Breaking News:

Meski Telah Divaksin, Seseorang Tetap Bisa Tertular Virus Corona, Profesor Jelaskan Penyebabnya

Profesor Universitas George Washington paparkan mengapa covid masih bisa menginfeksi seseorang yang sudah divaksin

Warta Kota/Henry Lopulalan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengadakan program vaksinasi bagi 1000 pekerja atau buruh di Kantor Kemnaker, Jalan Gatot Subroto,Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021). Pelaksanaan vaksinasi diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day Tahun 2021. 

TRIBUNHEALTH.COM - Dr. Leana Wen menjelaskan kepada CNN mengapa orang yang telah divaksin tetap bisa tertular Covid-19.

Dr. Leana Wen merupakan seorang dokter darurat dan profesor kebijakan dan manajemen kesehatan di Sekolah Kesehatan Masyarakat Institut Milken Universitas George Washington.

Dia mengibaratkan vaksin layaknya sebuah jas hujan, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari wawancara CNN.

"Pikirkan vaksin Covid-19 sebagai jas hujan yang sangat bagus."

"Ini bekerja sangat baik untuk melindungi Anda dalam gerimis. Tetapi jika Anda berada dalam badai petir, dan kemudian badai datang, ada kemungkinan jauh lebih besar Anda akan basah."

"Itu tidak berarti jas hujan Anda rusak. Itu berarti Anda sedang dalam cuaca buruk, dan jas hujan saja mungkin tidak selalu melindungi Anda," tandasnya.

Baca juga: Post Covid-19 Condition, Definisi WHO untuk Gejala Infeksi Virus Corona yang Bertahan Berbulan-bulan

Baca juga: AstraZeneca Kembangkan Injeksi Antibodi Virus Corona, Terbukti Bisa Cegah dan Obati Covid-19

ILUSTRASI New Normal - Pengunjung mengenakan face shield atau alat pelindung wajah saat berbelanja di Plaza Marina Surabaya, Rabu (3/6/2020). Plaza Marina Surabaya menerapkan protokol penerapan normal baru atau new normal secara ketat bagi setiap pengunjung seperti wajib memakai pelindung wajah, masker dan melalui pengecekan suhu tubuh saat masuk mal. Semua karyawan di salah satu pasar telekomunikasi ini juga diwajibkan menggunakan sarung tangan untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19.
ILUSTRASI New Normal - Pengunjung mengenakan face shield atau alat pelindung wajah saat berbelanja di Plaza Marina Surabaya, Rabu (3/6/2020). Plaza Marina Surabaya menerapkan protokol penerapan normal baru atau new normal secara ketat bagi setiap pengunjung seperti wajib memakai pelindung wajah, masker dan melalui pengecekan suhu tubuh saat masuk mal. Semua karyawan di salah satu pasar telekomunikasi ini juga diwajibkan menggunakan sarung tangan untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Artinya, vaksin sebenarnya tetap efektif dalam melindungi seseorang dari infeksi.

Namun apabila jumlah virus di sekitar tak terkendali, peluang terinfeksi masih ada.

"Masalahnya bukan pada vaksinnya -- tetapi terlalu banyak virus di sekitar Anda," tandasnya.

Karenanya, dia menegaskan vaksinasi menyeluruh adalah kunci untuk memutus pandemi.

"Itu mengurangi tingkat keseluruhan infeksi dan akhirnya melindungi semua orang."

"Dan, jika Anda berada di area dengan banyak virus, mengenakan masker di ruang ramai dalam ruangan menambah tingkat perlindungan tambahan."

Baca juga: Studi: Hembusan Angin Bisa Percepat Penyebaran Virus Corona, Jaga Jarak Efektif Tak Cukup 1 Meter

Baca juga: Ilmuwan Jelaskan Penyebab Covid Toe, Peradangan Jari Kaki Akibat Infeksi Virus Corona

ILUSTRASI PERAWATAN COVID-19 --- Petugas medis memberikan penanganan epada pasien di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia.
ILUSTRASI PERAWATAN COVID-19 --- Petugas medis memberikan penanganan epada pasien di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia. (TRIBUNNEWS/CECEP BURDANSYAH)

"Dan jangan lupa bahwa kita juga divaksinasi untuk melindungi yang paling rentan di antara kita, yang berada pada risiko tertinggi untuk hasil yang parah," paparnya.

Kemudian dia merujuk sebuah penelitian terhadap 13 negara bagian selama enam bulan.

Hasilnya menunjukkan, individu yang divaksinasi lengkap hanya sebesar 4% dari semua rawat inap akibat Covid-19.

"Orang yang tidak divaksinasi 17 kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit karena virus corona daripada orang dewasa yang divaksinasi penuh, menurut penelitian CDC itu."

"Mereka yang berakhir dengan kasus terobosan yang mengakibatkan rawat inap lebih cenderung lebih tua dan memiliki beberapa kondisi medis yang mendasarinya, seperti yang telah kita diskusikan," tutupnya.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved