Breaking News:

drg. Angela Tegaskan Pembersihan Lidah Harus Dibiasakan setelah Menyikat Gigi

Perlu dipahami bahwa lidah yang tidak dibersihkan dan tidak dijaga kesehatannya akan berdampak serius bagi kesehatan, terutama kesehatan rongga mulut.

bobo.grid.id
ilustrasi membersihkan lidah 

TRIBUNHEALTH.COM - Kebersihan lidah tentu tidak kalah penting dengan menyikat gigi, karena anatomi pada lidah memang memungkinkan untuk terjadi kolonisasi bakteri atau mikroorganisme lain termasuk jamur.

Dari tempat dan lokasi lidah sudah rentan dijadikan kolonisasi bakteri, sehingga harus menjaga kebersihan lidah agar tidak mengalami suatu penyakit.

Terdapat dua cara membersihkan lidah yang baik dan benar, yakni secara mekanik dan secara kimiawi.

Cara pembersihan lidah memang harus dibiasakan setelah menyikat gigi, kita harus menyikat lidah.

ilustrasi membersihkan lidah
ilustrasi membersihkan lidah (bobo.grid.id)

Baca juga: Bersihkan Lidah secara Teratur, Kolonisasi Bakteri dan Jamur akan Berdampak Serius Bagi Kesehatan

Apabila tidak memiliki tongue scrapper bisa menggunakan sikat gigi cukup digosokkan dari pangkal lidah ke ujung depan 1-2 kali saja tanpa tekanan berlebih.

Setelah menggosok lidah, lanjutkan dengan berkumur untuk pencegahan yang bisa dilakukan di rumah.

Apabila sudah mulai muncul keluhan seperti halitosis atau bau mulut, perlu dikonsultasikan dengan dokter gigi.

Dokter akan mengevaluasi apakah bau mulut tersebut dikarenakan lidah tidak bersih, kurang pembersihannya, atau memang terdapat penyakit lain yang menyebabkan timbulnya bau mulut.

Baca juga: Kenali Beberapa Penyebab Kulit Sensitif, di Antaranya Kerusakan Skin Barrier

Kaitan kebersihan lidah dengan bau mulut dikarenakan antomi dari lidah memungkinkan terjadinya koloni mikroorganisme ketika kondisinya tidak bersih atau karena tidak membersihkannya secara efektif.

drg. Angela menyampaikan bahwa di dalam rongga mulut memang banyak berbagai macam bakteri dan jamur yang bersifat baik yang disebut dengan Flora normal.

Namun pada kondisi tertentu ketika terdapat faktor lokal seperti oral hygiene atau kebersihan mulut yang kurang atau adanya gigi berlubang dan karang gigi yang menumpuk sehingga menyebabkan kondisi rongga mulut terganggu keseimbangan lingkungannya dan tidak stabil.

Baca juga: Manfaat Botox Bagi Dunia Kesehatan Tak hanya Mengatasi Kerutan, Simak Ulasan dr. Vonny

Dengan keseimbangan lingkungan yang mulai terganggu, akhirnya Flora normal bisa berubah menjadi mikroorganisme patogen.

drg. Angela menjelaskan bahwa patogen bisa menyebabkan suatu penyakit atau kelainan.

Pada kondisi tersebut, bakteri bisa menghasilkan Volatil sulfur compound (VSC).

Volatil sulfur compound merupakan toksin dari bakteri yang menyebabkan adanya bau mulut.

Gangguan bau mulut yang disebabkan oleh jamur disebut dengan Kandidiasis yang disebabkan oleh jamur Kandida.

Baca juga: Amankah Jika Lansia Menggunakan Gigi Tiruan? Begini Penjelasan Dr. drg. Munawir H. Usman, SKG., MAP

Apabila penyebab bau mulut dikarenakan mikroorganisme jamur, pada kondisi patogen atau oral hygiene yang buruk dan laju saliran saliva rendah akhirnya sarang jamur bisa berbentuk seperti selimut bludru di atas lidah dan akan berwarna putih.

Lidah yang berwarna putih dan menjadi sarang jamur tersebut akan menyebabkan bau mulut dan kurangnya pengecapan.

Jika mengalami kondisi tersebut, maka harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Palu bersama dengan drg. Angela Putri Bunga. Seorang dokter gigi yang berpraktik di Telemedika Health Center. Selasa (6/4/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved