Breaking News:

drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA: Penggunaan Empeng Terlalu Lama Membuat Susunan Gigi Bercelah

Menurut drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA kebiasaan mengempeng mengakibatkan gigi pada rahang atas dan bawah tidak bertemu.

lifestyle.kompas.com
Ilustrasi empeng bayi, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA tak sarankan beri empeng terlalu lama 

TRIBUNHEALTH.COM - Tak sedikit orang tua yang membiasakan anak menghisap empeng agar anak tidak menangis.

Namun penggunaan empeng terlalu lama dapat berdampak buruk pada perkembangan rahang dan gigi anak.

Sebelum memberikan empeng kepada anak, sebaiknya orang tua mencari tahu terlebih dahulu manfaat dan risiko penggunaan empeng.

Baca juga: Faktor yang Menandakan Stunting pada Anak dapat Diketahui dari Tinggi dan Berat Badan

Secara alami bayi memang sering menggunakan bibir dan mulutnya untuk menghisap sesuatu, seperti jari tangannya sendiri maupun puting ibu.

Ilustrasi pemberian empeng pada bayi, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA ungkap membuat gigi bercelah
Ilustrasi pemberian empeng pada bayi, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA ungkap membuat gigi bercelah (m.tribunnews.com)

Ternyata aktivitas mengisap jari tangan sudah dilakukan bayi sejak berada di dalam kandungan.

Lebih tepatnya ketika usia kandungan memasuki minggu ke-36.

Hal ini disampaikan oleh Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 25 Desember 2021.

Baca juga: Pemakaian Mouthwash Selama 30 Detik dapat Mematikan Virus Corona? Begini Ulasan drg. Anastasia

Dokter menuturkan jika penggunaan empeng terlalu lama dapat membuat susunan gigi memiliki celah.

Kebiasaan ini juga mengakibatkan gigi pada rahang atas dan bawah tidak bertemu.

Ilustrasi gigi bercelah akibat penggunaan empeng, simak ulasan drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA
Ilustrasi gigi bercelah akibat penggunaan empeng, simak ulasan drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA (Pixabay)

Hal ini lantaran adanya celah gigi akibat keberadaan empeng.

Dokter sarankan penggunaan empeng tidak lebih dari 2 tahun.

Karena jika terus berlanjut akan menyebabkan kesalahan dalam proses pertumbuhan, baik rahang, gigi, maupun otot-otot yang ada di sekitar wajah.

Baca juga: Kesadaran Masyarakat Akan Kesehatan Gigi Sangat Rendah, drg. Ummi Sarankan Edukasi di Segala Usia

Otot sekitar wajah dalam dunia medis biasa disebut sebagai otot artikulasi.

Meskipun tekanan yang ditimbulkan ringan, frekuensi dan durasi waktu yang sangat lama menyebabkan terjadinya perubahan dari struktur rahang dan gigi anak.

Profil drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA
Profil drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA (Dentamedica care center)

Penjelasan Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp.KGA dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 25 Desember 2021.

(Tribunhealth.com/Dhianti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved