Breaking News:

Cairan Praejakulasi Pria Bisa Mengandung Sel Sperma, Tetap Berpeluang Sebabkan Kehamilan

Kehamilan bisa terjadi meski hanya berkontak dengan cairan praejakulasi pria

pixabay.com
Ilustrasi berhubungan suami istri 

TRIBUNHEALTH.COM Cairan praejakulasi, atau precum pria tetap bisa berpeluang menyebabkan kehamilan.

Cairan ini sebagian besar merupakan pelumas, tetapi juga dapat mengandung sperma dari penis ke vagina.

Pelepasan precum tidak bisa dikontrol, dilansir TribunHealth.com dari Medical News Today.

Saat precum memasuki vagina, kebanyakan orang tidak menyadarinya.

Dalam hal kemungkinan precum mengandung sperma, sebuah penelitian kecil menemukan bahwa sejumlah besar peserta memiliki sperma motil dalam sampel yang mereka berikan.

“Motil” berarti sperma dapat bergerak dengan cara yang dapat menyebabkan pembuahan.

Baca juga: Jenis-jenis Disfungsi Seksual pada Pria, Termasuk Ejakulasi Terbalik yang Bisa Pengaruhi Kesuburan

Baca juga: Kurang Hormon Testosteron Menyebabkan Pria Ejakulasi Dini? Berikut Ulasan dr. Andi Sugiarto, Sp.RM

ilustrasi praejakulasi pada pria
ilustrasi praejakulasi pada pria (kompas.com)

Sebelas dari 27 peserta memiliki sperma dalam cairan pra-ejakulasi mereka, dan pada 10 peserta, sejumlah besar sperma ini bergerak.

Namun, sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa hanya 16,7% pria sehat yang memiliki sperma motil dalam cairan pra-ejakulasi mereka.

Berikut ini kemungkinan kehamilan dalam berbagai kondisi:

3 hari sebelum ovulasi

2 dari 4 halaman

Hari-hari paling subur adalah 3 hari sebelumnya dan hingga hari ovulasi.

Untuk membatasi kemungkinan kehamilan, berhati-hatilah untuk menghindari paparan precum saat ini.

Saat berovulasi

Sperma dapat bertahan selama 3-5 hari di organ reproduksi wanita, dan sel telur hidup selama 12-24 jam setelah ovulasi.

Kehamilan dapat terjadi akibat paparan precum pada awal ovulasi, tetapi kemungkinan kehamilan berkurang seiring waktu.

Baca juga: Menstruasi Dua Kali dalam Satu Bulan, Apakah Normal? Begini Kata dr. Henry Jerikho Maruli, Sp.OG

Baca juga: Siklus Menstruasi yang Tidak Normal Dapat Menyebabkan Anemia dan Dampak Buruk Lainnya

ilustrasi menstruasi
ilustrasi menstruasi (tribunnewswiki.com)

Selama suatu periode menstruasi

Peluang untuk hamil selama menstruasi rendah, tetapi pembuahan dapat terjadi kapan saja dalam siklus jika seseorang tidak menggunakan alat kontrasepsi secara efektif dan ada paparan sperma, yang mungkin terjadi pada precum.

Saat menggunakan alat kontrasepsi

Peluang kehamilan setelah terpapar precum tergantung pada metode KB dan bagaimana orang tersebut menggunakannya.

Berikut ini rinciannya.

3 dari 4 halaman

Dengan kondom

Kemungkinan kehamilan saat mengandalkan kondom pria adalah 18%, dan 21% saat mengandalkan kondom wanita, yang bisa lebih sulit digunakan.

Artinya, ada kemungkinan kehamilan dari precum bagi orang yang menggunakan kondom, terutama jika mereka mulai menggunakan kondom setelah kontak seksual dimulai.

Dengan IUD

Peluang kehamilan dalam 1 tahun pemasangan kurang dari 1%. membuat kemungkinan kehamilan dari precum sangat rendah.

Tapi, efektivitas IUD dari waktu ke waktu akan berbeda-beda, tergantung jenisnya.

Tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan tentang kapan harus mengganti IUD.

Baca juga: Turorial Lepas IUD Mandiri Viral di TikTok, Ahli Kesehatan Ingatkan Bahaya dan Risiko yang Mengintai

Baca juga: Dokter Jelaskan Hal Dasar dalam Pemasangan IUD yang Perlu Diketahui

Ilustrasi IUD
Ilustrasi IUD (WHO.int via Tribunnews)

Setelah vasektomi

Tingkat kehamilan dalam 1 tahun setelah operasi kurang dari 1 dalam 100 sumber tepercaya.

Namun dalam minggu-minggu setelahnya, kehamilan masih mungkin terjadi.

4 dari 4 halaman

Orang harus terus menggunakan alat kontrasepsi sampai analisis sperma menunjukkan bahwa itu aman untuk dihentikan, biasanya dalam 16 minggu.

Setelah melahirkan

Kehamilan terjadi pada 2% orang yang menyusui secara eksklusif hingga 6 bulan dan sebelum mereka memiliki periode pasca-kehamilan pertama mereka.

Tetapi kehamilan dapat terjadi sekitar waktu ovulasi, dan mungkin sulit untuk mengetahui kapan ovulasi terjadi setelah melahirkan karena terjadi sebelum periode pertama.

Sehingga sulit untuk memprediksi kemungkinan kehamilan saat ini.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved