Breaking News:

WHO Nyatakan Vaksin COVID-19 Efektif Mengurangi Rawat Inap dan Risiko Kematian

Menurut dr. Reisa Broto Asmoro seluruh jenis vaksin COVID-19 efektif digunakan dan sudah di setujui BPOM.

kompas.com
Ilustrasi vaksin COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro imbau untuk segera lakukan vaksinasi 

TRIBUNHEALTH.COM - Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro memaparkan jika Indonesia terus mendapatkan hibah vaksin dan apresiasi oleh fasilitas kerjasama internasional seperti COVAX dengan memastikan suplai vaksin COVID-19 selalu tersedia di dalam negeri.

Kedatangan vaksin hasil pembelian langsung maupun hibah dari negara sahabat membuat jumlah total vaksin yang sudah diterima di Indonesia per hari Jumat, 19 November 2021 adalah sebanyak 348,6 juta dosis vaksin baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku.

Baca juga: Sikat Gigi Kurang Tepat Bisa Sebabkan Gigi Berlubang, Begini Penjelasan drg. Zaida Dahlia Wattimena

Melalui jumpa pers pada tanggal 12 November 2021, WHO menyatakan bahwa data-data sudah cukup kuat untuk menyatakan vaksin efektif mengurangi rawat inap dan mengurangi risiko kematian.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 19 November 2021.

Ilustrasi vaksin COVID-19
Ilustrasi vaksin COVID-19 (kompas.com)

Oleh karena itu dr. Reisa mengimbau seluruh masyarakat yang belum melakukan vaksinasi untuk segera ke sentra vaksinasi terdekat.

dr. Reisa ingatkan bagi masyarakat yang masih mendapatkan 1 dosis vaksinasi untuk segera melengkapinya.

Seluruh jenis vaksin sama-sama efektif di gunakan dan sudah di setujui BPOM.

Baca juga: Apakah Ada Kaitannya antara Gerd dengan Asam Urat? Begini Jawaban dr. Tan Shot Yen

BPOM menyatakan jika vaksin COVID-19 aman, bermutu, dan berkhasiat.

"Sudah 42,23% dari 208 juta lebih orang Indonesia yang sudah di vaksinasi lengkap atau hampir 88 juta orang telah selesai mendapatkan dosis kedua dan 45,4 juta lebih sudah menunggu pemberian dosis kedua setelah selesai mendapatkan dosis pertama," pungkasnya.

dr. Reisa Broto Asmoro
dr. Reisa Broto Asmoro (health.com)

dr. Reisa sebut jika dr. Maria dari WHO menyampaikan bahwa vaksin harus menjangkau orang-orang yang paling membutuhkannya.

"Jadi bukan hanya tentang berapa cakupan vaksin yang sudah kita capai, akan tetapi juga tentang siapa saja yang sudah di vaksinasi," tambahnya.

Baca juga: 4 Gejala Sembelit dan Kemungkinan Penyebabnya, Kurang Makan Serat hingga Efek Samping Obat

dr. Reisa tekankan jika program vaksinasi COVID-19 di Indonesia sejatinya bukan hanya tentang siapa yang di vaksinasi, akan tetapi juga tentang siapa saja yang belum di vaksinasi.

Penjelasan Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 19 November 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved