Breaking News:

Tips dr. Sylvana Evawani, Sp.KJ untuk Atasi Kecemasan Berlebih, Atur Napas dan Lakukan Relaksasi

Kecemasan sendiri wajar dirasakan, namun bisa sampai mengganggu kehidupan sehari-hari

Pixabay
Ilustrasi kecemasan 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Sylvana Evawani, Sp.KJ berbicara mengenai kecemasan ketika menjadi narasumber dalam program Ayo Sehat Kompas TV.

dr. Sylvana Evawani, Sp.KJ juga memberikan tips yang bisa dilakukan ketika kecemasan mulai mengganggu.

Dia menjelaskan, kecemasan sebenarnya adalah salah satu komponen emosi.

Karenanya, kecemasan wajar dirasakan oleh seseorang.

Bahkan bisa dibilang hal ini menjadi bagian dari hidup manusia.

"Seorang yang cenderung (mengatakan) kita Jangan cemas, Jangan sedih."

"Sebetulnya perasaan cemas itu kan adalah salah satu komponen emosi," katanya, dikutip TribunHealth.com.

"Artinya Kecemasan itu memang sesuatu yang wajar, apalagi dalam situasi pandemi ini."

Baca juga: Kenali Manfaat dan Risiko Tidur dengan Hewan Peliharaan Tiap Malam, Bisa Bantu Kurangi Kecemasan?

Baca juga: Sedang Tren Anxiety Ring, Apakah Cincin Tersebut Benar-benar Bisa Hilangkan Kecemasan?

Ilustrasi gangguan kecemasan
Ilustrasi gangguan kecemasan (Pixabay)

Namun memang kecemasan bisa dianggap tak wajar pada tahap tertentu.

dr. Sylvana Evawani, Sp.KJ menjelaskan batasnya adalah ketika kecemasan menjadi mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Artinya Kecemasan itu mungkin membuat kita fokus di situ, membuat kita tidak mau misalnya keluar rumah, atau tidak melakukan mau melakukan apa-apa, atau jadi berlebihan gitu."

dr. Sylvana Evawani, Sp.KJ mengungkapkan yang perlu dilakukan adalah mengontrol kecemasan tersebut.

"Jadi kecemasan kita Bolehkan namun kita bisa belajar untuk mengontrol perasaan tersebut."

Terkait hal ini, dia memberikan tips yang bisa dilakukan.

Baca juga: Tips CDC Atasi Stres dan Kecemasan Akibat Diabetes, Salah Satunya Luangkan Waktu untuk Me Time

Baca juga: Terlalu Lama di Rumah Saja, Pakar Psikologi Sebut Wajar Alami Kecemasan Jelang New Normal

Ilustrasi kecemasan sosial
Ilustrasi kecemasan sosial (Freepik)

Pertama, dr. Sylvana Evawani, Sp.KJ menjelaskan agar tidak menolak perasaan cemas itu sendiri.

"Ketika kita merasa cemas yang pertama adalah saya selalu sarankan kita tidak push away, kita tidak bilang sama diri kita agar tidak tidak denied perasaan itu."

"Ya kita terima, ‘Oh ya Saya sedang merasa cemas.’ kalau bisa, kita coba cari tahu apa yang Mencetuskan perasaan cemas."

"Apakah ada suatu pikiran, suatu situasi seperti itu."

"Jadi kita benar-benar melihat apa yang ada di depan mata, kita tidak stuck dengan rasa cemas."

"Saya bisa sarankan pada saat kita merasa cemas, kita lebih relaksasi. Coba atur napas, introspeksi, dan tidak fokus sama pikiran itu."

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved