Breaking News:

dr. Rimawati Tedjasukmana Menuturkan Jika Anak Seringkali Mengalami Sleepwalking, Begini Alasannya

Menurut dr. Rimawati Tedjasukmana anak memiliki otak yang belum berkembang dengan sempurna, sehingga seringkali terjadi gangguan tidur.

health.kompas.com
Ilustrasi seorang wanita mengalami sleepwalking, begini ulasan dr. Rimawati Tedjasukmana 

TRIBUNHEALTH.COM - Tidur siang dapat membuat seseorang lebih segar saat bangun.

Namun jika tidur siang terlalu lama justru dapat membuat tubuh menjadi lebih penat.

Apabila seseorang sudah tidur dengan durasi yang cukup, namun saat bangun tetap merasa lelah dan ingin kembali tidur lagi, artinya kualitas tidur masih belum baik.

Baca juga: Pentingnya Melakukan Perawatan Gigi pada Ibu Hamil, Berikut Anjuran drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

Hal ini disampaikan oleh Dokter Praktisi Kesehatan Tidur, dr. Rimawati Tedjasukmana yang dilansir Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 31 Oktober 2021.

Dokter menyebutkan jika harus melihat kembali kualitas tidurnya.

Ilustrasi gangguan tidur berupa sleep apnea
Ilustrasi gangguan tidur berupa sleep apnea (freepik.com)

Seperti adanya penyakit-penyakit lain yang dapat mengganggu kualitas tidur.

Misalnya seperti sleep apnea yang dialami seseorang.

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang berhenti sementara selama beberapa kali saat sedang tidur.

Kondisi tersebut bisa ditandai dengan mengorok saat tidur dan tetap merasa mengantuk setelah tertidur cukup lama.

Baca juga: Alasan Gigi Berlubang Harus Segera Ditambal, Ini Penjelasan drg R Ngt Anastasia Ririen Pramudyawati

Bisa juga disebabkan karena gerakan tungkai yang membuat seseorang sering terbangun.

2 dari 3 halaman

Minum kafein sebelum tidur juga dapat menyebabkan kualitas tidur tidak optimal.

Sehingga dokter menganjurkan untuk mencari penyebabnya terlebih dahulu.

Selain gangguan tidur seperti sleep apnea adapula gangguan tidur lain yang memengaruhi kualitas tidur yang biasa dikenal dengan istilah sleepwalking.

Ilustrasi gangguan tidur yang menyebabkan kualitas tidur buruk
Ilustrasi gangguan tidur yang menyebabkan kualitas tidur buruk (kompas.com)

Sleepwalking atau tidur berjalan merupakan gangguan yang menyebabkan seseorang untuk berdiri dan berjalan saat tidur.

Kondisi ini seringkali terjadi pada anak-anak.

Dokter menuturkan jika anak seringkali mengalami sleepwalking.

Hal ini karena anak memiliki otak yang belum berkembang dengan sempurna.

Sehingga seringkali terjadi fenomena-fenomena tidur.

Seperti sleepwalking, sleep talking, nightmare dan sebagainya.

Baca juga: dr. Ekawaty Yasinta Larope Sebut Alergi pada Anak Bisa Dicegah Sejak Masa Kehamilan

Dokter menyebutkan jika kondisi ini sering terjadi pada anak-anak saat tidur.

3 dari 3 halaman

Biasanya setelah menjelang usia dewasa, gangguan tidur akan hilang dengan sendirinya.

Namun jika terus berlanjut, maka perlu dicari penyebabnya dan baiknya segera konsultasi dengan dokter.

Dokter mengatakan jika sleepwalking dalam keadaan setengah bangun.

Ilustrasi gangguan tidur
Ilustrasi gangguan tidur (Tribun Travel - Tribunnews.com)

"Jadi tidur itu ada tidur dalam, tidur ringan, dan ada tidur mimpi," ujar dr. Rimawati.

Dimana dari tidur dalam tiba-tiba anak terbangun yang tidak diketahui penyebabnya kemudian anak berjalan dan bisa juga berbicara.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Menjalankan Diet, Simak Anjuran dari Dokter Spesialis Gizi Klinik

Penjelasan Dokter Praktisi Kesehatan Tidur, dr. Rimawati Tedjasukmana dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 31 Oktober 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved