Breaking News:

drg. Arifah : Selama Pandemi, Hanya Kasus Emeregncy Saja yang Tetap Ditangani oleh Dokter Gigi

Pandemi membuat semua aktvitas menajdi terhambat terutama dalam bidang kedokteran gigi. Tindakan dokter hanya dilakukan pada pasien emeregency saja.

pixabay.com
Ilustrasi penerapan protokol kesehatan oleh dokter gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Virus covid-19 sangat mempengaruhi kehidupan sekarang.

Kehidupan semenjak adanya covid-19 berubah menjadi terbatasnya gerak dan aktivitas kita.

Profesi dokter gigi merupakan salah satu yang memiliki faktor resiko tertinggi tertular covid-19.

Penularan covid-19 dari droplet atau cairan mulut.

Dokter gigi berhubungan langsung terhadap rongga mulut.

Tenaga kesehatan banyak yang berguguran saat menjadi garda terdepan, kemungkinan karena tidak sianya menghadapi virus covid-19 yang tergolong hal baru.

Ilustrasi penerapan protokol kesehatan oleh dokter gigi
Ilustrasi penerapan protokol kesehatan oleh dokter gigi (pixabay.com)

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Infeksi Kulit di Sekitar Organ Intim yang Penting untuk Diketahui

Kemungkinan tenaga kesehatan gugur dikarenakan APD yang belum memadai.

Saat panemi pasien dihimbau untuk menunda ke dokter gigi apabila benar-benar tidak emerengency.

Pasien yang berstatus emeregency saja yang akan ditangani oleh dokter.

Jenis pasien emeregency yang akan ditangani dokter gigi adalah rasa sakit didalam mulut yang tak tertahankan dan adanya perdarahan hebat.

Tindakan dokter dibatasi karena dokter gigi merupakan beresiko tertinggi diantara profesi yang lain.

Untuk tindakan kedokteran gigi seperti pembersihaan karang, penambalan estetik bukan merupakan suatu kegawat daruratan.

Baca juga: Apakah Permasalahan Scars dan Bopeng Bisa Diatasi dengan Tindakan PRP? Berikut Ulasan Dokter

Penambalan estetik tidak untuk mengurangi rasa sakit, hanya untuk estetik atau memperbaiki penampilan, jadi alangkah baiknya ditunda lebih dulu.

Untuk pengeboran dan penggunaan scaller untuk membersihkan karang maka akan mengeluarkan air.

Air akan bercampur dengan mulut pasien, jadi akan menyebar kemana-mana.

Dengan penggunaan APD yang lengkap, tetapi masih melakukan perawatan yang tidak termasuk darurat tetap beresiko tinggi.

Kecuali sudah mulai menggunakan alat penyedot aerosol.

Alat tersebut bisa digunakan apabila terdapat kasus-kasus yang harus dilakukan, seperti pembersihan karang.

Baca juga: Mengenal Treatment PRP, Kulit Cantik dan Sehat dengan Darah Sendiri

Namun, apabila kasusnya benar-benar selektif dan tejadi gingivitis yang parah, pasien merasa kesakitan maka boleh dilakukan perawatan aslakan dokter memiliki alat proteksi yang cukup.

Pandemi covid-19 terjadi belum lama dan alat kedokteran gigi masih developing bagaimana cara dokter gigi supaya resiko lebih sedikit terhadap virus covid-19.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved