Breaking News:

Terlalu Banyak Konsumsi Garam Bisa Sebabkan Penyakit Jantung hingga Risiko Kanker Lambung

Meski dibutuhkan tubuh, konsumsi garam berlebih bisa berdampak buruk pada kesehatan

pixabay.com
Ilustrasi Garam 

TRIBUNHEALTH.COM - Meskipun tubuh membutuhkan garam, terlalu banyak garam dapat merusak kesehatan.

Garam juga dikenal sebagai natrium klorida (NaCl), terdiri dari 40% natrium dan 60% klorida.

Saat ini, istilah "garam" dan "natrium" sering digunakan secara bergantian.

Berikut ini bahaya konsumsi garam dalam jumlah yang berlebihan, dilansir TribunHealth.com dari Healthline, Rabu (12/1/2022).

Dapat membahayakan kesehatan jantung

ilustrasi penyakit jantung
ilustrasi penyakit jantung (freepik.com)

Baca juga: R. Radyan Yaminar, S.Gz Beberkan Pentingnya Membatasi Asupan Gula, Garam, dan Lemak

Baca juga: Meski Hanya Sedikit, Kurangi Konsumsi Garam Bisa Berdampak Positif terhadap Kesehatan Jantung

Asupan natrium yang berlebihan merupakan masalah global.

Tingginya asupan natrium merupakan faktor risiko hipertensi, juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi.

Hipertensi meningkatkan risiko gagal jantung, suatu kondisi di mana jantung tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh.

Untungnya, mengurangi asupan garam dapat menurunkan tingkat tekanan darah.

Dalam analisis tahun 2016 dari 4 penelitian besar termasuk 113.118 orang dengan dan tanpa hipertensi, risiko penyakit jantung dan kematian lebih tinggi pada mereka yang memiliki asupan natrium tinggi, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi asupan natrium sedang.

Garam makanan
Garam makanan (Pixabay.com)

Baca juga: dr. Andreas Sebut Konsumsi Makanan Pedas dan Kadar Garam Tinggi Dapat Memicu Iritasi dan Radang Usus

Baca juga: Demi Cegah Penyakit Jantung, BPOM Amerika Desak Industri Kurangi Kandungan Garam dalam Makanan

Demikian pula, tinjauan penelitian pada 229.785 orang dewasa yang diikuti selama 13 tahun menemukan bahwa asupan natrium yang lebih tinggi dikaitkan dengan kematian akibat penyakit jantung.

Plus, ulasan tahun 2020 yang melibatkan 616.905 orang menemukan bahwa setiap peningkatan 1 gram asupan natrium harian menyebabkan risiko penyakit jantung hingga 6% lebih tinggi.

Namun, penelitian lain telah mengamati temuan yang berlawanan dan menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti untuk mendukung hubungan antara asupan natrium yang tinggi dan penyakit jantung.

Ada juga keraguan tentang betapa bermanfaatnya membatasi natrium, dengan beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan natrium moderat sekitar 1-2 sendok teh setiap hari tidak terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Mungkin terkait dengan kanker perut

ilustrasi kanker
ilustrasi kanker (kompas.com)

Baca juga: Sebuah Penelitian Kaitkan Minuman Manis dengan Risiko Kanker

Baca juga: 4 Manfaat Semangka untuk Kesehatan, Bantu Jaga Kesehatan Jantung dan Punya Senyawa Antikanker

Kanker perut, juga dikenal sebagai kanker lambung, adalah salah satu jenis kanker yang paling umum dan penyebab utama keempat kematian akibat kanker di seluruh dunia.

Beberapa penelitian mengaitkan diet tinggi garam, biasanya termasuk makanan seperti daging asin dan acar sayuran, dengan peningkatan risiko kanker perut.

Penelitian tahun 2016 pada 40.729 orang dewasa Jepang menemukan bahwa mereka yang lebih menyukai makanan asin memiliki risiko 30% lebih besar terkena kanker lambung daripada orang yang lebih menyukai makanan yang kurang asin.

Alasan mengapa garam dapat memicu kanker lambung tidak dipahami dengan baik.

Ada spekulasi bahwa asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan Helicobacter pylori (H. pylori) di perut.

Jenis bakteri ini dapat menyebabkan peradangan, tukak lambung, dan kemungkinan berkembangnya kanker lambung.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved