Breaking News:

Dokter Berhasil Lakukan Transplantasi Jantung Babi pada Manusia, Jadi yang Pertama dalam Kedokteran

Banyak ahli melihat bidang yang dikenal sebagai xenotransplantasi ini sebagai solusi untuk kekurangan donor organ

kompas.com
ilustrasi btransplantasi jantung 

TRIBUNHEALTH.COM - Manusia yang membutuhkan transplantasi mungkin bisa menggunakan organ hewan dalam beberapa tahun mendatang.

Hal itu disampaikan oleh seorang ahli bedah yang berhasil melakukan operasi pertama di dunia untuk memberikan jantung babi pada seorang pasien pria.

Banyak ahli melihat bidang yang dikenal sebagai xenotransplantasi ini sebagai solusi untuk kekurangan global donor organ manusia.

Pekan lalu, jantung babi yang dimodifikasi secara genetik ditransplantasikan ke pasien gagal jantung yang sakit parah.

Organ tersebut tampaknya berfungsi dengan baik sejauh ini, dilansir TribunHealth.com dari Daily Mail, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: Ilmuwan Lakukan Transplantasi Ginjal Babi pada Manusia, Hasil Uji Coba Terbukti Berhasil

Baca juga: 4 Manfaat Semangka untuk Kesehatan, Bantu Jaga Kesehatan Jantung dan Punya Senyawa Antikanker

Ilustrasi transplantasi dari organ babi
Ilustrasi transplantasi dari organ babi (Tribunnews.com)

Ahli bedah utama yang melakukan operasi tersebut, Dr Bartley Griffith, mengatakan operasi itu bisa membuktikan masa depan kedokteran.

"Jika kita berhasil dengan eksperimen ini, akan ada banyak organ... kita akan dapat memperluas kesehatan ke kelompok pasien yang lebih luas dan mereka dapat memiliki jantung sesuai permintaan," katanya.

Setelah diberitahu dia terlalu sakit untuk memenuhi syarat untuk organ manusia, David Bennett, 57, menjalani operasi sembilan jam di University of Maryland pada hari Jumat.

Dia pulih di rumah sakit, dibantu oleh mesin yang membantu memompa darah ke seluruh tubuhnya.

Sistem kekebalannya belum langsung menolak organ tersebut tetapi akan memakan waktu berminggu-minggu sebelum dokter dapat memastikan operasi itu berhasil.

Baca juga: dr. Gadih: Penting untuk Mengetahui Kelainan Jantung, Karena Pengobatannya Berbeda-beda

Baca juga: Kolesterol Tinggi Bisa Sebabkan Aterosklerosis, Rawan Komplikasi Stroke hingga Serangan Jantung

Ilustrasi pemeriksaan penyakit jantung
Ilustrasi pemeriksaan penyakit jantung (Pexels)

Dokter mengatakan beberapa minggu ke depan akan sangat penting untuk melihat apakah Mr. Bennett membuat pemulihan penuh.

Jika berhasil, itu akan menandai terobosan medis dan bisa menyelamatkan ribuan nyawa setiap tahun.

Dr Griffith mengatakan merupakan 'hak istimewa yang nyata' untuk terlibat dalam operasi tersebut.

"Luar biasa, pasien baik-baik saja hari ini hanya empat hari keluar, fungsi jantung terlihat normal, normal," tambahnya.

"Maksudku, pria ini memiliki hati babi di dadanya. Biarkan itu meresap sedikit."

Dr .Griffith mengatakan jika ini terbukti sukses, berarti lebih sedikit orang yang perlu menunggu lama untuk transplantasi.

Baca juga: Gejala Penyakit Jantung pada Wanita Berbeda dari Pria, Tanda Teratas Bukan Nyeri Dada

Baca juga: Gejala Penyakit Jantung Bisa Berbeda Satu Sama Lain, Bergantung pada Jenisnya

ilustrasi jantung sehat
ilustrasi jantung sehat (pixabay.com)

Seorang juru bicara NHS mengatakan mereka mengamati kasus tersebut dengan 'minat' .

Sementara itu, seorang ahli terkemuka memperkirakan operasi akan menjadi arus utama dalam satu dekade.

Para ilmuwan telah bermain-main dengan transplantasi dari hewan ke manusia selama berabad-abad, sejak tahun 1800-an ketika luka dirawat dengan cangkok kulit dari katak.

Menggunakan katup jantung babi sudah umum sekarang, tetapi transplantasi seluruh organ terbukti terlalu berbahaya sampai saat ini.

Pada Oktober 2021, ahli bedah membuat yang 'pertama' ketika mereka menempelkan ginjal yang ditanam pada babi ke pasien manusia yang mati otak.

Ginjal tersebut sebelumnya telah dimodifikasi secara genetik.

Ginjal berfungsi dengan baik selama periode pengamatan 54 jam.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved