Breaking News:

Penelitian Terbaru: Virus Corona Bisa dengan Mudah Masuk ke Otak dan Menyelinap di Neuron

Para ilmuwan menghubungkan temuan ini dengan berbagai gejala long covid yang dilaporkan

kompas.com
ilustrasi virus Covid-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Penelitian menunjukkan virus corona bisa menyerang otak manusia.

Virus SARS-CoV-2 dapat masuk ke otak dengan mudah melalui hidung seseorang, dilansir TribunHealth.com dari NBC News, Kamis (4/11/2021).

Dua penelitian dilakukan oleh Pusat Penelitian Primata Nasional California dan Institut Penelitian Rotman di Toronto.

Keduanya menunjukkan, virus secara langsung menginfeksi neuron di otak.

Hal ini berpotensi memberikan petunjuk mengapa beberapa orang menderita berbagai gejala yang bertahan lama setelah infeksi Covid awal mereka.

Tak satu pun dari studi yang dipresentasikan pada hari Rabu selama pertemuan Society for Neuroscience itu, telah ditinjau oleh rekan sejawat.

Baca juga: Vaksin dan Virus Corona Sama-sama Sebabkan Komplikasi Neurologis Serius, Mana yang Lebih Berbahaya?

Baca juga: Muncul Virus Corona AY.4.2, Sub Varian Delta yang Kini Mulai Menyebar di Inggris Raya

Ilustrasi virus corona varian delta di Indonesia
Ilustrasi virus corona varian delta di Indonesia (tribunnews.com)

Menyerang otak

Penghalang alami tubuh biasanya bekerja dengan baik dalam menghentikan hal-hal seperti virus sebelum mereka dapat masuk ke otak.

Namun tetap ada kemungkinan virus menyelinap masuk.

SARS-CoV-2 dapat melakukan ini, sama seperti virus lain.

Ketika berhasil masuk, sel-sel kekebalan di otak bekerja untuk menyerang virus.

Namun penelitian itu menyebut, virus corona dapat menemukan jalur 'aman' untuk mengindari sistem tersebut dan menginfeksi neuron.

Penelitian itu, dari Pusat Penelitian Primata Nasional California, menemukan bahwa monyet rhesus yang terinfeksi virus memiliki bukti signifikan infeksi di dalam neuron otak hanya tujuh hari setelah terpapar.

Baca juga: Post Covid-19 Condition, Definisi WHO untuk Gejala Infeksi Virus Corona yang Bertahan Berbulan-bulan

Baca juga: Studi: Hembusan Angin Bisa Percepat Penyebaran Virus Corona, Jaga Jarak Efektif Tak Cukup 1 Meter

Ilustrasi otak
Ilustrasi otak (Freepik)

Ini terutama berlaku untuk hewan diabetes yang lebih tua.

Bukti bahwa neuron dapat terinfeksi akan menjadi temuan kunci.

Sel-sel otak tersebut mengirimkan informasi dari otak ke bagian lain dari tubuh melalui impuls listrik.

Karena neuron sangat penting untuk fungsi normal tubuh, sistem kekebalan tidak mau menyerang mereka.

Virus, setelah menumpang pada neuron, kemudian bebas bergerak di sekitar sirkuit otak.

“Ini, saya yakin, adalah jenis infeksi yang jauh lebih berbahaya,” kata John Morrison, yang memimpin penelitian dan profesor neurologi di University of California, Davis.

Jika virus dapat melakukan perjalanan ke sirkuit otak, katanya, "itu bisa sampai ke beberapa daerah otak yang memediasi hal-hal seperti kognisi dan memori, serta emosi dan suasana hati."

Semua gejala tersebut merupakan kondisi umum yang dilaporkan pada penderita long covid.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved