Breaking News:

Keluarga Memiliki Peran Besar Terhadap Trauma Anak dengan Dokter Gigi? Simak Ulasan drg. Anastasia

Sering ditemui anak-anak takut untuk berkunjung ke dokter gigi meskipun hanya kontrol kesehatan saja. Mereka takut dengan tindakan yang akan dilakukan

pixabay.com
ilustrasi pemeriksaan gigi anak yang didampingi orangtua 

TRIBUNHEALTH.COM - Pendidikan tidak hanya setelah anak-anak sudah siap untuk dirawat oleh dokter gigi, tetapi bahkan sejak anak masih didalam kandungan.

Maksudnya ialah mindset orangtua memiliki peran besar dalam proses pendidikan anak.

Artinya, begitu anak hadir seyogyanya orangtua sudah mulai mengatur mindset agar nantinya sejak anak lahir semua yang dikomunikasikan dengan anak secara tepat.

Usia berapapun anak bisa dibawa untuk pengenalan dengan dokter gigi.

Seringkali para orangtua membawa anak ke dokter gigi tidak semudah mengajak jalan-jalan.

ilustrasi pemeriksaan gigi anak yang didampingi orangtua
ilustrasi pemeriksaan gigi anak yang didampingi orangtua (pixabay.com)

Baca juga: Mata Katarak Bisa Ditimbulkan oleh Beberapa Penyebab, Tak Hanya karena Penuaan

Padahal para ahli menganjurkan para orangtua mengajak anak untuk berkunjung ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

Pada anak-anak yang sering terjadi trauma yang mereka alami banyak akibat pengaruh lingkungan.

Keluarga sebagai institusi terdekat dari anak, dan memiliki peran besar terhadap trauma anak untuk datang ke dokter.

Maka, cara berfikir terkait pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada keluarga perlu dibangun dengan tepat.

Kesadaran ini menyangkut bagaimana sikap yang diambil oleh keluarga dalam menyiapkan seluruh anggota keluarga untuk menjalankan protokol kesehatan rutin sehari-hari termasuk dalam perawatan kasus sympthom yang dialami.

Baca juga: Mungkinkah Seseorang yang Mengalami Delusi Tidak Bisa Disembuhkan? Berikut Penjelasan Psikolog

Dikatakan 6-15% dari populasi trauma terhadap perawatan kedokteran gigi.

Penting sekali untuk disadari bersama bahwa pola pendidikan didalam rumah sangat penting.

51% dari kejadian trauma dialami oleh anak-anak terkait menghadapi dokter.

Sekitar 22% dialami pada saat anak-anak berusia remaja.

Pentingnya kesadaran bersama terkait bagaimana keluarga menciptakan suasana senyaman mungkin.

Memasukkan nilai-nilai penting pada anak agar siap menghadapi cara perawatan kesehatan, termasuk kesehatan gigi dan mulut.

Ini disampaikan pda channel YouTube Tribunnews.com, bersama dengan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati. Seorang dokter gigi. Jumat (6/11/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved