncul sariawan karena kondisi traumatik tersebut.

Seseorang yang memiliki tubuh sensitif biasanya mengalami sairawan setelah dilakukan penambalan gigi.

ilustrasi dokter melakukan tindakan penambalan gigi
ilustrasi dokter melakukan tindakan penambalan gigi (pixabay.com)

Baca juga: Simak Beberapa Alasan Seseorang Mengambil Keputusan Childfree Menurut Psikolog

Sariawan yang muncul setelah penambalan gigi akan sembuh dengan spontan dan tidak perlu dikhawatirkan sepanjang penyebab munculnya sariawan tersebut adalah trauma akibat penambalan gigi.

Tetapi kelembaban pada area rongga mulut tetap harus dijaga.

Jika terdapat kasus anomali misalkan Xerostomia atau mulut kering karena terdapat anomali tertentu atau dikarenakan kurang minum, perlu diperhatikan.

Apabila tidak mengalami anomali-anomali lain, umumnya sariawan akibat trauma penambalan gigi akan sembuh dengan cepat.

drg. Anastasia menyampaikan bahwa sariawan yang muncul setelah penambalan gigi bukanlah efek samping dari tambal gigi tetapi resiko tindakan penambalan gigi.

Baca juga: Mengapa Penderita GERD Tidak Boleh Konsumsi Makanan dalam Porsi Besar? Begini Ulasan Ahli Gizi

Disatu sisi dokter berusaha melindungi pasien, disisi lain alat yang digunakan untuk melindungi bisa memunculkan trauma pada jaringan lunak rongga mulut pasien.

Tetapi sariawan tergolong lebih ringan dibanding cedera yang dialami akibat peralatan dokter yang secara langsung, misalkan bor gigi.

Ketika proses penambalan dokter menggunakan bor, dan mukosa terkena bor gigi maka perlukaan yang terjadi lebih besar.

Terjadinya sariawan karena sebatas didorong saat penambalan gigi, atau trauma-trauma yang terjadi akibat tindakan penambalan tidak parah dan cepat sembuh.

drg. Aastasia menyampaikan bahwa trauma-trauma tersebut biasanya tejadi pada tindakan atau proses pelaksanaannya membutuhkan waktu yang lama.

Baca juga: Apakah Hasil Penggunaan Clear Aligner dan Kawat Gigi Tergolong Sama? Begini Jawaban drg. Farra

Tak hanya pada kasus yang membutuhkan waktu lama saja, pada kasus yang cukup rumit seperti bagian gigi belakang yang dekat dengan mukosa pipi sehingga saat proses pengerjaannya dokter menggunakan alat bantu.

Dokter mengatisipasi kejadian tersebut dengan mengoleskan bahan tertentu untuk melindungi mukosa.

Tetapi bahan tersebut tidak selalu efektif untuk setiap pasien.

Pada pasien tertentu yang mengalami alergi terhadap bahan tersebut atau sudah dioleskan bahan standart yang digunakan dokter masih mengalami memar dalam ukuran kecil dan kemudian hari memunculkan reaksi kejadian stomatitis atau sariawan karena traumatik.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews bersama dengan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati. Seorang dokter gigi. Jumat (7/8/2021)

(Tribunnews.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved