Breaking News:

Adib Setiawan, S.Pdi., M.Psi. Paparkan Penanganan untuk Seseorang yang Mengalami Delusi

Tanpa disadari tidak semua oranng memiliki mental yang sehat. Banyak yang mengalami gangguan mental seperti halusinasi dan gangguan mental lainnya.

mobile.twitter.com
ilustrasi penanganan delusi 

TRIBUNHEALTH.COM - Sebenarnya tidak banyak orang memiliki mental yang benar-benar sehat.

Gangguan pada mental seseorang tidak hanya halusinasi saja, tetapi delusi juga menjadi gangguan mental serius.

Baik halusinasi maupun delusi terjadi ketika otak memproses suatu hal yang sebenarnya tidak terjadi.

Delusi dan halusinasi kerap disalah artikan sebagi hal yang sama, dan ternyata keduanya memiliki perbedaan yang mendasar.

Delusi adalah keyakinan yang dipegang secara kuat namun tidak akurat, di mana keyakinan tersebut tanpa bukti.

Misalnya seseorang merasa diikuti oleh orang lain, merasa menjadi target dicelakai, atau merasa menjadi target disantet oleh orang lain.

ilustrasi penanganan delusi
ilustrasi penanganan delusi (mobile.twitter.com)

Baca juga: Bayi yang Akan Lahir Bisa Diprediksi Tingginya, Ini Rumus Menghitung Perkiraan Tinggi Badan

Perbedaan antara delusi dan halusinasi ialah sebagai berikut:

Halusinasi adalah indra melihat namun yang dilihat bukan yang seharusnya dilihat.

Misalnya jendela tampak makhluk halus, atau benda-benda lain.

Halusinasi lain misalnya terlinga terasa ada yang berbicara.

Sedangkan delusi lebih ke keyakinan yang salah.

Misalnya merasa dirinya diikuti oleh seseorang, dirinya diomongin orang atau merasa dirinya sebagai seseorang yang hebat menjadi orang pilihan.

Delusi bisa sembuh tentunya dengan membangunkan kesadaran yang benar.

Baca juga: Gejala Kolesterol Tinggi Bisa Muncul di Area Kaki, Makin Terasa Parah pada Malam Hari

Berpikir logis dan realistis membuat orang terhindar dari delusi.

Apa saja penanganan yang dilakukan untuk menyembuhkan delusi?

Berikut adalah penjelasan Adib Setiawan, S.Pdi., M.Psi. (Psikolog di www.praktekpsikolog.com). Seorang psikolog keluarga dan pendidikan anak.

Kini dirinya telah memiliki sebuah yayasan yang bernama Praktek Psikolog Indonesia.

Saat ini yayasan yang Adib dirikan telah tersebar di berbagai wilayah.

Ia bertugas di Yayasan Praktek Psikolog Indonesia Cabang Tangsel.

Saat ini juga menjadi Koordinator untuk cabang Bintaro-Jaksel, Rawamangun-Jaktim, Pondok Aren-Tangsel, Cileungsi-Perbatasan Bogor Bekasi, Semarang, Makassar dan Surabaya.

Baca juga: Dokter Jelaskan Efek Samping Booster Vaksin Covid-19, Tubuh Merasa Lelah dan Nyeri di Area Lengan

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved