Breaking News:

Prof. Dr. Apt. Zullies Jelaskan Bahwa Interaksi Obat Tidak Selalu Berkonotasi Negatif

Pengaruh dari suatu obat terhadap obat lain ketika dipakai bersama-sama dinamakan dengan interaksi obat. Orang yang sakit kadang tak cukup satu obat.

pixabay.com
ilustrasi obat 

TRIBUNHEALTH.COM - Interaksi obat adalah pengaruh dari suatu obat terhadap obat lain ketika dipakai bersama-sama.

Pada orang sakit tidak cukup dengan satu macam obat saja.

Terkadang seorang pasien bisa menggunakan beberapa macam obat.

Ada kemungkinan masing-masing obat berinteraksi, namun demikian interaksi tersebut tidak selalu berkonotasi negatif.

Karena interaksi tersebut bisa saja saling mendukung, bersifat sinergis dan bisa saling melawan.

Sehingga tidak bisa digeneralisir bahwa interaksi obat pasti buruk dan sampai mematikan.

ilustrasi obat
ilustrasi obat (pixabay.com)

Baca juga: Apakah Senam Rahang Efektif Menjaga Kesehatan Rahang? Ini Kata drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

Sifat obat bisa menguntungkan ketika bersama-sama mendukung suatu terapi.

Misalnya, pada penderita hipertensi terkadang bisa membutuhkan lebih dari satu macam obat.

Jika tekanan darah tidak terkontrol dengan satu obat, maka dokter menambahkan dengan obat lain.

Dalam hal ini, artinya terdapat kombinasi obat dan mungkin ada interaksi.

Tetapi dalam hal ini interaksi tersebut menguntungkan.

Karena masing-masing akan bekerja dengan mekanismenya sendiri-sendiri, mendukung tujuan menekan tekanan darah.

Baca juga: Ahli Tak Menampik Media Sosial Bisa Bikin Ketagihan, Ada Kaitan dengan Hormon Dopamin di Otak

Kombinasi obat harus rasional, obat yang akan dikombinasikan memiliki mekanisme cara kerja yang berbeda.

Biasanya kombinasi obat memiliki rasionalitas.

Tetapi bisa juga suatu reaksi obat bersifat merugikan.

Apabila suatu obat bisa meniadakan efek obat lain atau mengurangi efek obat lain.

Sehingga obat lain yang digunakan bersama menjadi tidak bermanfaat.

Atau miasalnya ada obat yang memiliki efek samping tertentu dan ditambah dengan obat lain yang memiliki efek samping yang sama, maka akan terjadi peningkatan efek samping.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews, dan disampaikan oleh Prof. Dr. Apt. Zullies Ikawati. Guru besar Farmatologi dan Farmasi Klinik Fakultas Farmasi UGM. Rabu (14/7/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved