Breaking News:

Gejala Long Covid Bisa Mereda dan Kambuh Lagi, Dapat Terjadi Berkali-kali sebelum Sembuh Total

Kondisi ini membuat para pakar mulai memberi perhatian lebih terhadap long covid karena sudah mengganggu aktivitas sehari-hari

Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI long covid --- Aktivitas pasien Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG) saat menjalani isolasi mandiri di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Sebanyak 57 tempat tidur telah disiapkan Pemkot 

TRIBUNHEALTH.COM - Pakar menyebut gejala long covid bisa sembuh dan kambuh lagi.

Episode tersebut bisa berlangsung berulang-ulang sebelum pada akhirnya sembuh total.

Kebanyakan orang yang terkena Covid-19 mengalami gejala umum berupa batuk, demam, dan sesak napas yang terus-menerus, dan sembuh dalam beberapa hari atau minggu.

Namun, bagi sebagian orang, gejalanya bisa bertahan lebih lama, dilansir TribunHealth.com dari CNBC.

WHO memperkirakan bahwa 10% hingga 20% pasien Covid-19 mengalami gejala yang menetap selama berbulan-bulan setelah terinfeksi.

Gejala yang berkepanjangan ini dapat mencakup kelelahan terus-menerus, sesak napas, kabut otak, dan depresi.

Baca juga: BPS Inggris Sebut 1 Juta Orang Alami Long Covid, Keluhkan Kelelahan hingga Sulit Konsentrasi

Baca juga: Penggunaan Smartphone dan Laptop Terus-menerus Menimbulkan Keluhan Mata Lelah

Ilustrasi - Orang yang kelelahan akibat long covid
Ilustrasi - Orang yang kelelahan akibat long covid (Freepik.com)

Para ahli kesehatan mengatakan kondisi ini jelas menjadi perhatian kesehatan masyarakat, mengingat dampak besar yang ditimbulkannya terhadap masyarakat, mulai dari peningkatan biaya perawatan kesehatan hingga kerugian ekonomi dan produktivitas.

Sampai saat ini, tidak ada panduan pengobatan atau rehabilitasi yang terbukti untuk mereka yang menderita long Covid, bahkan ketika sindrom pasca-viral itu terus mempengaruhi fungsi sehari-hari dan kapasitas mereka untuk bekerja.

Sebuah editorial yang diterbitkan di The Lancet pada 28 Agustus, menggambarkan long covid sebagai “tantangan medis modern tingkat pertama.”

Menangani long covid

British Medical Journal menyelenggarakan webinar online bulan lalu untuk membahas diagnosis, manajemen, dan prognosis long covid.

Baca juga: AstraZeneca Kembangkan Injeksi Antibodi Virus Corona, Terbukti Bisa Cegah dan Obati Covid-19

Ilustrasi Covid-19 - FOTO: Tenaga medis melakukan simulasi alur masuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). Simulasi dari mulai pasien terduga Covid-19 datang ke RSHS, diperiksa di ruang Isolasi IGD, hingga dibawa ke Ruang Khusus Isolasi Kemuning tersebut, dilakukan untuk melatih kesiapan tenaga hingga sarana medis dalam menangani dan merawat pasien terduga virus corona yang masuk ke RSHS Bandung.
Ilustrasi Covid-19 - FOTO: Tenaga medis melakukan simulasi alur masuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). Simulasi dari mulai pasien terduga Covid-19 datang ke RSHS, diperiksa di ruang Isolasi IGD, hingga dibawa ke Ruang Khusus Isolasi Kemuning tersebut, dilakukan untuk melatih kesiapan tenaga hingga sarana medis dalam menangani dan merawat pasien terduga virus corona yang masuk ke RSHS Bandung. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Pakar kesehatan di panel mengatakan "kelelahan yang mendalam" adalah gejala umum di antara banyak orang dengan kondisi tersebut.

Sementara berbagai gejala lainnya termasuk nyeri otot dan tubuh, dada berat atau tertekan, ruam kulit, jantung berdebar, demam, sakit kepala, hingga diare.

“Yang sangat umum adalah sifat penyakit yang kambuh dan hilang, di mana Anda merasa seolah-olah telah pulih, kemudian menyerang Anda kembali,” kata Nisreen Alwan, profesor kesehatan masyarakat, University of Southampton, selama panel.

“Ini adalah siklus kekecewaan yang konstan, tidak hanya untuk Anda tetapi orang-orang di sekitar Anda, yang benar-benar ingin Anda pulih,” tambahnya, merenungkan perjuangannya sendiri dengan Covid yang panjang.

Paul Garner, profesor di Liverpool School of Tropical Medicine, mengatakan pertempuran pribadinya dengan penyakit itu telah membuatnya merasa "berulang kali babak belur dalam dua bulan pertama."

Ilustrasi Covid-19 --- FOTO: Sejumlah tenaga medis sedang menangani pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang penuh hingga sebagian pasien harus dirawat di selasar depan IGD RSUP Dr Kariadi, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/6/2021). Kondisi tersebut juga terjadi pada sejumlah rumah sakit di Kota Semarang bersamaan dengan meningkatnya kasus Covid-19.
Ilustrasi Covid-19 --- FOTO: Sejumlah tenaga medis sedang menangani pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang penuh hingga sebagian pasien harus dirawat di selasar depan IGD RSUP Dr Kariadi, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/6/2021). Kondisi tersebut juga terjadi pada sejumlah rumah sakit di Kota Semarang bersamaan dengan meningkatnya kasus Covid-19. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Baca juga: Dampak Ibu Hamil yang Terpapar Covid-19 Varian Delta, Simak Penjelasan dr. Bayu Winarno, Sp. OG

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Tak Sepenuhnya Aman, Penularan Covid pada Siswa Meningkat Tajam di Inggris

Garner mengatakan bahwa dia mengalami episode yang lebih sedikit dalam empat bulan berikutnya, meskipun dengan kelelahan yang terus-menerus.

Tentang penanganan kondisi tersebut, Alwan mengatakan bahwa sebagai seseorang dengan long covid, “Anda mempelajari pola Anda, mempelajari apa yang menyebabkan kelelahan total atau gejala lainnya, dan mencoba menghindari hal-hal itu.”

Dia mengatakan sangat penting bahwa kasus long covid dimasukkan ke dalam statistik Covid-19 yang lebih luas.

“Kami kehilangan peluang besar untuk mengukur long covid dengan cara yang sama seperti yang kami lakukan dengan hasil tes positif dan kematian.”

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved