Breaking News:

Konsumsi Garam Berlebih Berisiko Picu Masalah Ginjal dan Jantung, Ahli Dorong Kurangi Penggunaan

Terlalu banyak mengonsumsi garam bisa mengganggu fungsi penyerapan ginjal, yang pada akhirnya memicu penyakit jantung

pixabay.com
Ilustrasi Garam 

TRIBUNHEALTH.COM - Garam merupakan bumbu dapur yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Namun, penggunaan garam tak boleh melebihi batas tertentu, tak beda dengan gula dan lemak.

Mengonsumsi terlalu banyak garam bahkan dikaitkan dengan berbagai penyakit.

Misalnya saja, tekanan darah tinggi dan masalah jantung, dilansir TribunHealth.com dari NBC News, Rabu (13/10/2021).

Namun dampak mengonsumsi garam berlebih sebenarnya bukan dimulai dari jantung, melainkan ginjal, kata Presiden American Heart Association, Dr. Donald Lloyd-Jones.

Fungsi utama ginjal adalah menyaring limbah dan racun dari darah serta mempertahankan tingkat cairan dalam tubuh.

Baca juga: Termasuk Mie Instan, dr. Tan Shot Yen Sebut Makanan Tinggi Garam Bisa Picu Berbagai Penyakit Ini

Baca juga: Gula, Garam, dan Lemak Menjadi Penyebab Utama Terjadinya Obesitas, Begini Ulasan dr. Tan Shot Yen

ilustrasi serangan jantung
ilustrasi serangan jantung (freepik.com)

Karena lebih banyak natrium yang dikonsumsi, ginjal kurang mampu membuang kelebihannya.

Saat natrium menumpuk, ginjal menjadi kurang efisien dalam membersihkan tubuh dari kelebihan cairan, yang menyebabkan tekanan darah tinggi.

Ketika tekanan darah meningkat, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Itu, pada gilirannya, meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal jantung.

Karena hal ini, otoritas AS membuat panduan baru mengenai konsumsi garam, dimana jauh lebih sedikit dibanding sebelumnya.

Elisabetta Politi, ahli diet terdaftar di Duke University Lifestyle & Weight Management Center, mengatakan panduan baru ini adalah "langkah yang baik ke arah yang benar."

Baca juga: Meski Diklaim Tanpa Pengawet, dr. Tan Shot Yen Ingatkan Bahaya Garam Berlebih dalam Mie Instan

Baca juga: Sedikit Memberikan Garam dan Gula pada Anak, Bukan Berarti Tidak Sama Sekali

Garam makanan
Garam makanan (Pixabay.com)

Dalam pengalamannya merawat klien, hanya dibutuhkan beberapa hari bagi indra perasa seseorang untuk menyesuaikan diri dengan makanan dengan kandungan natrium yang jauh lebih sedikit, katanya.

Politi mengatakan bahwa seminggu dalam programnya, kliennya menolak keras rasa asin dari makanan mereka sebelumnya.

Terlebih lagi, katanya, tekanan darah kliennya cenderung turun dalam beberapa hari setelah mereka memotong garam.

"Datanya jelas," kata Politi.

"Nyawa bisa diselamatkan jika kita mendorong orang untuk mengurangi natrium."

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved