Breaking News:

Tubuh Dipaksa Lawan Siklus Sirkardian saat Begadang, Berisiko Depresi jika Dilakukan Terus Menerus

Berikut ini analisis mengapa begadang dikaitkan dengan risiko depresi yang lebih besar

Pixabay
Ilustrasi ketiduran karena begadang 

TRIBUNHEALTH.COM - Orang yang lebih aktif pada malam hari dikaitkan dengan risiko depresi.

Memang ada orang yang bertipe night owl.

Mereka tampil lebih baik saat sore dan malam hari, hingga kerap menghabiskan waktu untuk begadang, dilansir TribunHealth.com dari CNN.

Namun ada hasil yang kurang menggembirakan bagi night owl, termuat dalam sebuah laporan di Jurnal Molecular Psychiatry.

Studi ini menggunakan data tidur yang dikumpulkan dari monitor aktivitas pergelangan tangan yang dikenakan oleh lebih dari 85.000 peserta UK Biobank Study.

Studi tersebut menampung informasi genetik dan kesehatan mendalam pada lebih dari setengah juta orang Inggris.

Baca juga: Begadang Menjadi Faktor Pengaruh Saat Diet, Simak Penjelasan dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK

Baca juga: Begadang Dapat Menyebabkan Saraf Kurang Istirahat dan Tubuh Terasa Tidak Bugar

ilustrasi begadang
ilustrasi begadang (kompas.com)

Para peneliti membandingkan informasi tidur itu dengan laporan suasana hati.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa orang dengan siklus tidur yang tidak selaras (dengan siklus sirkardian) lebih mungkin untuk melaporkan depresi.

Tak hanya itu, mereka juga lebih mungkin mengalami kecemasan dan memiliki lebih sedikit perasaan sejahtera.

"Masalah kesehatan yang terkait dengan menjadi night owl, kemungkinan akibat dari menjadi night owl yang hidup di dunia morning person, yang menyebabkan gangguan pada ritme sirkadian tubuh mereka," kata spesialis tidur Kristen Knutson.

Dia adalah seorang profesor di Northwestern University Feinberg School of Medicine, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Baca juga: Obesitas dan Diabetes Menanti Orang yang Terus-terusan Begadang, Bisa Sebabkan Bipolar?

Baca juga: 10 Masalah Kesehatan yang Akan Muncul Jika Terus-terusan Begadang, Obesitas hingga Masalah Jantung

Ilustrasi ketiduran karena begadang
Ilustrasi ketiduran karena begadang (Pixabay)

Menentang jam tubuh internal kita tampaknya sangat terkait dengan tingkat depresi, dan "memiliki ketidaksejajaran yang lebih tinggi dikaitkan dengan kemungkinan depresi yang lebih tinggi," kata penulis studi Dr. Jessica Tyrrell.

Dia merupakan seorang dosen senior di University of Exeter Medical School di University of Exeter Medical School, Inggris.

Penelitian sebelumnya, termasuk yang dilakukan oleh Knutson, telah mengidentifikasi hubungan antara depresi dan siklus tidur.

"Walaupun bukti terkuat adalah dari pekerja shift," kata Tyrrell, "dengan beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang-orang ini memiliki prevalensi depresi yang lebih tinggi dan kesehatan yang lebih rendah."

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved