Breaking News:

Pandemi Belum Usai, Perlu Dukungan Semua Pihak untuk Cegah Penularan saat Libur Natal & Tahun Baru

Berbagai pihak menekankan pentingnya dukungan masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19 selama liburan

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi Perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2022 - Pemerintah kembali berlakukan ketentuan PPKM Level 3 saat Hari Natal dan Tahun Baru, ketentuan berlaku dari 24 Desember 2021 - 2 Januari 2022. 

TRIBUNHEALTH.COM - Pemerintah menyebut tetap ada risiko kenaikan kasus positif Covid-19 pada libur natal dan tahun baru (Nataru).

Karenanya, pemerintah meminta dukungan semua pihak agar tidak terjadi lonjakan.

Pasalnya, pada libur Nataru ada potensi mobilitas masyarakat dalam skala besar.

Tentunya hal ini bisa memunculkan risiko penularan Covid-19.

Terkait hal ini, pemerintah melakukan sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan pentingnya disiplin protokol kesehatan jelang akhir tahun terus dilakukan.

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), M Adib Khumaidi menjelaskan, peran masyarakat sangat besar dalam upaya menekan potensi kenaikan kasus.

Peran tenaga kesehatan juga bersifat vital.

Tentunya, semua itu ditopang dengan kinerja pemerintah sebagai pemangku kebijakan.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Ketersediaan Vaksin COVID-19 Aman hingga Akhir Tahun, Begini Ulasan dr. Reisa

Baca juga: WHO Nyatakan Vaksin COVID-19 Efektif Mengurangi Rawat Inap dan Risiko Kematian

Sambut Natal Mall Taman Anggrek Jakarta memasang Pohon Natal Raksasa, Senin (21/12/2020). Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di Masa Pandemi Covid-19.
Sambut Natal Mall Taman Anggrek Jakarta memasang Pohon Natal Raksasa, Senin (21/12/2020). Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di Masa Pandemi Covid-19. (WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)

Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 juga diharapkan selalu bekerja dan melakukan sosialisasi agar masyarakat disiplin protokol kesehatan secara ketat.

“Yang terpenting adalah, standar yang sudah ada sekarang harus dipertahankan, jangan mencoba mengurangi standar,” tegasnya dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) - KPCPEN, Selasa (23/11/2021).

Adib menyebutkan, koordinasi di tingkat daerah juga harus dilakukan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus.

“Kami yakin teman-teman di daerah sudah belajar banyak dari kenaikan kasus sebelumnya, dengan persiapan dan koordinasi yang terus dilakukan sehingga kita siap kalau terjadi lonjakan kasus. Mudah-mudahan tidak terjadi,” tuturnya.

Baca juga: Kiat-kiat Kementerian Kesehatan dalam Mencegah Kenaikan Kasus Covid-19

Baca juga: Kasus Covid-19 di Eropa Melonjak, WHO Sebut Kini Benua Biru Jadi Pusat Penularan Virus Corona

Ilustrasi New Normal - Pengunjung menikmati makanan di meja makan yang diberi partisi atau sekat pembatas di food court Tunjungan Plaza, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/6/2020). Pengelola Tunjungan Plaza memasang partisi atau sekat pembatas berbahan akrilik (acrylic) di setiap meja makan dalam rangka penerapan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus corona (Covid-19) pada masa transisi new normal (tatanan normal baru).
Ilustrasi New Normal - Pengunjung menikmati makanan di meja makan yang diberi partisi atau sekat pembatas di food court Tunjungan Plaza, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/6/2020). Pengelola Tunjungan Plaza memasang partisi atau sekat pembatas berbahan akrilik (acrylic) di setiap meja makan dalam rangka penerapan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus corona (Covid-19) pada masa transisi new normal (tatanan normal baru). (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Terkait antisipasi menjelang Nataru apabila terjadi lonjakan kasus, Adib menambahkan kesiapan tenaga kesehatan perlu didukung dengan kesiapan lain seperti obat dan peralatan.

“Bukan hanya kesiapan SDM (Sumber Daya Manusia), tapi bagaimana mereka terfasilitasi dengan obat, alat kesehatan, oksigen. Tapi dari sisi SDM, saya yakin teman-teman di daerah siap,” ujarnya.

Walaupun kasus saat ini rendah, Adib menekankan untuk tidak meninggalkan kewaspadaan, mengingat Covid-19 selalu berkembang dan berubah.

“Yang penting adalah gaya hidup sehat, protokol kesehatan karena saat ini kita dalam upaya adaptasi, dan lingkungan yang sehat,” pesan Adib.

Baca juga: Pandemi Belum Usai, Pihak Kemenkes Sarankan Pakai Masker Dobel untuk Hindari Penularan Covid-19

ILUSTRASI New Normal - Pengunjung mengenakan face shield atau alat pelindung wajah saat berbelanja di Plaza Marina Surabaya, Rabu (3/6/2020). Plaza Marina Surabaya menerapkan protokol penerapan normal baru atau new normal secara ketat bagi setiap pengunjung seperti wajib memakai pelindung wajah, masker dan melalui pengecekan suhu tubuh saat masuk mal. Semua karyawan di salah satu pasar telekomunikasi ini juga diwajibkan menggunakan sarung tangan untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19.
ILUSTRASI New Normal - Pengunjung mengenakan face shield atau alat pelindung wajah saat berbelanja di Plaza Marina Surabaya, Rabu (3/6/2020). Plaza Marina Surabaya menerapkan protokol penerapan normal baru atau new normal secara ketat bagi setiap pengunjung seperti wajib memakai pelindung wajah, masker dan melalui pengecekan suhu tubuh saat masuk mal. Semua karyawan di salah satu pasar telekomunikasi ini juga diwajibkan menggunakan sarung tangan untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Pada kesempatan yang sama, Anggota Satgas Penanganan COVID-19 Sub Bidang Mitigasi, Falla Adinda menegaskan besarnya peran pemerintah daerah dalam upaya menekan risiko penularan diakibatkan oleh mobilitas libur Nataru, termasuk mencegah kerumunan dan memastikan bmasyarakat mematuhi aturan.

“Selama tidak ada perpindahan manusia, maka kasus infeksi atau penularan bisa ditekan,” kata Falla.

Ia mengharapkan masyarakat memahami, bahwa pembatasan mobilitas ditetapkan bukan untuk menghambat pulihnya perekonomian, melainkan untuk mencoba mengendalikan Covid-19 agar pada bulan-bulan berikutnya, Indonesia bisa mempertahankan situasi yang telah membaik saat ini.

“Kebijakan (PPKM) diambil untuk menyelamatkan yang paling penting dulu, yaitu nyawa manusia,” ujar Falla yang juga seorang dokter ini.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved