Breaking News:

Berada di Ruangan Sejuk Dapat Mencegah Malaria, Simak Penjelasan dr. Robert Sinto, Sp.PD, KPTI

Berikut ini simak ulasan dari dr. Robert Sinto, Sp.PD, KPTI mengenai pencegahan penyakit Malaria.

kompas.com
Ilustrasi diagnosis penyakit malaria-simak ulasan dari dr. Robert Sinto, Sp.PD, KPTI mengenai pencegahan penyakit Malaria. 

TRIBUNHEALTH.COM - Malaria adalah penyakit yang Endemis yang harus dihindari.

Penyakit ini telah banyak dijumpai di kawasan Indonesia Timur.

Untuk mencegah malaria, umumnya masyarakat akan menggunakan kelambu saat tidur atau memanfaatkan obat pencegah gigitan nyamuk.

Namun rupanya bukan hanya itu saja. Pencegahan malaria juga bisa dilakukan dengan berada di ruangan yang sejuk.

Baca juga: Nyamuk Malaria Hanya Mengigit di Malam Hari, Ketahui Penyebabnya dari dr. Robert Sinto, Sp.PD, KPTI

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi, Robert Sinto.

Menurutnya, secara umum udara yang sejuk dapat menghambat pergerakan genetika dari nyamuk.

"Secara umum udara yang sejuk dapat menghambat pertumbuhan atau gerak genetika dari nyamuk," ujarnya dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV.

ilustrasi berjemur saat pagi hari
Ilustrasi  berada di lingkungan yang sejuk (freepik.com)

Namun dalam penelitian beberapa tahun terakhir, walaupun suhu yang lebih rendah dapat menghambat pertumbuhan nyamuk, tetapi bila dinaikkan suhunya bisa jadi berkembang biak lagi.

Sehingga suhu yang rendah tidak mutlak menjamin pergerakan nyamuk malaria sepenuhnya terhambat.

Baca juga: Sama-sama Akibat Gigitan Nyamuk, Ini Perbedaan Malaria dan Demam Berdarah menurut Dokter

"Sehingga tidak berbentuk absolut suhu rendah dia mati, tetapi sebetulnya lebih ke arah realivitas."

"Bahwa suhu yang lebih tinggi itu kemampuan gerak dari nyamuk memang lebih aktif atau lebih baik," sambung Robert.

Nyamuk Malaria Banyak Mengigit di Malam Hari

Ilustrasi terkena gigitan nyamuk malaria
Ilustrasi terkena gigitan nyamuk malaria (kompas.com)

Malaria terjadi karena gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi dengan Plasmodium.

Nyamuk malaria ini banyak mengigit pada waktu malam hari.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara agar terhindar dari gigitan nyamuk ini.

Baca juga: dr. Tan Shot Yen Sarankan untuk Segera Bawa Anak ke Rumah Sakit saat Mengalami Demam Berdarah

Beberapa cara di antaranya yaitu dengan meminimalisir bepergian ke luar rumah saat malam hari.

"Pencegahan utamanya, salah satunya adalah pada malam hari kalau bisa tidak pergi, tidak pergi," tutur Robert.

Kendati demikian, bukan berarti nyamuk malaria hanya aktif pada malam hari saja.

Ilustrasi demam malaria
Ilustrasi demam malaria (Freepik.com)

Baca juga: Berbagai Penyebab Gatal pada Kulit dan Tips NHS untuk Ringankan Gejalanya

Pada populasi nyamuk malaria tertentu, ada yang bersikulasi pada waktu pagi dan siang hari.

"Jadi tidak bisa dipukul rata pada malam hari semua," imbuh Robert.

Namun mayoritas, nyamuk ini menyerang pada saat malam hari.

Baca juga: Meskipun Sama-sama Gangguan Lambung, Ternyata Maag dan Asam Lambung Adalah Penyakit yang Berbeda

Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi, Robert Sinto ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV, Kamis (29/4/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved