Breaking News:

Apakah Darah dari Pasien OTG Covid dapat Menularkan ke Orang Lain? Ini Kata dr Linda Lukitari Waseso

Berikut ini simak penjelasan dr. Linda Lukitari Waseso mengenai donor darah pada pasien OTG Covid-19.

Freepik.com
Ilustrasi donor darah-simak penjelasan dr. Linda Lukitari Waseso mengenai donor darah pada pasien OTG Covid-19. 

TRIBUNHEALTH.COM - Donor darah merupakan suatu kegiatan memberikan darah secara sukarela pada orang-orang yang membutuhkan.

Kegiatan ini sangat dianjurkan karena memiliki beragam manfaat.

Baik untuk kesehatan diri sendiri dan membantu kesehatan orang lain.

Baca juga: Kendala Penyandang Talasemia Dalam Mendapatkan Pendonor Darah Di Tengah Pandemi Covid-19

Seseorang yang melakukan donor darah disebut sebagai pendonor.

Lantas bagaimana bila pendonor tersebut ternyata terinfeksi Covid-19 tanpa bergejala (OTG)?

Ilustrasi melindungi diri dari Covid-19
Ilustrasi melindungi diri dari Covid-19 (Freepik.com)

Akankah menularkan darah yang didonor tersebut ke penerimanya?

Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV, Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Pusat, dr. Linda Lukitari Waseso memberikan tanggapannya.

Baca juga: Kabar Baik, Ahli Perkirakan Status Covid-19 Bisa Turun Jadi Endemik dalam Beberapa Bulan Mendatang

Menurut keterangan Linda, hingga saat ini jurnal yang telah didapatkan, belum menyampaikan penularan darah dari pasien OTG ke transfusi.

Pasalnya telah diketahui, bahwa penularan Covid-19, inhalasinya tidak melalui darah.

Ilustrasi darah
Ilustrasi darah (kompas.com)

Baca juga: Tak Semua Orang Bisa Donorkan Plasma Konvalesen, dr. Theresia Monica Rahardjo Sebut Antibodi Sedikit

Melainkan melalui:

- Hidung

- Mulut

- dan paru-paru.

Prosedur Memberikan Donor Darah

Prosedur dalam pemberian donor darah ini diambil dari tubuh.

Pada perempuan cukup 250 cc, tetapi lebih dianjurkan 350 cc.

Ilustrasi: Penyintas COVID-19 mendonorkan plasma konvalesen di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (15-6-2021). PMI Kota Surakarta melayani warga yang mendonorkan plasma konvalesen dari pagi hingga pukul 21.00 setiap harinya. Kegiatan ini merupakan langkah dari Palang merah Indonesia (PMI) untuk memenuhi ketersediaan plasma darah diseluruh daerah di Jawa Tengah.
Ilustrasi: Penyintas COVID-19 mendonorkan plasma konvalesen di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (15-6-2021). PMI Kota Surakarta melayani warga yang mendonorkan plasma konvalesen dari pagi hingga pukul 21.00 setiap harinya. Kegiatan ini merupakan langkah dari Palang merah Indonesia (PMI) untuk memenuhi ketersediaan plasma darah diseluruh daerah di Jawa Tengah. (TRIBUNNEWS.COM/MUHAMMAD NURSINA)

Hal ini bertujuan agar bisa dibuat beberapa komponen.

Seseorang yang ingin melakukan donor darah, wajib melakukan serangkaian pemeriksaan.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh pasien secara gratis.

Baca juga: Benarkah Transfusi Darah Bisa Menyebabkan Rasa Gatal? Ini Kata dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD-KHOM

Bila hasil pemeriksaan dinyatakan sehat, maka oang tersebut baru diperbolehkan melakukan donor darah.

Berikut ini beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan sebelum melakukan donor darah.

Halaman
12
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved