Breaking News:

Testis Penderita Mikropenis Tak Berkembang, dr. Binsar Martin Sinaga Sebut Bisa Picu Infertilitas

Karena testis tidak berkembang, maka testosteron dalam tubuh juga berkurang, apa dampaknya?

health.kompas.com
Ilustrasi pria yang mengalami mikropenis 

TRIBUNHEALTH.COM - Mikropenis merupakan gangguan pertumbuhan pada organ vital pria.

Sesuai namanya, organ vital tidak berkembang dan memiliki ukuran yang sesuai.

Namun, tak hanya ukuran saja.

Testis penderita mikropenis juga tidak berkembang normal.

Hal itu diungkapkan oleh Medical sexologist, dr. Binsa Martin Sinaga, ketika menjadi narasumber Edukasi Seksual Tribunnews.

"Tidak sekedar penis saja yang tidak bertubuh tetapi juga testisnya atau yang namanya buah zakarnya," kata dr. Binsar dikutip TribunHealth.com.

Baca juga: dr. Binsar Jelaskan Tindakan yang Dilakukan Jika Penanganan Infertilitas Tidak Berhasil

Baca juga: dr. Binsar Martin Jelaskan Terapi untuk Mengatasi Permasalahan Infertilitas pada Pria

Ilustrasi organ vital pria
Ilustrasi organ vital pria (pixabay.com)

"Sehingga apa yang terjadi? Pada saat nanti udah mencapai usia dewasa kita akan melihat yang namanya satu kondisi infertil."

Menurut dr. Binsar, mikropenis bisa terjadi karena anak banyak mengkonsumsi asupan estrogen semasa balita hingga 13 tahun.

"itu banyak terdapat di mana terutama banyak terdapat di ayam negeri," jelas dr. Binsar.

Ketika asupan estrogen masuk dalam tubuh anak lelaki, maka akan testosteron akan diubah menjadi dihidro testosteron.

"Begitu estrogen hmasuk ke dalam tubuh si anak, maka ada satu enzim dalam tubuh anak pria ini namanya enzim aromatase enzim akan mengubah testosteron menjadi dihidro testosteron."

Baca juga: Apakah Boleh Berhubungan Seksual selama Kehamilan? Begini Tanggapan dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS

Baca juga: Apa Penyebab Wanita Mengalami Pembasahan yang Sedikit? Simak Ulasan dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS

Profil dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS
Profil dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS (Dok. Pribadi dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS)

"Akibatnya dari dehydro testosteron akan diubah menjadi yang namanya estrogen," jelas dr. Binsar.

Karena proses inilah kadar hormon estrogen pada anak tersebut lebih banyak.

Padahal normalnya anak lelaki, yang dominan adalah kadar hormon testosteronnya.

Ketika kadar estrogen sudah mulai banyak, biasanya anak akan mengalami obesitas.

"Tanda-tanda fisik yang paling gampang kita lihat, anak ini mengalami obesitas."

Kendati demikian, selain tumbuh gemuk, penis si anak juga tidak tumbuh.

Baca juga: dr. Binsar Martin Sinaga Sebut Onani Tak Bahayakan Tubuh, tapi Bukan Berarti Tanpa Risiko

Baca juga: Pengertian Infertilitas yang Disampaikan oleh dr. Binsar Martin Sinaga FIAS

ilustrasi masalah kesuburan pada pria
ilustrasi masalah kesuburan pada pria (kompas.com)

"Selain penis yang tidak bertumbuh maka testisnya juga mengecil, atau dalam artian tidak berkembang. Karena apa? Karena testosteron dalam tubuh dia berkurang."

"Nah kondisi ini yang akan mengakibatkan si anak pria itu akan mengakibatkan kemandulan."

Pasalnya jumlah hormon testosteron, yang berfungsi untuk membentuk sel sperma, berkurang jauh."

Bahkan, dr. Binsar menyebut sampai tidak memproduksi spermatozoa sama sekali.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved