Breaking News:

dr. Lusiyanti: Hormon Androgen yang Tinggi Mempermudah Pembentukan Komedo dan Sebum yang Berlebihan

dr. Lusiyanti, M.Med., Sp.KK sebut tekstur kulit yang sehat biasanya elastis dan halus saat diraba.

grid.ID
ilustrasi kulit sehat, dr. Lusiyanti, M.Med., Sp.KK sebut kulit sehat biasanya halus ketika di raba 

TRIBUNHEALTH.COM - Hormon androgen kerap kali disebut sebagai hormon laki-laki.

Lantaran secara umum hormon androgen mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan organ reproduksi pria.

Namun demikian, hormon androgen juga diproduksi dalam tubuh wanita.

Baca juga: dr. Andreas Sebut Konsumsi Makanan Pedas dan Kadar Garam Tinggi Dapat Memicu Iritasi dan Radang Usus

Hanya saja jumlahnya tidak sebanyak pada tubuh laki-laki.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis kulit dan Kelamin, dr. Lusiyanti, M.Med., Sp.KK yang dilansir Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Beauty Health edisi 07 Oktober 2021.

Ilustrasi kulit bersisik, dr. Lusiyanti, M.Med., Sp.KK sebut jika bersisik maka kulit tidak sehat
Ilustrasi kulit bersisik, dr. Lusiyanti, M.Med., Sp.KK sebut jika bersisik maka kulit tidak sehat (Pixabay)

Hormon androgen yang tinggi mempermudah terjadi komedo ataupun pembentukan sebum yang berlebihan pada kulit.

Kulit yang sehat bisa dilihat dari warnanya.

Apabila warnanya merata dan tidak terjadi pigmentasi yang berlebihan dan disesuaikan dengan umurnya maka kulit tersebut sehat.

Baca juga: dr. Andreas: Terlalu Sering Konsumsi Makanan yang Dibakar atau Goreng Bisa Menyebabkan Iritasi Usus

Karena pigmentasi akan bertambah dengan proses aging instrinsiknya.

Tekstur kulit yang sehat biasanya elastis dan halus saat diraba, tidak bersisik ataupun kering.

Kekenyalan kulit dan hidrasinya akan terjaga dengan baik jika kulit sehat.

ilustrasi kulit sehat, dr. Lusiyanti, M.Med., Sp.KK paparkan ciri-ciri kulit sehat
ilustrasi kulit sehat, dr. Lusiyanti, M.Med., Sp.KK paparkan ciri-ciri kulit sehat (kompas.com)

Namun jika kulit tidak sehat atau mengalami prematur aging, biasanya elastisitas kulit akan berkurang.

Saat kulit dicubit dan kembali dalam waktu 1 atau 2 detik, artinya kulit masih elastis dan belum terjadi penuaan.

Kulit sehat biasanya bebas dari sensasi gatal, nyeri, atau panas karena penggunaan bahan-bahan yang mengiritasi.

Baca juga: Perlu Diketahui, Lapisan Terluar Gigi akan Menipis Seiring dengan Bertambahnya Usia

Penjelasan Dokter Spesialis kulit dan Kelamin, dr. Lusiyanti, M.Med., Sp.KK dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Beauty Health edisi 07 Oktober 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved