Breaking News:

Pakar Epidemiologi AS Ingatkan Masih Banyak PR Terkait Transisi Pandemi ke Epidemi, Apa Itu?

Diperkirakan virus corona penyebab pandemi Covid-19 akan terus ada, pakar siapkan skenarionya

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi hidup berdampingan dengan Covid-19 --- Foto: Pengguna jalan melintasi spanduk bertuliskan harapan 'Lekas Pulih Bandungku' di pinggir Jalan Kebon Jukut, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/11/2021). Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap waspada akan potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga jika penerapan protokol kesehatan (prokes) diabaikan di saat meningkat kembali aktivitas masyarakat. 

TRIBUNHEALTH.COM - Para pakar dan ilmuwan meyakini pandemi virus corona mungkin berakhir sebagai endemi, dilansir TribunHealth.com dari berita CNN, Senin (8/11/2021).

Endemi berarti bahwa suatu penyakit selalu ada dalam suatu populasi, tetapi tidak mempengaruhi sejumlah besar orang seperti pada pandemi.

Bahkan pada awal 2020, ketika pandemi meningkat, pejabat di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperkirakan bahwa virus corona baru "mungkin menjadi virus endemi lain di komunitas kita" dan tidak akan pernah hilang.

"Ketika Anda berpikir tentang pandemi, Anda berada dalam fase pandemi dan kemudian Anda memiliki fase perlambatan, kemudian Anda memiliki fase kontrol, maka mudah-mudahan Anda akan memiliki eliminasi dan mungkin pemberantasan," kata Dr. Anthony Fauci.

Dia adalah Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases.

Paparan itu dia sampaikan kepada Komite Senat AS untuk Kesehatan, Tenaga Kerja Pendidikan & Pensiun, dalam dengar pendapat pada hari Kamis.

Mendorong tingkat penularan serendah mungkin

Ilustrasi hidup di tengah pandemi - Tren bersepeda di kalangan warga perkotaan pada masa pandemi corona meningkat drastis. Selain trend gaya hidup buming sepeda juga banyak memberikan manfaat positif seperti untuk mengendalikan atau menurunkan berat badan, mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, mencegah diabetes, mengurangi resiko kanker, meningkatkan kekuatan imun tubuh dan mengurangi stres.
Ilustrasi hidup di tengah pandemi - Tren bersepeda di kalangan warga perkotaan pada masa pandemi corona meningkat drastis. Selain trend gaya hidup buming sepeda juga banyak memberikan manfaat positif seperti untuk mengendalikan atau menurunkan berat badan, mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, mencegah diabetes, mengurangi resiko kanker, meningkatkan kekuatan imun tubuh dan mengurangi stres. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Baca juga: Angka Pernikahan Dini Melonjak selama Pandemi, Disebabkan Faktor Ekonomi hingga Penutupan Sekolah

Baca juga: Co-Founder Pijar Psikologi Sebut Depresi dan Gangguan Kesehatan Mental Meningkat selama Pandemi

"Apa yang kita harapkan adalah tingkat yang sangat rendah sehingga meskipun tidak sepenuhnya dihilangkan, itu tidak berdampak besar pada kesehatan masyarakat atau pada cara kita menjalankan hidup kita," kata Fauci.

"Jadi, jika kita mendapatkan lebih banyak orang yang divaksinasi secara global dan lebih banyak orang yang divaksinasi sekarang, mudah-mudahan dalam jangka waktu yang wajar kita akan sampai pada titik di mana kadang-kadang naik turun di latar belakang tetapi itu tidak akan mendominasi kita..."

Sementara Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS bulan lalu memperbarui tekadnya.

Mereka menyebut keadaan darurat kesehatan masyarakat masih ada di Amerika Serikat karena Covid-19.

Pejabat kesehatan federal sudah memikirkan bagaimana mengukur akhir pandemi dan bagaimana melanjutkannya untuk melacak virus corona setelah menjadi endemi.

Transisi menuju epidemik

Ilustrasi Penanganan Covid pada anak FOTO: RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020)
Ilustrasi Penanganan Covid pada anak FOTO: RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020) (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Baca juga: Ahli Gizi Ungkap Kandungan Kurma yang Dibutuhkan Tubuh selama Pandemi

Baca juga: Selama Pandemi Kita Harus dalam Kondisi Sehat dan Bugar, Simak Tips Ahli Gizi Rita Ramayulis

Untuk transisi dari pandemi ke endemi, negara harus membangun kekebalan terhadap virus corona.

Berarti lebih banyak orang perlu divaksinasi, kata Dr. Philip Landrigan, dokter anak dan ahli epidemiologi di Boston College, kepada CNN.

Jika masih ada yang menolak untuk mendapatkan suntikan Covid-19 dan beberapa menolak untuk memakai masker, transisi bisa memakan waktu lebih lama.

Kasus seperti ini masih banyak ditemui di AS.

Dia mencontohkan untuk mengendalikan penyebaran virus campak di populasi AS, misalnya.

"kita harus meningkatkan tingkat kekebalan di atas 95%, dan bahkan saat itu, kita (bisa) mengalami wabah sporadis."

"Wabah ini biasanya terjadi ketika Anda memiliki sekelompok orang-orang di tempat tertentu yang tidak diimunisasi dan tiba-tiba virus masuk karena seorang pelancong datang dengan virus -- dan bang, ada 20 kasus campak di beberapa kota," kata Landrigan.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved