Breaking News:

Studi Ilmiah Kaitkan Penyakit Gusi dengan Risiko Kesehatan Mental

Peneliti: ketika kesehatan mulut memburuk, akan terjadi penurunan kualitas hidup secara substansial

pixabay.com
ilustrasi seseorang yang mengalami penyakit gusi 

TRIBUNHEALTH.COM - Sebuah studi yang dilakukan para peneliti di Inggris melaporkan bahwa dampak penyakit periodontal (penyakit gusi) tak hanya pada area mulut.

Penyakit gusi meningkatkan risiko berbagai kondisi kesehatan yang serius.

Bahkan studi ini menemukan bahwa kesehatan gusi yang buruk dikaitkan dengan peningkatan kondisi kesehatan mental, serta penyakit autoimun, kardiovaskular, dan kardiometabolik.

Sebagai rekan penulis pertama studi tersebut, Dr. Joht Singh Chandan, memberi menjelaskan dalam siaran pers.

“Ketika kesehatan mulut memburuk, itu dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup secara substansial," katanya diberitakan TribunHealth.com dari Medical News Today, Rabu (5/1/2022).

Baca juga: Mengenal Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Gingivitis atau Radang Gusi

ilustrasi gingivitis atau radang gusi
ilustrasi gingivitis atau radang gusi (intisari.grid.id)

"Namun, hingga saat ini, belum banyak yang diketahui tentang hubungan antara kesehatan mulut yang buruk dan banyak penyakit kronis, khususnya gangguan kesehatan mental."

Penulis studi bersama dan spesialis periodontal Dr. Devan Raindi memberi komentar kepada Medical News Today.

“Dapat dipostulasikan bahwa konsekuensi dari periodontitis, yang meliputi halitosis (bau mulut), pergeseran gigi, mobilitas gigi, dan akhirnya kehilangan gigi, akan memiliki dampak psikososial pada individu.”

“Ini dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, serta masalah fungsional [yang berkaitan dengan makan dan rasa sakit]."

Baca juga: drg. Anastasia Ririen Paparkan Tanda Radang Gusi, Bentuknya Berubah dan Lebih Mudah Berdarah

Baca juga: drg. Anastasia Ririen Paparkan Berbagai Penyebab Radang Gusi, Termasuk Adanya Karies pada Gigi

ilustrasi seseorang yang mengalami infeksi pada gusi
ilustrasi seseorang yang mengalami infeksi pada gusi (freepik.com)

"Oleh karena itu, kami melakukan salah satu studi epidemiologi terbesar dari jenisnya hingga saat ini, menggunakan data perawatan primer Inggris untuk mengeksplorasi hubungan antara penyakit periodontal dan beberapa kondisi kronis.”

Untuk mengukur efek kesehatan non-gigi dari penyakit periodontal dan fase awalnya, gingivitis, para peneliti mengidentifikasi kohort 64.379 orang dewasa di negara tersebut dengan masalah kesehatan gusi, seperti yang dicatat dalam catatan dokter umum (GP).

Usia rata-rata kohort adalah 45 tahun, 43% dari kelompok adalah laki-laki, dan 30% adalah perokok.

Kesehatan setiap individu dilacak selama rata-rata 3,4 tahun.

Para peneliti menilai risiko mengembangkan masalah kesehatan tambahan dengan membandingkan riwayat medis kohort dengan kelompok kontrol yang cocok secara demografis, yang terdiri dari 251.161 orang tanpa penyakit periodontal.

Hasilnya diterbitkan di BMJ Open.

Namun penelitian ini tak dapat menjelaskan hubungan sebab akibat.

Jadi masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara kesehatan mental dengan penyakit gusi.

Baca berita lain tentang kesehatan gigi dan mulut di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved